Kisah Tercipta dan Berdirinya Taj Mahal di India

Kisah Tercipta dan Berdirinya Taj Mahal di India – Taj mahal merupakan salah satu bangunan megah yang ada di India, yang mana bangunan ini dibangun atas nama cinta seorang suami kepada istrinya. Yang mana kisah berdirinya Taj mahal ini diawali dari tahun 1612 terdapat seorang pria bernama Khurram yang menikah dengan Arjumand banu begum.

Untitled

Pernikahan ini menjadikan Arjumand banu begum menjadi seorang permaisuri dan bergelar menjadi Mumtaz mahal. Namun di usianya yang ke 40 ia wafat sesaat setelah melahirkan putrinya. Anak perempuan tersebut dinamakan Gauhara begum. Meninggalnya sang ibu ini, membuat Putri Jaganara yang merupakan anak sebelumnya mengalami kesedihan yang teramat dalam.

Kematian dari Mumtaz mahal ini tak hanya membuat putrinya sedih, namun juga membuat Khurram sedih. Sebagai seorang suami ia merasa sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Bahkan ia pun mengganti namanya dengan Shah jahan.

Khurram yang terus menangis sampai membuat matanya harus mengalami masalah. Di sisi lain, salah satu pihak kerajaan mencari solusi dengan menyatakan bahwa Khurram harus kembali bahagia dan tak boleh bersedih karena ia harus merawat anak-anaknya.

Dari upaya tersebut, Khurram pun memutuskan untuk membangunkan sebuah bangunan yang megah sebagai makam bagi istrinya. Makam inilah yang disebut dengan Taj mahal. Bangunan yang super megah inipun dibangun dengan memakan biaya yang tak sedikit dan waktu yang tak sebentar. Hingga kini, bangunan tersebut senantiasa megah dan berdiri dengan indahnya.

Desain dari Taj mahal

Dar desainnya, Taj mahal tercover oleh desain arsitektur Persia dan Mughal. Bangunan yang merupakan makam dari Mumtaz ini dibangun dengan desain Persia juga sama seperti makam pada umumnya. Komponen utama dari bangunan ini pun menggunakan marmer putih dan bebatuan lainnya. Yang mana material tersebut berbeda dari bangunan lainnya. Di tambah dengan beragam motif pishtaq semakin mempercantik bangunan tersebut.

Dari kisahnya, bangunan Taj mahal ini juga mengalami beberapa masalah yang mengancam akan rusaknya bangunan besar nan kokoh itu. Perihal ini terjadi di tahun 1942 yang menjadikan bangunan ini harus dilindungi oleh beberapa komponen. Bahkan sampai digunakan Scaffolding agar musuh tidak merusak bangunan ini, tepatnya pada saat terjadinya perang antara pihak India dan Pakistan. Hingga akhirnya, peperangan tersebut tak melukai ataupun merusak keindahan bangunan ini.

Namun di lain kisah, Taj mahal ini terkena oleh bahaya yang teramat besar berupa polusi lingkungan yang membuat hujan asam. Akibatnya, warna dari Taj mahal berubah menjadi kuning. Pada peristiwa ini, tak membuat pemerintah diam, yang mana pemerintah memulai aksinya dengan mengontrol polusi tersebut.

Upaya ini disebut dengan zona trapesium Taj mahal atau disebut dengan TTZ. Area ini adalah digunakan untuk mengontrol standar emisi ketat yang ada pada zona di sekitar bangunan Taj mahal itu. Hingga kini, pemerintah senantiasa menjaga dan melindungi area tersebut, bilamana ada retak ataupun kerusakan, segera mengambil tindakan untuk menghindari adanya kerusakan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *