Materi Pembentuk Protein dalam Tubuh

Materi Pembentuk Protein dalam Tubuh – Anda pasti sering mendengar bukan jika orang dengan keturunan yang sama pasti akan memiliki DNA yang sama. Bahkan penelitian juga mengatakan jika seseorang bersahabat atau berteman karib, biasanya mereka akan memiliki DNA yang sama.

1

Hal ini menunjukkan bahwa seseorang dengan DNA yang sama akan memiliki ciri yang sama. Baik dari sisi sifat, maupun ciri khas organ dalam Anda. Termasuk juga struktur organ dan kandungan zat di dalam organ tersebut. Maka bukan suatu hal yang aneh ketika misalnya terjadi kecelakaan, untuk mengidentifikasi korban akan dilakukan tes DNA atas beberapa bagian tubuh.

DNA sendiri memang berada di inti sebuah sel. Dimana DNA akan terbentuk melalui sebuah rantai yang disebut dengan nukleotida. Dimana dalam rantai ini terdapat kandungan basa nitrogen dengan jenis:

  • Sitosin (C),
  • Guanin (G),
  • Adenin (A),
  • Timin (T).

Bersama dengan deoksiribosa dan gugus fosfat, maka rangkaian rantai nukleotida ini akan membentuk sebuah kode yang nantinya akan diterjemahkan menjadi informasi khusus atas kondisi biologis seseorang. Informasi ini tidak akan bisa hilang ataupun rusak bahkan karena faktor kimia sekalipun.

Salah satu bentuk informasi mengenai kondisi biologis ini adalah dalam hal protein dan kandungan zat lain yang Anda dalam tubuh manusia. Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa ada penyakit turunan atau bawaan. Karena memang informasi ini akan selalu terbawa ketika sel membelah diri.

Padahal inti sel tadi adalah DNA bukan? Kemudian, yang perlu Anda ketahui adalah sebuah informasi yang dikodifikasi melalui rangkaian nukleotida tadi hanya bisa diterjemahkan jika Anda satu unsur penting satu ini, yaitu RNA. Dimana RNA juga menjadi bagian dari asam nukleotida yang memiliki fungsi penting pada tubuh manusia.

Sebagai bagian dari asam nukleotida, sama dengan DNA, maka RNA juga memiliki struktur yang tidak jauh berbeda dengan DNA. Yaitu tersusun melalui sebuah rangkaian nukleotida. Hanya saja basa nitrogen yang menyusun sedikit berbeda. Dalam RNA makan tidak akan ditemui kode Timin, melainkan diganti dengan kode Urasil (U).

Selain itu, jika rantai dalam DNA sifatnya saling memilin sehingga terbentuk rantai double, maka rantai pada RNA hanya ada satu. Adapun RNA mengubah informasi dari DNA ini dengan cara menyalin rantai basa nitrogen DNA sebanyak 3 urutan yang dinamakan kodon.

Dari sisi bentuk sendiri RNA tidak seperti DNA yang memiliki bentuk kaku, tetapi RNA akan memiliki bentuk yang bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Adapun secara fungsi, RNA ini dibagi menjadi beberapa, yaitu:

  1. RNA massenger ata mRNA
  2. RNA ribosomal atau rRNA
  3. RNA transfer atau tRNA

Diantara ketiga jenis RNA diatas, tidak ada satu jenis RNA yang memiliki fungsi lebih dibandingkan dengan RNA lainnya. Karena semuanya bersinergi dan memiliki peran yang vital dalam pembentukan sintesa protein atau protein buatan.

Adapun mekanisme dari sintesa protein melalui 3 fungsi RNA ini adalah dengan semua protein yang dimiliki oleh tubuh dan berada dalam inti sel akan diambil dan diduplikasi informasinya melalui mRNA melalui sebuah proses yang dinamakan transkripsi.

Kemudian bersambung dengan ribosom melalui rRNA untuk memberikan informasi, informasi yang telah diolah dan diterima oleh ribosom ini kemudian disampaikan kembali ke dalam sel agar memproduksi protein seperti yang dikodekan melalui tRNA. Jika dilihat dari ketahanan hidup, maka mRNA ini akan lebih singkat bertahan hidup dibandingkan dengan rRNA dan tRNA.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *