Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cengkeh

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Cengkeh – Pohon cengkeh adalah tanaman tahunan yang mampu tumbuh hingga mencapai tinggi 10-20 meter.

1

Cengkeh ini sendiri memiliki daun dengan bentuk lonjong yang di bagian pucuknya berbunga. Untuk tangkai buahnya pada awalnya akan berwarna hijau, kemudian jika bunganya sudah mekar nantinya akan berubah warna menjadi merah.

Cengkeh yang memiliki nama latin Syzygium aromaticum ini termasuk jenis tanaman perdu dengan batang pohon besar serta berkayu keras cengkeh dapat bertahan hidup hingga puluhan atau bahkan juga ratusan tahun. Dengan tingginya yang mampu mencapai 20-30 meter, maka cabang-cabangnya memang tergolong cukup lebat.

Klasifikasi tanaman cengkeh

Divisi: Spermatophyta

Subdivisi: Angiospermae

Bangsa: Myrtales

Kelas: Dicotyledonae

Marga: Syzygium

Suku: Myrtaceae

Jenis: Syzygium aromaticum (L.) Merr.& Perry

Morfologi tanaman cengkeh

Daun

Daun dari tanaman cengkeh tidak termasuk sebagai daun lengkap, hal ini dikarenakan daun cengkeh hanya berupa tangkai daun atau petiolus dan helaian daun (lamina), akan tetapi tidak memiliki upih atau pelepah daun (vagina). Sementara bentuk daunnya sendiri lonjong dengan bunga pada bagian ujungnya. Termasuk sebagai daun majemuk karena di dalam satu ibu tangkai dapat ditemukan lebih dari satu daun.

Batang

Batang pohon cengkeh umumnya memiliki panjang 10 hingga 15 meter. Batang tersebut berbentuk bulat (teres) dengan permukaan batang yang kasar. Biasanya juga memiliki cabang-cabang dipenuhi dengan banyak ranting, sehingga dapat dikatakan lebat rantingnya.

Arah tumbuh dari batangnya ini tegak lurus (erectus) dengan cara percabangan dari bagian rantingnya tergolong sebagai monopodial karena masih cukup mudah dibedakan antara cabang dan batang pokoknya.

Kemudian untuk arah tumbuh cabangnya lebih condong ke atas (patens). Bukan hanya itu tanaman cengkeh ini memiliki pohon yang mampu bertahan hidup sampai dengan puluhan tahun. Tangkainya berkisar antara 1-2,5 centimeter (Steenis 1975).

Akar

Sistem akar cengkeh termasuk sebagai akar tunggang, dimana ini termasuk akar pokok, asalnya dari akar lembaga yang kemudian memiliki cabang. Bentuk dari akarnya termasuk tombak (fusiformis) di akar tumbuh cabang yang cukup kecil. Akarnya kuat sehingga dapat bertahan hingga puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun. Akarnya juga mampu masuk cukup dalam ke tanah.

Namun perakaran dari pohon cengkeh ini sebenarnya relatif kurang berkembang, tetapi pada bagian terdekat dengan permukaan tanah banyak ditumbuhi bulu akar yang berguna sebagai penghisap sari makanan.

Biji

Cengkeh mampu menghasilkan biji saat usia penanamannya mencapai 5 tahun. Bijinya ini terdiri dari kulit (spedodermis), inti biji (nukleus seminis), tali pusar (funiculus). Meskipun dalam waktu 20 tahun masih akan dapat menghasilkan biji, dapat dikatakan biji ini sudah tidak lagi menguntungkan. Hal ini karena kualitasnya mengalami penurunan dan tidak lagi digunakan untuk industri, misalnya seperti rokok.

Bunga

Bunga cengkeh tumbuh di ujung ranting daun (flos (terminalis) dengan tangkai yang relatif cukup pendek dan bertandan. Bunga cengkeh ini termasuk sebagai bunga majemuk dengan bagian ujung ibu tangkainya selalu ditutupi bunga.

Bunganya terdiri dari tangkai, ibu tangkai dan juga dasar bunga. Bunga cengkeh tergolong sebagai bunga tunggal sehingga masih dapat dibedakan menjadi bunga betina dan bunga jantan. Dasar dari bunga cengkeh berguna sebagai pendukung dari benang sari dan juga putik.

Buah

Cengkeh juga memiliki tangkai buah yang di masa awalnya berwarna hijau dan berwarna merah jika sudah mekar. Buahnya ini termasuk buah semu karena terdapat bagian bunga yang ambil bagian di pembentukan buah.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *