Mengenal Budaya dan Kesenian Jawa Tengah

Mengenal Budaya dan Kesenian Jawa Tengah – Di Indonesia terdiri dari pulau-pulau serta mempunyai suku dan budaya yang beragam. Setiap daerah mempunyai suku dan budaya yang berbeda-beda. Suku di pulau jawa berbeda berbeda dengan suku di pulau Sulawesi, begitu halnya budaya.

1

Untuk mengenal daerah Jawa Tengah kita harus mengetahui kebudayaannya.Kebudayaan Jawa adalah kebudayaan tertua di Indonesia, bermula berasal dari kebudayaan nenek moyang yang bermukim di tepian Sungai Bengawan Solo. Di Museum Sangiran di Kabupaten Sragen terdapat fosil manusia Jawa yang merupakan saksi sejarah dan suatu kawasan budaya.

Jawa tengah mempunyai seni dan kebudayaan yang unik. Wayang dan batik adalah kesenian dari Jawa Tengah yang saat ini sudah banyak di kenal di berbagai manca negara bahkan dunia. Di bawah ini adalah kebudaayaan yang berasal dari Jawa tengah

Rumah adat Jawa Tengah

Rumah adat yang berasal dari Jawa Tengah disebut dengan Joglo. Joglo terbuat dari kayu, mempunyai nilai seni yg cukup tinggi, berdenah bujur sangkar dan mempunyai empat pokok tiang di tengah (saka). Joglo hanya dimiliki orang dari kalangan atas atau yang mampu. Rumah joglo guru, blandar bersusun yang yang dikenal dengan tumpangsari. Blandar tumpangsari bersusun ke atas semakin ke atas bentuknya semakin melebar.

Pakaian Adat Jawa Tengah

Pakaian adat atau pakaian tradisional Jawa Tengah untuk wanita adalah kebaya yang dilengkapi dengan kemben dan kain tapih pinjung lengkap dengan stagen. Untuk kalangan pria pakaian adat yang dipakai oleh kerabat keratin adalah beskap kembang atau motif, kepala memakai blankon (destar), kain samping jarik, stagen untuk mengikat kain samping serta keris dan cemila (alas kaki). Pakaian tersebut disebut dengan Jawi Jangkep (pakaian adat Jawa lengkap dengan keris).

Batik

Batik saat ini sangat populer, tidak hanya di Indonesia saja bahkan di dunia. Setiap daerah memiliki motif yang berbeda. Untuk Jawa Tengah motif dasar terikat pada pakem tertentu yang bersifat simbolis dengan latar kebudayaan Hindu Jawa.

Wayang Kulit

Kesenian wayang kulit berkembang pada jaman Hindu Jawa dan ada sebelum kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia. Tokoh yang digambarkan adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata(perwujudan dari Dewa Wisnu).

Tari Serimpi

Tari serimpi merupakan tarian tradisional dari Jawa Tengah, yang memperagakan tarian ini adalah 4 orang wanita. Ini sesuai dengan arti kata “serimpi” sendiri yaitu empat. Kanjeng Brongtodiningrat menyatakan bahwa 4 penari merupakan symbol penjuru mata angin yaitu air (Toya), api (Grama), udara (angin) dan tanah (Bumi). Nama peranannya yaitu Dahada, Gulu, Batak serta Buncit yang melambangkan atau mencerminkan Tiang Pendopo.

Gamelan Jawa

Gamelan adalah budaya Hindu yang dirubah guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut) oleh Sunan Bonang. Tembang “Tombo Ati” adalah karya Sunan Bonang dan sampai saat ini masih dinyanyikan dengan nilai-nilai ajaran islam (contoh: pewayangan, pernikahan dan ritual keratin).

Ketoprak

Di Jawa Tengah teater rakyat disebut dengan Ketoprak. Ketoprak ini biasanya diiringi oleh gamelan.

Beberapa adat istiadat yang dilakukan di Jawa Tengah adalah acara kehamilan nujuh bulanan atau mitoni, selamatan kelahiran bayyi (Brokohan), balita untuk pertama kalinya menginjak tanah (tedak siten) berusia 245 hari (si anak di masukkan kedalam kurungan yang sudah dihiasi pernak pernik), acara pernikahan, siraman satu hari sebelum pernikahan serta upacara brobosan (melintas di bawah mayat yang sudah di tandu dengan cara berjongkok).

Baca Juga : Tarian Tradisional “Tari Bedana”

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *