Mengapa prestasi anak turun di sekolah? Ini alasannya

Mengapa prestasi anak turun di sekolah? Ini alasannya – Jika anda sudah mempunyai anak, siapa yang tidak mau anak anda berprestasi bukan? Tentu saja anak yang berprestasi menjadi impian bagi semua orang tua.

Orang tua akan merasa bangga dan tahu bahwa anaknya mampu untuk hidup lebih baik karena prestasi yang diperoleh.

sayure

Untuk bisa meningkatkan prestasi anak perlu cara mengayomi anak dengan baik, agar anak bisa belajar dengan serius dan mau berusaha untuk mencapai cita – citanya.

Menetapkan waktu belajar untuk anak, supaya mau belajar disiplin, kemudian ciptakan suasana belajar yang tenang merupakan cara – cara yang dapat meningkatkan prestasi anak.

Cobalah untuk mendampingi anak saat belajar, tetapkan waktu istirahat supaya anak tidak stres dengan apa yang dipelajarinya, dan berikan penghargaan atas prestasi yang ia dapatkan. Namun, seringkali prestasi anak anda menurun saat di sekolah.

Prestasi anak yang menurun merupakan hal yang wajar terjadi pada anak – anak. Pasalnya, semua anak mempunyai kemampuan yang berbeda – beda, untuk itu kita sebagai orang tua perlu menggali potensi anak supaya tahu mana yang bisa anak anda lakukan dan dukunglah. Ada beberapa alasan mengapa prestasi anak menurun terutama saat di sekolah, berikut alasannya.

  • Anak merasa kurang istirahat

Hal ini bisa menurunkan prestasi anak lantaran terlalu lelah dengan apa yang dikerjakannya. Kurangnya istirahat dapat mengganggu konsentrasi saat belajar atau malah tidak mau belajar sama sekali.

  • Banyaknya tugas yang mesti diselesaikan

Saat di jenjang SD, tentunya anak mesti beradaptasi dengan lingkungan barunya serta tugas – tugas apa yang harus dia kerjakan.

Seringkali saat duduk di bangku SD, jam belajar yang panjang, ujian, PR, dan kegiatan lainnya memberatkan anak sehingga tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan baik.

  • Faktor lingkungan

Lingkungan saat mempengaruhi bagaimana anak akan tumbuh dan menerka terhadap apa yang ada di sekitarnya. Jika lingkungannya buruk seperti teman sekolahnya, dan orang – orang yang ada di sekitarnya akan membuat anak mengikuti pola buruk yang ada.

  • Tuntutan yang memberatkan

Terkadang orang tua sering membebani anaknya dengan tuntunan. Setiap anak akan mempunyai sifat yang berbeda dan tentunya tidak bisa menerima tuntutan yang sama terhadap anak yang lain.

Baca Artikel Lainnya :

Hal ini akan membuat si anak merasa takut dan malah tidak ingin belajar atau berusaha untuk mendapat prestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *