Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak – Siapa yang tak kenal dengan jamu, obat tradisional asli Indonesia, hingga sekarang ini kita masih bisa dengan mudah menjumpai para penjualnya. Namun berbeda dengan dulu dimana penjual menjajakan jamu mereka dengan cara menggendong maka sekarang ini sudah menggunakan alat transportasi modern, baik itu sepeda maupun motor. Namun jangan salah karena untuk rasa dan juga khasiat masih sama seperti yang dulu kok.

1

Jamu sendiri ditawarkan dengan berbagai macam pilihan sesuai dengan kebutuhan. Namun umumnya bahan pembuatnya kurang lebih sama, yaitu tanaman rempah dan semacamnya. Salah satu yang tak ketinggalan adalah temulawak. Bahan yang satu ini pasti ada dalam produk racikan jamu mereka, baik itu yang putih maupun hitam.

Manfaatnya sendiri cukup banyak salah satunya adalah sangat berguna untuk menambah nafsu makan, meskipun dari segi rasa salah satunya pahit yaitu temulawak hitam. Bahkan beberapa memanfaatkannya dalam produk obat atau juga susu mereka loh. Tak percaya, coba lihat kandungan yang ada di dalamnya pasti ada yang menyebutkan curcuma.

Temulawak sendiri tergolong sebagai bahan dengan berbagai nama, sebagian menyebutnya sebagai kuntit, koneng gede, temulawak dan masih banyak lagi meskipun mengacu pada jenis yang sama. Untuk mengenal lebih dalam mengenai bahan yang bermanfaat ini mari simak klasifikasinya:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Ordo : Zingiberales

Famili : Zingiberaceae

Genus : Curcuma

Species : Curcuma xanthorrhiza ROXB

Temulawak atau yang lebih dikenal dengan nama keren curcuma ini merupakan bahan yang bisa dengan mudah dibudidayakan, hanya dengan mengambil satu bagiannya saja dan ditanam di dalam tanah maka dalam beberapa bulan saja akan berkembang menjadi besar, meskipun memiliki batang dan juga daun, namun pemanfaatan memang sebatas pada bagian rimpangnya saja. Morfologi dari curcuma sendiri yaitu:

Batang

Tanaman ini biasanya akan tumbuh merumpun, jadi antara satu batang dan batang yang lainnya akan sangat berdekatan. Tumbuhan ini bisa dengan mudah dikenali, memiliki ketinggian hingga mencapai 3 meter dan merumpun.

Daun

Karena bagian batang dari tumbuhan tersebut tergolong tumbuh merumpun maka bagian daun juga akan tumbuh dengan sangat berdekatan, setiap satu tanaman akan memiliki 2 sampai 10 helai daun, dengan lebar mencapai 50 cm dengan bentuk yang cukup memanjang. Tiap anakannya sendiri akan memiliki daun hingga 5 helai, jadi dari satu tumbuhan akan meninggalkan daun yang cukup banyak.

Bunga

Berbeda dengan tanaman lainnya yang hanya berbunga di musim-musim tertentu maka temulawak ini akan terus berbunga hingga sepanjang tahun, umumnya bunga memiliki kelopak berwarna kuning tua dengan panjang tangkai mencapai 4 cm.

Rimpang

Bagian indukannya akan bulat seperti telur, namun akan senantiasa tumbuh dan bertambah, dari tiap satu tanaman akan memiliki cabang antara 2 sampai dengan 5 rimpang, mudah dalam melihatnya jika sudah dicabut.

Akar

akar dari tanaman yang satu ini tergolong sebagai akar serabut.

Bagaimana cukup mudah bukan mengenalinya, umumnya masyarakat yang berada di daerah pedesaan masih banyak yang menanam di belakang rumah, selain dapat mengisi lahan kosong juga lumayan untuk dimanfaatkan sebagai bahan dalam membuat masakan, jenis masalah tertentu memang sangat memanfaatkan temulawak agar rasanya lebih enak dan membuat warna lebih bagus.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *