Mengenal 2 Jenis Batik Keraton Untuk Acara – Acara Resmi

Kesenian kain batik dewasa ini merupakan kesenian gambar yang dilukis di atas selembar kain untuk busana resmi pria dan wanita segala usia dan telah menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja – raja di Indonesia sejak zaman dulu.

Pada awalnya, kain batik dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan fashion keluarga kerajaan dan handai taulan mereka sehingga jumlahnya terbatas dan hanya beredar dalam keraton saja.

Seiring dengan perkembangan zaman, pengikut raja yang tinggal di luar keraton suka dengan batik kraton sehingga kesenian batik ini mulai dibawa keluar dari lingkungan oleh keluarga kerajaan banyak untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas dan dari sinilah marak muncul rumah produksi batik tradisional kraton yang dikerjakan oleh para sesepuh batik dari keluarga kerajaan.

Yang termasuk ke dalam jenis batik kraton dan kerap dijadikan sebagai bahan busana untuk acara – acara resmi adalah :

1. Batik tradisional Kasultanan Yogyakarta.

i 90

Batik ini memiliki ciri khas berupa tampilan warna dasar putih yang bersih dan mencolok, pola geometri keraton Kasultanan Yogyakarta yaitu besar – besar dan sebagian diantaranya dipercantik dengan motif parang dan nitik.

Tepat diaplikasikan sebagai bahan dasar busana batik pria resmi berupa kemeja lengan panjang dan padu padan kebaya modern wanita dengan kain batik Kasultanan Yogyakarta dengan warna – warna tua dan tajam.

2. Batik tradisional Puro Pakualaman

i 91

Batik ini merupakan perpaduan cantik antara pola batik Keraton Kasultanan Yogyakarta dan warna – warna terang dari kain batik Keraton Surakarta. Perpaduan ini diciptakan sejak zaman dulu yaitu erat hubungannya dengan dua keluarga kerajaan yaitu antara Puro Pakualaman dengan Keraton Surakarta ketika Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Pakubuwono X.

Putri Keraton Surakarta inilah yang pertama kali menciptakan warna dan nuansa Surakarta pada kain batik Pakualaman, hingga tercipta batik tradisional Puro Pakualaman dan yang terkenal sebagai bahan dasar busana resmi pria

Sedangkan dress cantik busana pesta wanita adalah motif Pola Candi Baruna yang terkenal sejak sebelum tahun 1920 dan motif Peksi Manyuro, merupakan ciptaan RM Notoadisuryo dengan pola batik Kasultanan yang cukup terkenal antara lain Ceplok Blah Kedaton, Kawung, Tambal Nitik, Parang Barang Bintang Leider dan sebagainya.

Baca Artikel Lainnya :

Batik keraton atau biasa disebut sebagai batik pedalaman, mempunyai kekhasan dalam hal warna dan corak yaitu lebih berani dan terang yang didukung oleh motif berwarna dasar putih bersih dalam warna – warna alami atau warna tanah seperti hitam, nila, kuning coklat dan koleksi warna – warna gelap.

Disebut dengan istilah batik pedalaman karena letak dari keraton di Indonesia rata – rata berlokasi di tengah – tengah pulau Jawa yaitu masuk ke dalam, meliputi area pedesaan. Anda bisa membeli batik keraton pada mall – mall di kota – kota besar dengan variasi harga dari yang mahal hingga kelas biasa.

Demikian info dari kami, semoga berguna bagi para pembaca budiman !

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *