Macam – Macam Tradisi Dan Budaya Di Lombok

Sejak dulu pulau Lombok terkenal sebagai pulau wisata yang memiliki berbagai macam budaya daerah dan sudah berkembang pesat dalam masyarakat luas di luar pulau hingga mancanegara.

Sehingga jika ragam budaya daerah tersebut dikelola secara profesional maka akan mampu menarik minat wisatawan lokal dan turis asing untuk berkunjung ke Lombok yang pada akhirnya nanti akan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

n 43

Berbagai atraksi yang erat hubungannya dengan budaya daerah ini antara lain :

Bau Nyale

Bau Nyale adalah sebuah peristiwa dan tradisi tua dari warga Lombok yang telah melegenda dan memiliki nilai sakral tinggi bagi suku Sasak di Lombok dan luar pulau.

Tradisi ini dibuka oleh kisah seorang Putri Raja Tonjang Baru yang terkenal sangat cantik dan biasa dipanggil dengan nama Putri Mandalika. Karena kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya maka oleh para Putra Raja, ia diperebutkan untuk dipinang menjadi seorang permaisuri.

Namun jika diketahui bahwa salah satu dari putra raja tersebut ditolak pinangannya maka akan menimbulkan peperangan. Sang Putri pun berani mengambil keputusan dengan tegas yaitu pada tanggal 20 bulan kesepuluh, ia memutuskan untuk menceburkan diri ke laut lepas karena terlalu banyak yang melamarnya dan ia tak bisa membuat keputusan.

Dipercaya oleh masyarakat Lombok bahwa hingga kini Bau Nyale adalah jelmaan dari Putri Mandalika. Nyale merupakan sejenis binatang laut yang berkembang biak dengan bertelur dan perkelaminan mereka adalah jantan dan betina.

Upacara ini diadakan secara rutin setahun sekali. Bagi masyarakat Sasak, Nyale dimanfaatkan untuk bermacam – macam keperluan seperti pelengkap santapan pagi (Emping Nyale), ditaburkan ke sawah dalam kondisi segar untuk kesuburan padi, lauk – pauk yang dimakan bersama nasi, obat kuat dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan orang yang membutuhkan.

Slober

Kesenian Slober adalah salah satu jenis musik tradisional khas Lombok yang tergolong berusia sangat tua, dimana koleksi alat – alat musiknya sangat unik dan sederhana yaitu terbuat dari pelepah enau dengan panjang sekitar 1 jengkal dan lebar 3 cm.

Kesenian slober keberadaannya didukung dengan peralatan pendukung yang lainnya yaitu gendang, petuq, rincik, gambus, dan seruling. Nama kesenian slober diambil dari salah seorang warga desa Pengadangan kecamatan Pringgasela yang bernama Amaq Asih alias Amaq Slober.

Kesenian ini dipercaya sebagai salah satu wujud kesenian tua yang masih eksis hingga saat ini dan biasanya dimainkan pada setiap bulan purnama.

Lomba Memaos

Lomba Memaos atau membaca lontar merupakan lomba yang menceritakan hikayat kerajaan – kerajaan Nusantara yang ada di masa lampau, dimana diketahui bahwa satu kelompok pepaos terdiri dari 3 – 4 orang. Satu orang sebagai pembaca, satu orang sebagai pujangga dan satu orang sebagai pendukung vokal.

Tujuan pembacaan cerita ini adalah untuk mengetahui kebudayaan masa lampau, dan menanamkan nilai – nilai budaya asli yang telah berusia sangat tua pada generasi penerus.

Kesenian memaos ini kembali diangkat sebagai asset budaya daerah dan bisa dijadikan sebagai daya tarik wisata khususnya tentang wisata budaya.

Periseian

Kesenian bela diri khas Lombok telah ada sejak jaman kerajaan – kerajaan di Lombok, dahulu, awalnya adalah semacam latihan pedang dan perisai biasa sebelum pada akhirnya digunakan untuk bertempur sungguhan ke medan pertempuran.

Pada perkembangan selanjutnya, saat ini senjata yang dipakai berupa sebilah rotan dengan lapisan aspal dan pecahan kaca yang dihaluskan dan menjadi tajam, sedangkan perisai ( Ende ) biasanya terbuat dari kulit lembu atau kerbau.

Masing – masing pemainnya / pepadu dilengkapi dengan ikat kepala dan kain panjang. Kesenian ini erat hubungannya dengan upacara ritual dan musik pengiring yang mampu membangkitkan semangat pemain untuk siap berperang.

Pertandingan akan dihentikan apabila salah satu pepadu mengeluarkan darah yang sangat parah sehingga dihentikan oleh juri. Meskipun perkelahian cukup seru bahkan tak jarang dapat memicu munculnya cidera parah dari para pemain hingga mengucurkan darah di dalam arena.

Baca Artikel Lainnya :

Tetapi di luar arena, sebagai pepadu yang menjunjung tinggi sportifitas, mereka dilarang untuk musuhan beneran dan tidak ada dendam diantara mereka. Inilah pepadu Sasak yang asli dan banyak yang menjunjung tinggi dan menghormatinya.

Festival Periseian secara rutin diadakan setiap tahun di kabupaten Lombok timur yang diikuti oleh pepadu antar desa – desa di pulau Lombok.

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat !

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *