Klasifikasi Jenis Tanah

Klasifikasi Jenis Tanah – Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan klasifikasi tanah. Melakukan klasifikasi jenis tanah bukan hal yang mudah. Karena tanah memilki beberapa lapisan dan memilki sifat yang berbeda pada setiap daerah. Tanah itu sendiri terbentuk akibat dinamika yang timbul di lapisan bawah atmosfer yang menyebabkan pelapukan batuan. Ada beberapa macam dinamika yang menyebabkan terjadinya proses tersebut. Di antaranya dinamika geografi, dinamika iklim, aktivitas organisme. Lama waktu yang terjadi di beberapa faktor tersebut memunculkan beberapa jenis tanah.

Untitled

Klasifikasi jenis tanah dapat dilakukan dengan mengidentifikasi secara fisika maupun kimia, serta dengan melakukan pengamatan terhadap lapisan yang membentuk profil pada tanah itu. Seiring dengan berkembangnya teknologi saat ini, cara baru untuk mengklasifikasi tanah ditemukan yaitu dengan melihat batuan besar penyusun tanah tersebut yang memberikan ciri khas pada tanah. Akibatnya muncul lebih banyak lagi variasi jenis tanah.

selain cara yang sudah disebutkan di atas, klasifikasi jenis tanah dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Menggunakan sistem USDA

Sistem USDA adalah sistem milik negara Amerika yang masih digunakan dari tahun 1975 sampai sekarang. Sistem ini menggunakan identifikasi sifat utama yang dimiliki oleh tanah itu sendiri. Ciri khas dari sistem klasifikasi tanah ini adalah selalu menggunakan akhiran “sol” pada penamaan jenis tanahnya. Contoh penamaan jenis tanahnya dapat dilihat sebagai berikut:

  • Vertisol
  • Entisol
  • Aridisol
  • Inceptisol
  • Klasifikasi tanah berdasarkan PPT Bogor

Sistem yang satu ini sering digunakan oleh para pekerja lapangan. Karena cara melakukannya cukup mudah diingat. Namun, sistem ini juga memiliki kekurangan yaitu tidak ada ciri khas penamaan.

Klasifikasi jenis tanah sangat diperlukan untuk mengetahui jenis tanah yang akan digunakan untuk mendirikan suatu bangunan atau pembuatan jalan. Karena dalam pengerjaan suatu proyek jalan atau bangunan pada tanah gembur akan berbeda penangannya dengan tanah yang padat. Jika salah mengklasifikasi tanah maka berakibat fatal pada pembuatan jalan atau gedung. Jalan yang dibuat dapat amblas pada area tertentu, tidak jauh berbeda dengan jalan. Kecerobohan dalam menentukan jenis tanah dapat berakibat robohnya gedung bahkan sebelum pengerjaan selesai.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *