Mengenal Hutan Lindung HLSW, Balikpapan

Mengenal Hutan Lindung HLSW, Balikpapan – HLSW atau Hutan Lindung Sungai Wain merupakan sebuah hutan yang ada di Balikpapan, Kalimantan Timur tepatnya terdapat di Jl. Soekarno Hatta.

Untitled

Tempat yang berada di koordinat 116o 47’-116o55’ BT dan 01o02’-01o10’ LS merupakan perpaduan dari hutan dan sungai. Hutan tersebut terdiri dari hutan asli atau hutan primer dan hutan sekunder (buatan) sebagai pengganti dari hutan yang terbakar pada tahun 1997/1998.

Mengenai HLSW

HLSW merupakan pusat laboratorium untuk flora dan fauna yang ada di Balikpapan mulai tahun 1996. 1934, hutan ini dipelihara langsung oleh Sultan Kutai dan digunakan untuk menampung air bersih tahun 1947. 1992 dan 1996, hutan ini dikembangkan untuk merehabilitasi sekitar 80 orang utan oleh (BOSF) Borneo Orang Utan Survival Foundation.

Hutan ini memiliki luas sekitar 10.025 ha dengan hutan bakau di kanan kiri aliran sungai Wail (18.300 m). Jenis hutan yang ada di tempa ini adalah hutan Dipterocarpa dataran rendah, Dipterocarpa perbukitan, hutan rawa terbuka dan air tawar, hutan riparian.

Flora dan fauna HLSW

Hutan Lindung Sungai Wain melindungi berbagai macam flora dan fauna. Flora yang mendominasi hutan lindung ini antara lain adalah bangkirai, meranti, ulin, keruing, gaharu. Hutan lindung tersebut juga melindungi beberapa jenis tanaman langka, diantaranya yaitu jenis anggrek dan tumbuhan yang merambat, kantung semar, berbagai jenis jamur misalnya jamur hitam, jahe Balikpapan (Etlingera balikpapanensis) yang merupakan tumbuhan endemik Balikpapan.

Fauna yang terdapat di Hutan Lindung Sungai Wain adalah tupai, musang berang-berang, linsang, 9 jenis burung enggang dan 242 jenis burung. Fauna langka yang ada di HLSW adalah:

  • Neofelis nebulosa (macan dahan).
  • 80 ekor orang utan.
  • 60 ekor beruang madu.
  • Berbagai macam jenis kera.
  • Bekatan atau Nasalis larvatus yang termasuk sebagai salah satu hewan endemik Kalimantan.

Fasilitas dan akses HLSW

Di Hutan Lindung Sungai Wain terdapat beberapa fasilitas yaitu pusat penelitian tumbuhan dan hewan, jembatan trek, pos pengintaian dan peristirahatan yang terdapat di menara pengintai, perahu rumah “Beruangan Madu”, rumah Enggang dan area wisata untuk Kebun Raya Balikpapan yang masih dalam proses pembangunan.

Untuk dapat mencapai hutan lindung ini, dapat menggunakan kendaraan pribadi (mobil dan motor). Cara untuk mencapai HLSW adalah dengan melalui kota Balikpapan lalu menuju ke utara.

Jarak antara Balikpapan dengan hutan lindung tersebut adalah sekitar 15 km. Lokasi hutan lindung tersebut berada persis di pinggir jalan raya yaitu Balikpapan-Samarinda. Dapat pula menggunakan angkutan kota.

Waktu terbaik untuk melihat burung enggang adalah pada bulan Oktober hingga Desember. Hal yang perlu diperhatikan ketika berkunjung adalah sebaiknya menggunakan sepatu ketika berkunjung saat musim hujan dan dapat meminta bantuan pemandu wisata jika diperlukan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *