Membedakan Antara Respirasi Aerob Serta Anaerob dalam Sel

Membedakan Antara Respirasi Aerob Serta Anaerob dalam Sel – Mahkluk hidup tersusun atau jutaan sel yang ada di dalam tubuh mereka, sel yang akan berubah menjadi jaringan dengan bentuk dan kinerja yang sama. Dilanjutkan dengan pembentukan pada organ, sistem organ baru akhirnya menjadi sebuah satu kesatuan yang dinamakan sebagai makhluk hidup.

Untitled

Meskipun tak memungkiri bahwa ada jenis makhluk hidup yang hanya tersusun dari satu sel saja. Sangat penting untuk diketahui bahwa ternyata keberadaan tiap sel mengambil andil yang sangat penting, sama halnya seperti sebuah mesin yang membutuhkan komponen-komponen lainnya, manusia juga sama seperti itu.

Baca Artikel Lainnya :

Untuk bisa menghasilkan sebuah energi yang digunakan untuk kepentingan menjalani aktivitas sehari-hari ternyata ada serangkaian reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh manusia, diantaranya adalah respirasi sel yang mampu menghasilkan adenosin trifosfat atau yang lebih dikenal dengan ATP. Pada reaksi kimia tersebut yang dikenal juga dengan respirasi ternyata ada yang mutlak membutuhkan oksigen namun juga ada yang tidak, dalam artian bahwa beberapa reaksi bisa dilakukan tanpa harus mengandalkan energi oksigen, namun hasilnya tentu saja akan jauh berbeda.

Respirasi aerobik atau yang membutuhkan oksigen mutlak untuk menghasilkan molekul ATP, karena disini oksigen bertindak sebagai katalisator dalam melakukan pemecahan, berbeda dengan jenis anaerobik yang nantinya hanya mentranspor menggunakan elektron saja, apalagi untuk sel-sel tertentu yang bahkan tak pernah dilalui oleh oksigen sekalipun, namun reaksi kimia tentunya harus tetap terjadi bukan, antara reaksi aerobk dan anaerobik tentunya ada beberapa hal yang berbeda dalam tahapannya, disini reaksi tanpa menggunakan oksigen juga dikenal dengan nama fermentasi.

Fermentasi asam laktat, jenis yang satu ini biasanya sering kali terjadi dalam sel-sel otot pada keadaan yang kekurangan oksigen, contoh nyatanya adalah saat kita sedang melakukan olahraga lari, dalam jarak tempuh yang cukup jauh tentunya kita sering kali merasa pernapasan mulai sesak, daripada bernapas melalui hidung kita justru akan lebih sering bernapas melalui mulut bukan, kondisi semacam ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, akibatnya asam laktat banyak diproduksi dan otot menjadi sakit, rasa pegal setelah berlari inilah konsekuensi dari fermentasi asam laktat.

Namun dibalik itu semua ternyata ada beberapa jenis makhluk hidup yang tak bisa melakukan respirasi aerobik dan justru lebih sering menggunakan fermentasi ini, diantaranya adalah jamur, tentunya berbeda dari manusia yang akan merasakan sensasi seperti terbakar setelah melakukan reaksi tersebut jamur tidak.

Berikut ini sekiranya ada beberapa hal yang membedakan antara fermentasi asam laktat atau yang dikenal sebagai respirasi anaerob dan respirasi aerob dalam tubuh manusia, yaitu:

Aerobik:

  1. Respirasi yang satu ini hanya bisa terjadi karena mutlak membutuhkan oksigen.
  2. Hasil akhirnya adalah karbondioksida juga air.
  3. Jumlah ATP yang dibebaskan dari respirasi sel adalah 38 buah.
  4. Umumnya terjadi pada semua jenis makhluk hidup apalagi yang memiliki sel.

Anaerobik:

  1. Berbeda dengan aerobik, respirasi anaerobik justru sebaliknya atau tak membutuhkan oksigen sama sekali.
  2. Umumnya dikenal sebagai fermentasi, baik itu fermentasi asam laktat atau juga alkohol. Mengingat dari sini akan memproduksi asam laktat maupun alkohol.
  3. Energi yang dibebaskan hanya ada 2ATP.
  4. Umumnya terjadi pada sel-sel otot manusia saat mengalami kekurangan oksigen atau juga beda beberapa bakteri anaeorob lainnya.
  5. Pada otot manusia hasil akhirnya adalah asam laktat yang menyebabkan rasa panas atau nyeri, sedangkan untuk bakteri atau jamur ragi menghasilkan alkohol.
Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *