Mengapa Firaun Membangun Piramida Mesir Yang Eksotik Di Kerajaan Mesir Raya ?

Piramida Mesir merupakan sebutan populer untuk bangunan piramida yang banyak terdapat di Mesir dan sejak jaman dulu dikenal sebagai Negeri Seribu Satu Piramida. Di Mesir, pada umumnya bangunan piramida dimanfaatkan sebagai makam raja – raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama raja Firaun.

Meskipun demikian, berabad – abad yang lalu, piramida sering menjadi sasaran penjarahan dan perampok makam karena diketahui bahwa para raja – raja yang wafat dan dikubur di dalam piramida adalah dari golongan bangsawan Mesir yang kaya raya.

k 66

Dimana keluarga mereka kerap membekalinya dengan setumpuk harta kekayaan berupa emas, permata mahal, koin dan segala macam benda artefak, guna bekal perjalanan jauh mereka menuju ke alam baka.

Sekaligus merupakan ritual agar roh dari para raja tersebut diberi perlindungan dan mencegahnya agar dibebaskan dari mantra – mantra semacam kutukan setan yang banyak betebaran di sekitar kerajaan semasa beliau masih hidup.

Sehingga pada masa jayanya raja – raja Mesir kuno, makam raja – raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah – lembah yang tersembunyi seperti salah satu yang paling populer adalah makam Raja Tutankhamun  yang ditemukan jasadnya masih utuh dan lengkap di dalam piramida.

Piramida sebagai makam dari para raja dan bangsawan Mesir lainnya tidak dibuat secara sembarangan. Para insinyur Mesir kuno menerapkan cara menghitung ala ahli matematika Mesir kuno yaitu memakai jarak ukur antara bangunan piramida paling tinggi di Mesir dengan cahaya matahari terpanas di siang hari.

Karena diketahui bahwa cahaya matahari adalah hal terpenting dalam kehidupan masyarakat Mesir kuno. Hal ini didukung oleh para ilmuwan masa kini yang mengakui kehebatan mereka dalam hal membangun sebuah piramida yang termasuk sebagai tujuh keajaiban dunia.

Dimana waktu, harta, dan tenaga yang dikerahkan demi pembangunan piramida pun layak untuk diberi penghargaan, dan pembangunan sebuah piramida membutuhkan waktu minimal dua puluh tahun dan mempekerjakan tenaga kasar dari mancanegara sebanyak lebih dari sepuluh ribu budak, dan banyak nyawa mereka melayang karena berbagai faktor. Piramida terbesar yang dijumpai di Mesir berlokasi di Giza.

Seorang firaun akan mulai berencana untuk mendirikan makamnya, atau “ rumah keabadian ” segera setelah beliau naik tahta kerajaan secara resmi.

Hal ini disebabkan karena piramida wajib dibuat dengan menyertakan banyak kelengkapan di dalamnya sehingga pembuatannya akan memakan waktu yang cukup lama. Terdapat lebih dari 100 piramida besar, sedang dan kecil di Mesir yang dibangun untuk menghormati firaun yang berbeda – beda sesuai wilayah kerajaan yang dipimpin.

Kebanyakan piramida – piramida tersebut terdiri atas kompleks utama yang dikelilingi oleh halaman, sebuah kamar di dalam bangunan dimana mumi firaun disemayamkan, dan sebuah piramida kecil berdekatan dengan mumi sebagai rumah terakhir untuk menyimpan jiwa sang firaun yang selalu dipuja rakyatnya saat beliau masih bertahta hingga ajal menjemput.

Beberapa piramida lainnya mempunyai beberapa piramida kecil di dekatnya yang diperuntukkan untuk makam anggota keluarga kerajaan.

Baca Artikel Lainnya :

Kepercayaan Mesir kuno tentang budaya piramida yang erat hubungannya dengan kebesaran masa pemerintahan raja bersangkutan cukup menjelaskan bahwa kematian seorang raja yang bijaksana merupakan awal perjalanan baru seseorang setelah turun dari tahta menuju ke alam akhirat sesuai dengan kepercayaan agama mereka saat itu.

Dimana setelah meninggal, mumi raja akan disimpan di dalam piramida agar tetap aman dari gangguan kondisi buruk di luar piramida sekaligus untuk persiapan agar perjalanan arwah raja ke akhirat menjadi lebih lancar.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *