Legenda Mahapatih Gadjah Mada

gajahmadaLegenda Mahapatih Gadjah Mada – berdasarkan naskah, syair dan mitologi jawa kuno Mahapatih Gajah Mada merupakan seorang pemimpin militer yang kuat dan seorang mahapatih dari kerajaan Majapahit. Mahapatih Gajah Mada telah membawa kerajaan untuk menggapai puncak kejayaan.

Mahapatih Gajah Mada menyampaikan sumpah yang disebut sumpah palapa, yang mana berisikan bahwa Mahapatih Gajah Mada tidak akan makan makanan yang pedas sampai Mahapatih Gajah Mada dapat menguasai seluruh nusantara (se-asia tenggara) untuk Majapahit. Di zaman modern Indonesia, Mahapatih Gajah Mada dianggap sebagai pahlawan yang penting, sebuah symbol patriotism dan nasionalisme.

Tidak banyak yang diketahui mengenai kehidupan Mahapatih Gajah Mada. Beberapa menyebutkan bahwa awal karirnya sebagai pemimpin dari Bhayangkara, yang merupakan sebutan untuk pasukan elit raja Majapahit dan keluarganya.

Ketika Rakrian kunti yang merupakan satu dari keturunan di kerajaan Majapahit memberontak melawan raja Majapahit Jayanegara (masa kepemimpinannya 1309-1328) di tahun 1321masehi, Gajah Mada dan mahapatih saat itu ‘Arya Tadah’ menolong raja dan keluarganya untuk melarikan diri dari ibu kota Trowulan.

Kemudian Gadjah mada membantu raja untuk kembali ke ibukota dan menghancurkan pemberontakan. Tujuh tahun kemudian, Jayanegara dibunuh oleh Rakrian Tanca, yang merupakan orang kepercayaan Rakrian Kuti. Di versi lainnya, menurut Nagarakretagama dan dukungan dari beberapa inskripsi, Jayanegara dibunuh oleh Gadjah Mada pada tahun 1328 masehi.

Kematian Jayanegara merupakan awal dari kenaikan saudara perempuannya Tribuana Wijayatunggadewi yang memimpin dari tahun 1328-1350 masehi. Dibawah kepemimpinan ratu inilah, Gadjah Mada menjadi mahapatih di tahun 1329 setelah Arya Tadah.

Sebagai mahapatih dimasa kepemimpinan Thribuana Tunggadewi, Mahapatih Gajah Mada menghancurkan pemberontakan oleh Sadeng dan Keta di tahun 1331. Dikatakan bahwa selama menjadi mahapati dibawah ratu Thribuana Tunggadewi inilah Mahapatih Gajah Mada melakukan sumpahnya yaitu sumpah palapa.

Bahkan rekannya saat itu awalnya meragukan sumpahnya tersebut, tetapi Mahapatih Gajah Mada tetap berusaha mewujudkan mimpinya tersebut untuk menyatukan nusantara dibawah kejayaan kerajaan Majapahit. Mahapatih Gajah Mada segera menguasai Bedahulu (bali) dan Lombok di tahun 1343.

Mahapatih Gajah Mada mengirim pasukan untuk menyerang kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Disana Mahapatih Gajah Mada menempatkan pangeran Majapahit, Adityawarman, sebagai kepala pengatur di minangkabau, Sumatera Barat. Selain itu juga Mahapatih Gajah Mada menguasai kerajaan Samudra Pasai, Bintan, Tumasik (singapura), Melayu dan Kalimantan.

Setelah turunnya ratu dari singgasana dan kepemimpinan digantikan oleh anaknya Hayam Wuruk (berkuasa dari1350 hingga 1389 masehi), Mahapatih Gajah Mada tetap menjadi mahapatih dibawah kepemimpinan raja yang baru dan melanjutkan rencana militernya dengan memperluas kekuasaan kerajaan majapahit hingga Logajah, Gurun, sasak, seram, buton, hutankadali, kunir, banggai, dan lain-lain.

Mahapatih Gajah Mada secara efektif telah berhasil menguasai daerah nusantara seperti Indonesia saat ini di bawah kerajaan Majapahit, tidak saja berhasil menguasai seluruh batas nusantara tetapi juga Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina dan juga Timor leste.

Kehancuran Mahapatih Gajah Mada dimulai ketika raja Hayam wuruk meminta Mahapatih Gajah Mada untuk membawa Diyah Pitaloka sebagai calon ratu bagi Hayam Wuruk tetapi Mahapatih Gajah Mada justru menganggap in kesempatan untuk menjadikan kerajaan sunda atau pajajaran dibawah kekuasaan Majapahit dan memicu perang Bubat.

Melalui perang ini kerajaan sunda kalah dan diikuti oleh tragedy bunuh diri oleh putrid Diyah pitaloka. Mengetahu kejadian tersebut raja Hayam wuruk kaget dan menyalahkan kecerobohan Mahapatih Gajah Mada dan Mahapatih Gajah Mada diturunkan jabatannya, menetap di Jawa tengah. Gadjah mada meninggal di tahun 1364 masehi.

Baca juga : Sejarah Kerajaan Islam Pertama Samudera Pasai

Loading…

One thought on “Legenda Mahapatih Gadjah Mada

  1. Pingback: Sejarah Kerajaan Islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *