Mengenal 5 Fakta Unik Tentang Batik

Penjelasan mengenai cara membatik di Indonesia saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat awam hingga para pecinta batik Nusantara karena kurangnya pengetahuan tentang seni batik, sehingga dapat meningkatkan penghargaan terhadap hasil karya yang paling eksotik.

Untitled

Anda bisa mempelajari tentang pola – pola batik saja atau memilih kain batik yang sudah jadi, namun banyak orang kurang paham betapa pekerjaan membatik adalah profesi yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk menghasilkan sehelai kain batik dan terkadang tidak bisa menduga faktor – faktor teknis dan non – teknis yang berakibat sehelai kain batik berbeda dari yang seharusnya, dimana sudah ada ketentuan tentang pola dan susunan warna sesuai daerah pencipta.

Bahan utama bagi teknik membatik saat ini adalah kain putih, baik yang halus ataupun yang kasar, dan lilin / malam sebagai bahan penutup serta zat warna.

Kulitas kain putih menjadi faktor utama yang menyebabkan hasil seni batik menjadi sempurna, juga kehalusan kain putih yang di impor dari luar negeri merupakan salah satu bahan utama yang kerap diaplikasikan untuk mendapatkan seni batik bernilai tinggi.

Jadi, makin halus kain putih yang anda gunakan maka hasil pembatikan semakin bagus, makin jelas terlihat pola – polanya serta pembagian warna – warnanya.

Bahan lain seperti sutera shantung bisa juga dimanfaatkan namun jumlahnya sedikit yaitu hanya terdapat di kota Juwana ( area pantai utara pulau Jawa ) di samping mengaplikasikan batik untuk selendang, sprei, dan sarung batik sutera. Hasil – hasil batik sutera kualitas nomer satu akan diekspor ke pulau Bali dan Sumatera.

Membaca penjelasan tersebut di atas, inti cara membatik ala Nusantara adalah cara penutupan yaitu menutupi bagian kain atau bahan dasar yang tidak diberi warna dengan bahan penutup berupa lilin atau dikenal dengan istilah malam.

Untuk proses membatik tahap awal, lilin / malam diteteskan pada permukaan kain, dari sinilah datangnya arti kata batik yaitu penekanan pada suku kata “ tik ” yang berarti titik atau tetes. Untuk lebih jelasnya, kami akan membagi informasi tentang 7 fakta unik mengenai batik Nusantara :

1). Batik Nusantara banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan dalam negeri, tetapi pada beberapa daerah seperti di Pekalongan, batik yang diciptakan mendapat pengaruh dari dua budaya yaitu dalam negeri dan luar negeri.

Penjajahan dan alur perdagangan pada jaman dahulu kala menyebabkan penduduk Pekalongan kerap melakukan interaksi dengan turis mancanegara.

Pedagang dari China, India, dan Arab memberikan pengaruh besar terhadap ragam dan jenis motif batik. Contohnya adalah batik Jlampran dipengaruhi oleh budaya Arab dan India, batik Encim mendapat pengaruh besar dari Tiongkok, dan budaya Belanda mempengaruhi motif jenis batik pagi sore.

Dengan keanekaragaman tersebut menjadikan kain batik Pekalongan adalah kain batik yang memiliki motif dua budaya yang mampu meraup pembeli dalam jumlah besar.

2). Juragan batik Belanda bernama E. van Zuylen kerap memproduksi batik – batik Nusantara bergaya Belanda. Motif batik beliau lebih banyak menampilkan buah – buahan segar seperti anggur dan bunga – bunga khas Belanda  seperti bunga krisan.

Selain tumbuhan ( buah dan bunga ), batik Belanda banyak menonjolkan motif yang bergambar kartu bridge adalah permainan kartu khas penduduk Eropa.

Sedangkan di Pekalongan banyak beredar motif batik porselin khas negeri China, dimana jenis kain batik yang paling populer bernama batik encim berisikan motif porselin yang sangat khas mencerminkan budaya negeri China. Batik ini memiliki warna – warna cerah seperti biru, putih dan yang lainnya.

3). Teknik membatik menjadi populer di mancanegara berkat tulisan Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya berjudul History of Java, 1817.

Raffles adalah Gubernur Inggris pertama di Jawa. Selain menulis tentang batik, Raffles juga mengulas tentang wisata spiritual yaitu Menguak Borobudur Yang Sempat Hilang.

Sejak saat itu kain batik menjadi semakin menarik di mata masyarakat barat karena keberhasilan tangan – tangan dingin seorang saudagar Belanda bernama Van Rijekevorsel, ia menyumbangkan selembar kain batik yang diperolehnya ketika pertama kali berkunjung ke Indonesia buat Museum Etnik di Rotterdam pada tahun 1873.

Hal ini membantu memasarkan kain batik Nusantara ke mancanegara dan kerap dipamerkan di Exposition Universelle Paris pada tahun 1900 dan berlangsung pada tahun – tahun berikutnya.

4). Membatik pada awalnya merupakan pekerjaan prestisius yang banyak ditekuni oleh kaum perempuan Jawa. Hingga ditemukannya ” Batik Cap ” yang memungkinkan para laki – laki untuk mengerjakan pekerjaan ini.

5). Sekarang ini motif batik banyak memiliki varian. Namun dari sisi akar budaya Indonesia yang kuat, para pekerja batik harus memiliki prinsip yang mantap tentang motif tradisional yang kerap digunakan oleh keluarga keraton untuk diaplikasikan pada kain batik hasil kreasi mereka.

Hal ini dapat dijadikan bukti bahwa pada masa lalu batik merupakan tekstil paling bergengsi yang hanya dihaturkan buat keluarga keraton saja seperti Keraton  Yogyakarta dan Surakarta yang terkenal akan kain batik sogan.

Sementara batik Cirebon ( mewakili keraton pesisir ) pada umumnya bermotif mahluk laut dan mendapat pengaruh besar dari Tionghoa. Batik pesisir memiliki garis maskulin yang sangat tajam seperti terlihat pada corak “ Mega Mendung “.

Baca Artikel Lainnya :

5 hal penting dalam sejarah batik tersebut di atas patut untuk anda baca sekedar mengetahui informasi dasar tentang batik Nusantara !

Di Indonesia hal tersebut dihargai dengan memberikan satu hari untuk dijadikan sebagai Hari Batik Nasional dimana kita dapat menelusuri tentang perjalanan riwayat batik di Indonesia.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *