Mengenal Kelainan Congential Agenesis, Membuat Seseorang Terperangkap dalam Tubuh Mungil

Mengenal Kelainan Congential Agenesis, Membuat Seseorang Terperangkap dalam Tubuh Mungil – Mungkin belum banyak orang yang familiar dengan kelainan congential agenesis. Ya, kasus kelainan ini merupakan kasus yang sangat langka dan sangat jarang ditemui.

Untitled

Kelainan ini berupa terhambatnya proses pertumbuhan dan perkembangan seorang manusia yang abnormal. Bayangkan saja, dengan makin bertambahnya usia, seseorang yang menderita kelainan ini tidak bertambah tinggi maupun bobotnya. Selain itu, otak dan organ reproduksinya tidak berkembang dengan baik dan diikuti pertumbuhan yang tidak proporsional pada kepala.

Baca Artikel Lainnya :

Kasus kelainan ini terjadi pada Srinivas, warga india yang berusia 19 tahun, tetapi masih memiliki ukuran tubuh layaknya balita. Bayangkan saja, diumurnya yang sekarang ini dia hanya memiliki berat 12 kg dan tinggi hanya 76,2 cm. Srinivas juga mengalami perkembangan kepala yang melebihi tubuhnya yang membuat dia tidak mampu mengangkat beban yang berat.

Dalam kesehariannya, dia sangat bergantung pada orangtua, mulai dari makan dan minum, serta berbagai aktivitas hidupnya yang lain. Dengan ketidakproporsional struktur tubuhnya ini, Srinivas bahkan terancam mengalami kerusakan tulang hingga berbagai gangguan pernapasan karena paru-paru yang tidak berkembang dengan baik.

Namun, kondisi keterbatasan yang dialaminya tidak membuat dia putus asa. Dia tetap melawan penyakitnya dengan berbagai upaya. Dia sering juga membantu perekonomian ibunya dengan berlatih melukis dan menggambar dan menjualnya untuk mendapatkan uang. Bukti nyata perjuangan seorang anak yang memiliki keterbatasan untuk selalu Mengabdi kepada orangtuanya.

Orang tua Srivina mengakui kesulitan dalam merawat putrinya ini. Beliau mengakui bahwa bukan merawat Srivina yang membuatnya putus asa, tetapi rasa kasihan melihat keterbatasan putrinya lah yang membuat dirinya merasa sedih. Rasa kecewa paling beliau rasakan ketika tau putrinya akan mengalami kelainan permanen dan memiliki kondisi ini untuk seumur hidup. Hati seorang ibu ini seketika hancur.

Keluarga Srivina sudah melakukan berbagai upaya untuk kesembuhannya. Dengan berkonsultasi dengan dokter serta berbagai program medis telah dia jalani. Tapi biaya perawatan yang sangat tinggi membuat keluarga ini menyerah. Bayangkan saja, Srivina harus menggunakan alat bantu pernapasan yang biayanya terbilang cukup mahal bagi keluarga ini. Mereka harus membayar 2 juta rupiah perbulan untuk memakai alat ini. Sungguh berat bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ini.

Dnegan kondisinya yang sekarang, Srivina yakin akan tetap sabar untuk melawan penyakitnya ini. Dia tidak perlu rasa kasihan dari orang banyak. Yang terpenting adalah pengakuan bahwa dia bisa menjadi seseorang yang normal walaupun dengan segala keterbatasan.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *