Konsep dan Prinsip Dari Genetika

Penelitian yang dilakukan oleh Mendel memang telah memberikan ilmuan dasar sebagai matematis untuk memprediksi probabilitas fenotipe serta genotipe di keturunan persilangan genetik. Akan tetapi tidak semua pengamatan genetik ini mampu dijelaskan serta di prediksi di dalam genetika Mendel.

fu 44

Fenomena genetik yang berbentuk kompleks serta berbeda dari yang lain juga mampu terjadi. Berbagai konsep genetik yang bersifat kompleks memang di jelaskan di bagian ini, penjelasan ini seperti fenomena genetik dengan perbedaan jenis darah serta warna kulit.

Dominasi yang Lengkap

Di dalam berbagai kombinasi alel, dominasinya memang tidak ada, namun sebaliknya mempunyai dua karakteristik yang berbentuk campuran. Di dalam situasi yang seperti ini kedua alel mempunyai kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka seperti bunga Snapdragon yang menampilkan dominasi yang begitu lengkap di dalam warna yang mereka miliki.

Di dalam dua alel untuk warna bunga ini ialah satu untuk bunga yang berwarna putih dan satu untuk bunga yang memiliki warna merah, saat dua alel yang berwarna putih ini hadir, tanaman pun akan menampilkan bunga yang berwarna putih, namun saat dua alel untuk bunga yang berwarna merah ada, tanaman ini mempunyai bunga merah. Namun bila keduanya hadir yang artinya satu alel merah dan satu alel putih, maka terbentuklah merah muda.

Akan tetapi apabila dua snapdragons yang berwarna merah muda ini disilangkan, rasio fenotip untuk keturunannya ialah satu bunga berwarna merah, dua bunga berwarna pink, dan satunya putih. Hasil ini menunjukkan jika gen ini tetap independen hanya ekspresi dari gen yang campuran. Bila gen untuk merah serta putih ini di campur, akan terbentuk murni warna merah.

Alel Ganda

Di dalam kasus yang tertentu terdapat lebih dari dua alel yang terdapat untuk karakteristik yang tertentu, walaupun seorang individu ini hanya mempunyai 2 alel, alel tambahan ini mungkin berada di dalam populasi. Kondisi inilah yang disebut sebagai alel ganda.

Contoh dari beberapa alel berada di dalam golongan darah yang dimiliki oleh manusia. Golongan darah ini di tentukan dari sebuah gen tunggal dengan alel yang memungkinkan seperti A, B serta O. Sel darah memiliki dua antigen yakni A serta B. Ada maupun tidak adanya hasil ini di dalam antigen dalam 4 jenis darah yakni B, A, O dan AB.

Jadi, bila seseorang mempunyai antigen yang A, hal ini berarti ia mempunyai golongan darah A, dan antigennya ialah B, maka golongan darahnya ialah B, dan bila sel darah merah mereka mempunyai dua buah antigen yakni A serta B, hal ini berarti golongan darah mereka ialah AB. Jika sel darah merah yang berada di dalam tubuhnya tidak mempunyai antigen A serta B, hal ini membuktikan bila golongan darahnya ialah O.

Alel di tipe A serta B ialah kodominan, kedua alel ini diekspresikan, namun untuk alel yang berada di golongan O. Golongan ini ialah resesif, dua tipe A dan B.

Pewarisan poligenik

Walaupun banyak sekali karakteristik yang di tentukan karena alel yang berada di sebuah tempat di kromosom, akan tetapi beberapa karakteristik yang di tentukan karena adanya interaksi gen di beberapa kromosom atau beberapa tempat pada sebuah kromosom. Kondisi pewarisan yang satu ini disebut poligenik.

Salah satu contoh dari adanya pewarisan poligenik ialah warna kulit yang dimiliki oleh manusia, gen warna kulit ini berada di banyak tempat.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *