Mengenal Bentuk Sarang Alami Lebah Madu

Mengenal Bentuk Sarang Alami Lebah Madu – Lebah madu merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Lebah madu memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi sebagai penghasil madu dan royal jelly. Selain itu peternak dapat memperoleh hasil lain dari lebah yang diternak berupa lilin lebah, tepung sari, racun lebah. Hasil-hasil dari lebah tersebut sangatlah bermanfaat bagi kesehatan manusia, selain itu lebah juga dapat membantu penyerbukan tanaman.

UntitledPada umumnya usaha peternakan lebah madu dapat dilakukan secara besar besaran maupun secara kecil-kecilan atau dengan cara tradisional. Madu yang dihasilkan dari peternakan tersebut dapat langsung dijual ke pasaran. Jika peternakan lebah madu diusahakan dengan baik maka akan bisa menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Tetapi kebutuhan lebah harus kita perhatikan dengan baik. Tempat yang disediakan harus memenuhi persyaratan.

Lebah untuk bersarangnya selalu memilih tempat terbaik yang dapat melindungi dirinya dari serangan musuh, tidak terlalu panas oleh terik matahari, mendapat aliran udara segar dengan cukup, serta bebas dari kedinginan dan tempias air hujan. Tempat-tempat di alam yang banyak dihuni adalah rongga-rongga pohon, rongga-rongga batu karang, gua-gua, loteng dan celah-celah dinding. Sarangnya selalu dilengkapi dengan jalan udara (Sarwono, 2001).

Pada dasarnya terdapat dua metode yang digunakan untuk beternak lebah madu, yaitu metode tradisional dengan menggunakan glodog dan metode modern dengan menggunakan stup. Pada metode tradisional cost yang diperlukan peternak relatif rendah dibandingkan dengan metode modern, namun hasil yang didapat apabila menggunakan metode modern lebih tinggi.

Pada umumnya, masyarakat desa disekitar hutan memelihara lebah madu local Apis indica dengan menggunakan glodog. Glodog dibuat dengan meniru rumah-rumah lebah yang terdapat di rongga-rongga batang pohon besar atau gua yang terlindung dari terik matahari dan hujan.

Rumah tiruan itu dibuat dari batang kelapa (terutama pucuk), kayu randu (kapuk), kayu pucung atau batang pohon lain yang berkayu lunak. Batang yang digunakan berbentuk silinder berukuran panjang 80-100 cm yang dibelah dua. Bagian tengah diambil sebagian isinya agar jika belahan itu ditangkupkan terbentuk suatu rongga di dalamnya.

Glodog digantung disamping rumah atau pohon yang besar. Biaya yang diperlukan untuk melakukan teknik ini hampir tidak ada atau lebih rendah karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. Madu yang berasal dari glodog sulit dipanen karena sisiran atau sarangnya tidak dapat dipisahkan dari dari dinding kayu glodog. Untuk mengambil sisiran atau sarang lebah terpaksa harus dirusak. Kendala yang dihadapi madu yang diperoleh bercampur dengan telur dan larva lebah, sehingga untuk memisahkan ketiganya sulit dilakukan. Akibatnya telur dan larva banyak yang mati.

Glodog kurang praktis dipakai untuk sarang lebah karena lebih banyak kerugian yang dihasilkan daripada keuntungannya. Kerugian antara lain lebah mudah pergi meninggalkan sarang, banyak terjadi gangguan hama dan penyakit, serta produksi madu rendah.

Perkembangan lebah juga terganggu karena ruangan yang terbatas. Ukuran glodog yang berbeda-beda menyebabkan sisiran sarang tidak berkembang wajar. Peternak juga sulit memeriksa keadaan lebahnya. Pemetikan agak sulit karena sarang lebah melekat di dinding glodog yang nelengkung.

Penggunaaan metode yang tepat dapat memberikan hasil yang optimal sehingga sebanding dengan modal yang dikeluarkan dan waktu yang dihabiskan. Penggunaaan metode tradisional diperlukan modal yang kecil, namun untuk memanen madu peternak harus menghancurkan sarang atau glodog.

Pada metode tradisional peternak menggunakan glodog yang mempunyai diameter 12 cm. Hal tersebut menyebabkan kematangan madu tidak dapat diketahui dengan tepat dan kelembaban udara di dalam glodog tinggi, sehingga madu yang terdapat di dalamnya mempunyai kadar air 23%-25%.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *