Legenda Maneki Neko Adalah Kucing Pembawa Keberuntungan Dari Jepang

Legenda Maneki Neko Adalah Kucing Pembawa Keberuntungan Dari Jepang  – Meskipun sepintas lalu bangunan kuil terlihat dari luar adalah tampak seperti sebuah bangunan tradisional biasa,.

Namun kuil Shinto zaman sekarang telah dibangun dengan memakai teknologi serba canggih untuk mengkonstruksi bangunan berdasarkan atas desain, antisipasi bencana, dan faktor – faktor lainnya.

qws12

Berikut adalah satu kuil Shinto yang paling indah di Jepang dan mencatat cerita legenda rakyat Jepang yang pernah terselamatkan dari bencana alam kemarau panjang oleh sekumpulan kucing pembawa keberuntungan bernama Maneki Neko.

Kuil Yasukuni

Kuil Shinto Yasukuni berlokasi di kota Tokyo. Kuil ini dibangun dan didirikan untuk tempat mendoakan para warga Jepang yang tewas sebagai akibat Perang Dunia ke – II dan juga terkena wabah bencana kemarau panjang setelah perang usai.

Di samping itu, tempat ini juga menjadi wadah atau sarana untuk mengenang para pahlawan Jepang yang berjumlah 14 orang termasuk d dalamnya adalah beberapa penjahat perang kelas A pada waktu pecahnya Perang Dunia ke – II, dulu.

Pada bulan Oktober tahun 2003, di dalam perpustakaan kuil Shinto Yasukuni ini terdapat koleksi buku – buku tua tersimpan rapi di dalam kuil ini yang mencatat kisah sekitar 2.466.495 tentara jepang dan tentara bekas jajahannya, seperti Korea dan Taiwan terbunuh akibat perang, penyakit dan bencana alam.

Erat kaitannya dengan penjelasan tentang kuil Shinto Yasukuni tersebut di atas, di ruang utama kuil terdapat beberapa buah patung kucing yang terbuat dari keramik dan kayu bernama Kucing Maneki Neko merupakan sebutan bagi sebuah patung kucing yang terbuat dari bahan keramik pilihan yang paling mahal dengan posisi salah satu kaki bagian depannya terangkat seolah – olah sedang melambaikan tangan kepada seseorang atau sedang memanggil orang yang bersangkutan.

Jika kaki depan yang diangkat adalah kaki kanan, maka warga Jepang percaya hal tersebut adalah pertanda mereka akan dimudahkan dalam menghasilkan uang. Sedangkan apabila kaki depan yang diangkat adalah kaki kiri.

Maka dipercaya bahwa para pembeli mampu menarik pembeli dalam jumlah besar untuk datang berkunjung ke toko mereka buat berbelanja. Sehingga kucing Maneki Neko banyak dipajang pada etalase di toko – toko tradisional khas orang Jepang.

Sekilas Cerita Tentang Kucing Turunan Jepang Bernama Maneki Neko

Kucing yang umum digunakan sebagai model patung keramik Maneki Neko biasanya adalah dari jenis kucing  Japanese  Bobtail  yang  memiliki  ekor  pendek,  gemuk  dan  berbulu blangtelon ( belang tiga ). Namun ada juga patung kucing Maneki Neko yang berwarna emas atau hitam.

Bagaimana ceritanya hingga orang – orang Jepang mempunyai kepercayaan seperti itu terhadap seekor patung kucing biasa ?

Ada beberapa kisah yang tercatat dan masing – masing memiliki versi berbeda mengenai asal –  usul dari patung kucing keberuntungan bernama Maneki Neko ini.

Kisah pertama adalah diceritakan bahwa ada seorang penguasa kerajaan Domain Hikone yang bernama Ii Naotaka sedang dalam perjalanan pulang dari berburu di hutan belantara dan melewati sebuah kuil yang bernama kuil Gōtoku – ji.

Di pintu gerbang kuil yang kusam dan kumuh, dia melihat seekor kucing liar yang terlihat jinak dan baik hati seperti melambaikan tangan dan memanggilnya untuk mampir masuk ke dalam kuil.

Ii Naotaka akhirnya mampir dan masuk ke dalam kuil besar yang sangat asri dan nyaman meskipun dari luar terlihat seperti bangunan tua yang tidak ada mengurus dan sedikit kotor ( terbengkalai ).

Setelah dia masuk ke dalam kuil dan duduk untuk sekedar meluruskan kedua kakinya, tiba – tiba di luar hujan turun dengan maha derasnya disertai sambaran petir yang menggelegar seperti sekelompok penyamun sedang marah besar.

Karena merasa berhutang budi ditolong oleh si kucing liar tersebut, maka dia pun berpikir untuk menyumbangkan sejumlah besar uang untuk pembangunan kuil ini agar menjadi sebuah kuil yang megah dan layak untuk dikunjungi oleh orang asing yang membutuhkan seperti dirinya.

Kisah yang lainnya adalah menyebutkan bahwa terdapat seorang samurai yang hampir kalah dalam peperangan Egotagahara ( terjadi sekitar tahun 1476 – 1478 ) bernama Ōta Dōkan tengah tersesat dan masuk terlalu jauh ke hutan rimba tak berpenghuni manusia.

Namun ketika rasa cemas mulai mencengkeram jiwanya, dia melihat seekor kucing ras Jepang dengan posisi yang seolah melambaikan tangan untuk memanggilnya agar mau beristirahat di sebuah Jishō – in.

Setelah dia beristirahat dan berhasil mengumpulkan kekuatan di dalam tubuhnya, Ōta Dōkan kembali merasa sehat dan akhirnya memutuskan keluar dari hutan untuk bertempur lagi bersama teman – teman tentara yang lainnya.

Ternyata mereka berhasil memenangkan pertempuran tersebut. Sebagai tanda terima kasihnya terhadap kucing liar yang telah membantunya untuk mampir beristirahat di dalam sebuah kuil tua.

ia mendirikan sebuah patung dengan posisi melambaikan salah satu kaki depannya yang disebut dengan posisi Jizōson.

Konon patung inilah yang menjadi titik awal legenda Maneki Neko mulai populer dikalangan warga asli Jepang.

Baca Artikel Lainnya :

Beberapa waktu telah berlalu, kucing – kucing pahlawan tersebut dikabarkan mati karena usia tua dan dikuburkan oleh biksu pada taman di belakang kuil tersebut.

Untuk mengenangnya, mereka membuatkan sebuah patung kucing raksasa dari kayu dengan posisi melambaikan salah satu kaki depannya kepada orang – orang yang kebetulan lewat di depannya agar bersedia mampir ke dalam kuil dimana patung ini diberi nama Manegineko yang khsuus berada di dekat kuil Shinto orang Jepang.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *