Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Damar

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Damar

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Damar

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Damar – Menurut penjelasan dari Manuputty (1955) dan Soenarto (1989) adalah tanaman dammar memiliki sistematika sebagai berikut :

  • Kingdom         : Plant
  • Divisio             : Spermatophyta
  • Class                : Gymnospermae
  • Sub class         : Dicotyledoneae
  • Ordo                : Araucarales
  • Family             : Araucariaceae
  • Genus              : Agathis
  • Spesies             : Agathis spp

Baca Juga : Pengertian dari Sintesis Protein

Sedangkan morfologi tanaman damar adalah sebagai berikut :

1. Akar pada tanaman damar

Pada tumbuhan muda selalu terdapat akar dengan sistem akar tunggang dalam ukuran besar dan akar – akar mendatar yang berukuran kecil – kecil dan baru yang mana setelah pohon mulai dewasa maka pengembangan akar akan tenggelam / zinkers dan akan menjadi akar – akar mendatar yang kuat.

Sistem perakaran damar terdiri dari dua bagian yaitu akar mendatar yang di dalamnya hanya berukuran beberapa decimeter saja tetapi mampu menancap jauh ke segala arah dan tentu saja akar tunggang berbentuk kerucut dikelilingi oleh akar – akar tenggelam besar yang tumbuh lurus ke bawah tepat di bawah batang.

Pada pohon dewasa panjang akar tunggang sekitar 3 meter dan akar mendatar hingga lebih 10 meter namun tidak banyak ditemukan akar – akar cabang yang halus.

2. Tentang batang tanaman damar

Tanaman ini termasuk ke dalam pohon besar dengan tinggi bisa mencapai kisaran 60 M dan diameter setinggi 150 Cm hingga 200 Cm yang memiliki batang tanaman damar berbentuk monopodial lurus kadang – kadang sedikit berputar – putar serta tidak berbanir dengan kulit kayu setebal 1 hingga 2 Cm berwarna cokelat kelabu.

Mempunyai tajuk tidak lebar, berbentuk kerucut dan sangat rapat terutama pada pohon muda dan akan mulai tumbuh jarang dan sedikit mendatar bila usia sudah tua. Pada pohon – pohon muda memiliki cabang – cabang jelas melingkari batang.

3. Tentang daun tanaman damar

Tanaman damar memiliki daun bersifat tunggal yang kedudukannya berpasangan namun pada ranting – ranting muda memiliki daun yang berkumpul pada bagian ujung – ujungnya. Bentuk daun pipih, bulat telur, atau bulat panjang hingga lancet.

Memiliki perbandingan lebar dan panjang adalah 1 : 3 hingga 1 : 6 dan tangkai daun jelas kelihatan pada permukaan daun sebelah bawah. Panjang daun rata – rata kisaran 7,5 sampai 12 Cm, dengan lebar antara 2 hingga 3,5 Cm.

4. Tentang bunga tanaman damar

Bunga dammar berjenis dua. Bunga jantan tumbuh pada ujung – ujung / axillair dari dahan – dahan pendek atau di ketiak daun.

Bertangkai pendek berbentuk silinder dengan panjang antara 3 sampai dengan 5 Cm, diameter 15 Mm serta ada tumbuh sisik – sisik cantik seperti bentuk sendok makan yang tersusun tidak seperti atap genteng (setelah menjadi buah).

Bunga betina berbentuk bulat, panjang 6 s/d 8 Cm, diameter 6 s/d 7 Cm, dan sisik – sisiknya tersusun seperti atap genteng (menjelang menjadi buah) dengan ujung berbentuk segitiga.

5. Tentang buah tanaman damar

Tanaman dammar mengalami musim bunga sepanjang tahun dan berbuah terutama memasuki awal bulan Februari s/d April dan Agustus hingga Oktober yang mana buah dari tanaman ini memiliki bentuk conus yang khas, bersisik berlapis – lapis seperti sebuah rumah dengan atap genteng yang menumpuk – numpuk rapi (imbricubus) lalu membentuk suatu apiral yang mengelilingi poros berbentuk gada berdaging tebal.

Selanjutnya akan mengconus apabila buah dalam kondisi cukup matang, waktu dibelah memiliki daging buah berwarna coklat. Dari sekitar 190 conus besar atau 377 conus kecil diperoleh 1 Kg benih atau 7950 buah benih.

6. Tentang biji tanaman damar

Adapun biji dari tanaman dammar berbentuk telur terbalik dengan memiliki panjang sekitar 10 sampai dengan 11 mm dan lebar sekitar 8 mm dan memiliki seperti sayap. Biji – biji dalam kondisi segar memiliki daya kecambah bisa mencapai 90 hingga 100 persen dan setelah disimpan selama satu minggu akan turun menjadi 80 sampai dengan 90 persen.

Biji yang sudah kering karena diangin – anginkan akan mudah sekali turun daya kecambahnya dimana setelah melalui masa 14 hari maka daya kecambahnya akan turun hingga 40 persen dan setelah 6 minggu tidak akan mampu lagi melakukan kecambah.

Demikian kami mengulas dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman damar, semoga bermanfaat !

Baca Juga : Cara Budidaya Labu Siam

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *