Lahirnya Hari Raya Idul Adha Sebagai Hari Raya Kurban

Umat Islam mempunyai beberapa hari raya yang salah satunya ialah hari raya idul adha. Hari raya ini jatuh di tanggal 10 Dzulhijjah pada setiap tahun. Selain menjalankan ibadah sholat idul adha dua rakaat, umat Islam diperintahkan untuk menyediakan hewan yang harus disembelih yakni sapi, unta atau kambing.

f 7

Salah satunya dapat dipilih dan hanya hewan-hewan tersebut yang diperbolehkan. Hingga tak heran bilamana ibadah yang satu ini dikenal pula dengan nama ibadah hewan kurban.

Latar belakang dari hari raya idul adha sebagai hari raya kurban

Hari raya idul adha ini pun tak terlepas dari beberapa kisah yang melatarbelakanginya. Yang mana kisah ini telah terjadi sejak lampau tepatnya di zaman nabi Ibrahim. Kala itu nabi mempunyai istri bernama Sarah namun tak kunjung pula ada seorang anak di tengah-tengahnya.

Hingga suatu ketika permohonan doa dari sang nabi untuk memiliki buah hati dikabulkan. Lahirlah anak laki-laki yang diberi nama Ismail dari istri kedua yang bernama Hajar. Tak lama kemudian, sang nabi mendapat perintah dari Allah SWT yang memerintah untuk mengajak istri dan buah hatinya ke Canaan.

Lalu sang nabi diperintahkan lagi untuk pergi ke suatu tempat dan meninggalkan Ismail dan Hajar di suatu padang pasir. Istrinya pun menyetujui dan sang nabi pun meninggalkan bersama beberapa bekal makanan. Namun bekal yang ditinggalkan oleh Ibrahim habis dengan segera dan membuat istri dan anaknya kelaparan dan haus sekali.

Saat dimana rasa haus nan lapar mulai terasa, Hajar segera pergi untuk mencari makanan dan minuman untuk dikonsumsi. Selama tujuh kali putaran dari bukit Safa ke Marwah tak kunjung mendapati hasil pula. Hajar pun beristirahat di dekat putranya dan memohon pertolongan dari Allah SWT.

Doanya pun dikabulkan dan muncullah mata air yang terus mengalir dari bawah kaki Ismail. Air tersebutlah yang kini dinamakan air zamzam dan senantiasa diburu oleh para pihak yang menjalankan ibadah haji. Setelah peristiwa tersebut, Ibrahim mendapatkan perintah lagi untuk membangun Ka’bah tepat di samping sumur zamzam itu. Tempat ini dibangun oleh sang Nabi dan putranya, Ismail.

Kisah dari pengorbanan di sebagai hari kurban

Saat usia Ismail 13 tahun, ayahnya mendapati perintah dari Allah untuk menyembelihnya di suatu tempat. Perintah yang satu ini cukup berat dan akhirnya disetujui dengan persetujuan dari Ismail sebelumnya. Hingga tiba saatnya proses penyembelihan itu berlangsung, Ibrahim pun menutup kedua matanya.

Kemudian Allah mengganti Ismail dengan seekor sapi yang besar. Sejak saat itulah Allah memerintahkan umat Islam untuk menjalankan ibadah kurban setelah ibadah idul adha. Di samping itu pula Ibrahim merasa senang karena tak kehilangan anaknya dan segera menjalankan perintah Allah tersebut.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *