Mengenal Epilepsi, Gangguan Saraf yang Belum Diketahui Penyebabnya

Mengenal Epilepsi, Gangguan Saraf yang Belum Diketahui Penyebabnya – Epilepsi atau yang lebih familiar dikenal dengan istilah kejang, merupakan gejala neurologis yang merupakan guncangan yang hebat pada saraf sehingga penderita mengalami hilangnya kesadaran dan fungsi otot.

Untitled

Penyakit ini terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan sampai saat ini, belum diketahui penyebab utama mengapa hal ini dapat terjadi. Yang perlu kamu ketahui dari penyakit ini, serangannya akan terjadi secara mendadak dan terus berulang. Yang lebih berbahayanya lagi guys, gejalanya hampir tidak terlihat karena serangan terjadi selalu mendadak.

Banyak dugaan yang menyebabkan epilepsi terjadi. Salah satunya adalah serangan stroke dimana epilepsi menjadi salah satu dampaknya, dan adanya penyakit kanker otak. Namun dugaan ini belum cukup kuat untuk dijjadikan penyebab utamanya. selain itu, pola hidup yyang kacau disertai konsumsi narkoba maupun alkohol juga diduga mampu menyebabkan epilepsi.

Dan tahukah kamu, penderita epilepsi nggak bisa sembuh 100 guys karena sulitnya menemukan akar penyebab epilepsi. Tapi, konsumsi obat tertentu dapat mengontrolnya kok. Terdapat 70% kasus epilepsi yang bisa dikontrol dengan mengonsumsi obat tertentu.

Tapi tidak semua kasus epilepsi tidak dapat diobati secara total kok. Beberapa dapat disembuhkan dengan tuntas, walaupun penderitanya harus menjalani pengobatan yang intensif dalam jangka waktu yang lama. Pengobatan penyakit ini harus dilakukan selama 1 tahun dimulai dari seseorang mengalami serangan terakhirnya.

Gejala yang paling umum terjadi pada epilepsi adalah timbulnya kejang yang terjadi sangat mendadak. Kejang diawali pada suatu bagian otot tertentu, kemudian merambat dan mengakibakan tubuh menjadi hilang kendali.

Tetapi pada mulanya, serangan akan terjadi melalui otomatisme, suatu gejala yang memperlihatkan bergeraknya bagian tubuh secara otomatis, seperti gerakan pada bibir ataupun gerakan lainnya dan kemudian diikuti dengan hilangnya kendali pada tubuh, penderita akan mengalami gerakan yang tidak terkontrol.

Selanjutnya adalah kontraksi otot disekujur tubuh disertai dengan rahang yang melakukan gerakan menggigit. Jika kamu sadari hal ini berbahaya loh mengingat mereka akan beresiko menggigit lidahnya sendiri. Beberapa kasus sering terlihat banyaknya luka di lidah akibat gerakan tersebut. Memasukkan sendok kedalam mulut penderita saat mengalami kejang mampu mencegah lukanya lidah.

Ada lagi gejala yang lain yaitu berupa serangan miotonik, yaitu terjadinya kontraksi pada otot dan hal ini terjadi hanya satu detik. Tanda yang ditimbulkan berupa hilangnya kesadaran disertai berkedipnya mata secara terus-menerus.

Penderita akan mengalami kejang dan kontraksi otot singkat selama hanya satu detik. Akan tetapi, serangan tipe ini tidak menyebabkan penderitanya jatuh dan kejang dalam jangka waktu yang lama.

Baca Artikel Lainnya :

Selain gejala-gejala diatas, penderita juga terkadang akan mengalami gejala postikal. Gejala ini yang membuat penderita seolah-olah mengalami kebingungan hingga 15 menit. Kebingungan ini diawali dengan pusingnya kepala, bahkan hilangnya fungsi mengingat dalam waktu singkat. Bahkan, penderita akan lupa siapa dirinya dan tidak mampu berpikir jernih saat mendapatkan serangan tersebut.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *