Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sukun

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sukun – Sukun merupakan nama dari sejenis pohon yang berbuah. Sukun ini memiliki buah yang tidak berbiji serta memiliki bagian yang sangat empuk, dapat dikatakan menyerupai roti setelah digoreng atau di masak. Oleh karena itu masyarakat Eropa banyak yang mengenalnya sebagai buah roti “breadfruit”.

1

Sukun juga sebenarnya merupakan kultivar yang terseleksi, dengan demikian tidak buahnya tidak berbiji. Kata sukun sendiri dalam bahasa Jawa memiliki arti tidak berbiji serta digunakan di kultivar yang tidak berbiji dari jenis buah yang lainnya seperti durian dan jambu klutuk.

Klasifikasi tanaman sukun

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Divisi : Magnoliophyta

Super divisi : Spermatophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub kelas : Dilleniidae

Famili : Moraceae

Ordo : Urticales

Genus : Artocarpus

Spesies : Artocarpus communis Forst

Kerabat dekat : Kluwih, mentawa, pintau, selanking, cempedak, benda, monkey jack, klempatak, keledang dan monkey jack.

Morfologi tanaman sukun

  1. Berpohon tinggi

Pohon sukun umumnya merupakan pohon tinggi yang dapat mencapai 330 meter. Meskipun di desa umumnya hanya mencapai tinggi belasan meter saja. Akan tetapi berkat perbanyakan dengan klon, pada umumnya pendek serta memiliki cabang yang rendah. Batangnya lurus dan juga besar hingga 8 meter, seringkali dengan akar papan atau banir yang cukup rendah serta memanjang.

  1. Bertajuk renggang

Tanaman sukun bertajuk renggang dengan cabang mendatar serta daunnya besar yang memiliki susunan berselang-seling. Lembar dari daunnya mencapai 20 hingga 40 x 20 hingga 60 centimeter, berbagi menyirip ke bagian dalam, liat dan agak keras layaknya kulit, berwarna hijau tua mengkilap pada sisi atasnya, kusam, kasar serta memiliki bulu-bulu halus pada bagian bawah daun.

Daun penumpu besar dengan bentuk kerucut menutupi bagian kuncup tanaman sukun. Sementara keseluruhan bagian pohon sukun ini mengeluarkan getah berwarna putih (lateks) jika dilukai.

  1. Bunga dalam ketiak daun

Perbungaan dari tanaman sukun berada dalam ketiak daun, di dekat ujung ranting. Bunga jantan dari tanaman sukun di dalam bulir dengan bentuk gada panjang dan menggantung, memiliki ukuran 15-25 centimeter.

Bunga jantan tersebut berwarna hijau muda serta menguning jika masak, serbuk sari memiliki warna kuning serta menguning saat masak, serbuk sarinya yang berwarna kuning sangatlah mudah diterbangkan oleh angin.

Sedangkan bunga betina majemuknya berbentuk bulat atau sedikit silindris berukuran 5 hingga 7 x 8 hingga 10 centimeter dan berwarna hijau. Bunga betina majemuk berkembang hingga menjadi buah majemuk yang memiliki diameter 10-30 centimeter.

Forma dengan biji timbul dan memiliki duri-duri lunak serta pendek dengan warna hijau tua. Forma tapa biji (sukun) umumnya memiliki kulit buah yang memiliki kulit buah berwarna kekuningan dengan duri yang tereduksi menjadi sebuah pola dari mata faset bersegi empat ataupun segi enam pada bagian kulitnya.

  1. Biji timbul dengan bentuk bulat

Buah sukun memiliki biji timbul yang bulat atau sedikit gepeng hingga terlihat sedikit persegi, warna dari biji ini kecoklatan dengan 2,5 centimeter yang diselubungi tenda bunga. Tanaman sukun tidak menghasilkan biji serta tenda bunganya berada di bagian atas menyatu dan membesar hingga tenda bunga tersebut menjadi daging dari buah sukun.

Diperkirakan bahwa tanaman sukun ini memiliki kemampuan yang besar untuk beradaptasi dengan lingkungan tumbuhnya, sehingga dikatakan sebagai tanaman pionir yang dapat tumbuh cukup baik pada tanah subur ataupun kurang subur.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *