Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Dewa

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Dewa – Daun dewa atau yang dikenal dengan nama latin Gynura divaricata merupakan tanaman yang kaya akan khasiat, salah satunya dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat herbal.

1

Bagi Anda yang kiranya tertarik jangan ragu untuk memulai budidaya tumbuhan yang satu ini, hasilnya sangat menguntungkan apalagi nilai jualnya yang semakin lama semakin meningkat. Beberapa orang menyebut tanaman ini sebagai samsit. Kandungan yang ada di dalamnya memang sangat bermanfaat diantaranya adalah flavonin, saponin dan juga minyak atsiri.

Daun dewa banyak digunakan sebagai bahan obat rasa nyeri, mengingat kandungan di dalamnya juga ada anti, anti inflamasi dan yang lainnya. sekilas tanaman yang satu ini memang tampak seperti rumput liar biasa, namun jangan salah karena satu daunnya saja memiliki fungsi yang sangat banyak bagi tubuh manusia.

Semakin lama permintaan akan daun ini semakin meningkat, hal ini jugalah yang membuat harganya kian mahal. Jadi seandainya Anda sedang mencari tanaman apa yang kiranya memiliki prospek bagus maka yang satu ini adalah pilihan paling tepat.

Salah satu keuntungan berbudi daya tanaman daun dewa ini adalah dari segi pengelolaan atau perawatan yang tak begitu sulit begitu juga dengan biaya, bayangkan saja jika satu biji yang Anda tanam sudah bisa menghasilkan satu tanaman yang besar dengan daun yang lebat, apalagi untuk waktu panen sendiri tergolong singkat hanya butuh 4 bulan. Itupun dengan pemetikan dilakukan secara berkala, mulai dari 4 sampai dengan 5 helai untuk hari ini dam diteruskan pada minggu-minggu berikutnya, nilai yang dikantongi tentunya tak bisa dikatakan sedikit jika dilakukan berulang-ulang. Selain dengan menjualnya pada pengepul secara langsung untuk Anda yang memiliki keahlian meracik obat akan lebih baik memproduksinya sendiri.

Hasil atau nilai jualnya akan jauh lebih mahal. Untuk mengenal lebih dekat mengenai tanaman daun dewa ini, berikut beberapa ciri morfologisnya:

  • Tanaman ini memiliki tinggi yang tak terlalu panjang yaitu antara 30 sampai dengan 50 cm saja, namun dari sini akan banyak jumlah daun yang bisa diproduksi.
  • Untuk daunnya sendiri memiliki panjang 20 cm dan lebar 10 cm, terbilang cukup besar bukan, namun dari segi ketebalan juga cukup berisi, bentuknya adalah bulan lonjong pendek.
  • Warna yang ditawarkan adalah hijau dan beberapa diantaranya sedikit berwarna ungu mengkilat untuk yang sudah tua dan bisa dipanen.
  • Ujung daun lancip dan memiliki bulu halus pada permukannya, sekilas memang tampak seperti daun tembakau namun tak menyimpan racun.
  • Memiliki bunga majemuk yang biasanya tumbuh di ujung batang, bunga tersebut juga hanya bisa dilihat pada tanaman yang sudah siap petik atau tua.
  • Kelopak bunganya berwarna hijau berbentuk cawan dengan kelopak bengsai berwarna kuning.

Tanaman berkhasiat yang satu ini umumnya hanya bisa tumbuh pada dataran rendah dengan ketinggian tak lebih dari 1.200 m dari permukaan laut, curah hujan juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya.

Jangan sampai Anda menanamnya pada tempat yang curah hujannya kurang, mengingat pertumbuhannya juga tak akan bisa maksimal, utamakan mencari lahan yang senantiasa basah dan curah hujan yang tinggi.

Intensitas pengairan yang tepat bisa membuat perkembangbiakannya maksimal dan lebih cepat. Untuk modal yang diperlukan dalam pembudidayaannya juga tak terlalu banyak, sangat cocok bagi yang ingin menambah penghasilan atau mencari usaha sampingan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *