Mengenal Budaya Makan Orang Indonesia Melalui Festival Makanan Indonesia Di Beijing

Mengenal Budaya Makan Orang Indonesia Melalui Festival Makanan Indonesia Di Beijing – Kuliner Indonesia saat ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat Tiongkok melalui festival makanan Indonesia yang berlangsung selama sepekan di kota Beijing.

Di sini beragam hidangan khas Nusantara tersaji dalam Festival Makanan Indonesia yang diselenggarakan di sebuah hotel mewah di Beijing dan merupakan hasil kerjasama yang baik dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

20160402_202434_resized

Manajer Umum Garuda Indonesia Beijing, Bapak Asa Perkasa di kantornya di Beijing ( Selasa, 24/6/2014 ) menjelaskan, ” Selama satu pekan berturut – turut, beragam kuliner Indonesia akan disajikan secara prasmanan bersama menu kuliner lainnya yang biasa disajikan oleh pihak hotel,”.

Makanan khas Indonesia yang disajikan selama festival ini berlangsung merupakan bagian dari 30 ikon kuliner Nusantara yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, termasuk dua diantaranya yang paling populer adalah rendang dan soto.

Dalam festival tersebut di atas, Garuda Indonesia mengumpulkan juru masak Indonesia terbaik untuk menyajikan beberapa ragam makanan Nusantara pilihan dan favorit di lidah si penikmatnya.

Festival diakhiri dengan penyelenggaraan kelas memasak sajian Nusantara bagi para tamu dan mitra bisnis.

Aneka kuliner Nusantara hingga saat ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat dunia dan jarang hadir di hotel – hotel berbintang di Indonesia, dimana penyajian kuliner Nusantara bisa menjadi sebuah alat promosi budaya yang dilakukan melalui pemasaran hotel.

Menurut penjelasan dari Corporate Chef Parador Hotels & Resorts Jakarta, Gatot Susanto menceritakan bahwa tantangan terbesar dalam mengenalkan sajian Nusantara di mata dunia adalah dalam hal penyajian kuliner Nusantara di hotel – hotel berbintang kelas internasional.

Salah satunya adalah menjadikan proses memasak sajian Nusantara agar sesuai dengan standar memasak para chef profesional di hotel – hotel berbintang.

Yang tersulit untuk diterapkan sebagai langkah awal adalah faktor higienis dari masakan yang diolah di luar standar pemasakan di hotel.

” Hotel belum mewakili unsur budaya. Belum ada bukti yang cari makanan ( Nusantara ) ke hotel, ” kata Konsultan Kuliner, Bondan Winarno usai mengkuti Konferensi Pers & Temu Bincang di Jakarta dengan tema Mengembalikan Citra Kuliner Nusantara Ke Hotel Berbintang yang diselenggarakan di Atria Hotel Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu ( 20/1/2016 ).

Beliau menyayangkan bahwa pada umumnya hotel – hotel di Indonesia hanya menyuguhkan atau menyajikan makanan – makanan khas Eropa yang diolah ala orang Indonesia.

Pengunjung yang menginap di hotel – hotel tertentu biasanya memesan sajian Eropa, menurut Bondan, hal itulah yang menyebabkan kuliner Eropa menjadi menu andalan oleh hotel – hotel yang bersangkutan apalagi didukung oleh keahlian juru masak hotel yang minim dalam hal penguasaan sajian Nusantara, dimana seharusnya mereka belajar lebih banyak tentang ragam masakan Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Ke depannya, Bondan berharap adanya partisipasi dan konsistensi hotel – hotel berbintang dan bertaraf internasional dalam hal menyediakan beberapa sajian kuliner Nusantara.

Sehingga, kuliner Nusantara bisa dibantu kepopulerannya di mata turis mancanegara melalu promosi yang bekerjasama dengan hotel – hotel.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *