Mengenal Lebih Dekat Founder Perusahaan Pesawat Boeing, William E. Boeing

Mengenal Lebih Dekat Founder Perusahaan Pesawat Boeing, William E. Boeing – Saat ini tentu Anda sudah tidak asing dengan pesawat Boeing yang sering disaksikan di televisi atau mungkin Anda sudah pernah merasakan menaikinya. Mungkin Anda tidak akan percaya bahwa pesawat jenis tersebut pertama dikenalkan oleh seseorang yang tidak lulus bangku kuliah.

Baca Juga :

Dia adalah William Edward Boeing yang merupakan penduduk Amerika Serikat dan terlahir pada tahun 1881 di Kota Detroit. Kesenangannya bermain layang-layang sejak kecil, banyak menginspirasinya untuk membuat sebuah benda yang mampu membawanya terbang.

Kehidupan Boeing muda

Setelah menyelesaikan bangku sekolah, Boeing memutuskan untuk berkuliah di Yale University. Sayang, karena tidak adanya biaya yang mencukupi akhirnya dia tidak dapat meneruskan kuliahnya dan akhirnya memutuskan untuk membantu ayahnya menjadi penebang kayu di daerah Grays Harbour. Selama bekerja di hutan ini, Boeing hampir tidak pernah membaca surat kabar atau media lain sehingga tidak pernah mendapatkan informasi umum, bahkan ketika Wright Bersaudara berhasil menemukan pesawat terbang.

Pada tahun keenam menjalani pekerjaannya itu, Boeing berpindah ke Seattle untuk menjadi seorang pengusaha kayu. Di tempat inilah kemudian dia mempunyai mimpi untuk bisa menciptakan sebuah pesawat, meskipun dia telah menjadi pengusaha yang sukses serta sang Ayah selalu menentang keinginannya tersebut.

Awal mula pembuatan pesawat Boeing

Pada usia 30 tahun, dimana dia telah sukses berhasil menjadi pengusaha kayu, kemudian dia mencoba untuk mengikuti kursus aeronautika yang diadakan oleh Seattle University Club. Dari sinilah kemudian dia mengenal seorang insinyur angkatan laut bernama George Congrad Westervelt yang merupakan seorang ahli pesawat terbang.

Merasa mendapatkan teman yang memiliki keinginan sama, Boeing dan Westervelt akhirnya bekerjasama untuk membuat sebuah pesawat terbang. Dengan mengambil tempat kerja di perusahaan kayunya, dimulailah proses pengerjaan pembuatan pesawat tersebut, yang ternyata banyak menemui kegagalan karena pesawatnya ternyata tidak mampu mengudara. Hal ini membuatnya frustasi, apalagi ketika tahu Westervelt mendapatkan panggilan dari angkatan laut untuk ke medan perang.

Proses pembuatan dan pemasaran

Dengan segala kemampuan yang dimiliki dibantu oleh karyawannya, pada 16 Juni 1916 akhirnya Boeing bisa menyelesaikan pesawat hasil rancangan wetervelt dan dirinya tersebut, dan menguji coba kelayakannya. Merasa percobaannya telah berhasil, maka dengan percaya diri kemudian dia mendirikan Pacific Aero Product Company untuk memproduksi pesawat dengan tersebut dibantu para insinyur yang ahli dalam bidang penerbangan.

Setelah berhasil membuat 2 unit pesawat, akhirnya Boeing mencoba menawarkan produknya tersebut kepada banyak perusahaan. Namun karena kredibilitas dari produk tersebut belum diakui banyak orang, Boeing pun menemui kegagalan penjualan. Hingga berkat usahanya yang gigih, akhirnya Angkatan Laut Amerika mulai melirik pesawat hasil ciptaan Boeing tersebut.

Awal pendirian

Masalah muncul kembali ketika ternyata angkatan laut tersebut ternyata memesan hingga 50 unit pesawat. Modal yang telah mulai habis dalam pembuatan pesawat awal menjadi kendala utamanya, sehingga dia harus merelakan semua harta bendanya untuk dijaminkan demi mendapat pinjaman.

Setelah pesawat jadi dan dikirimkan, dia juga menyertakan rancangan pesawat terbarunya untuk bisa dipesan oleh angkatan laut, akan tetapi ketika perang dunia I berakhir, pihak militer tak meneruskan pemesanannya.

Merasa merugi dengan hal itu, akhirnya perusahaannya berubah menjadi perusahaan kayu lagi untuk memperbaiki kondisi keuangannya. Hingga pada 3 Maret 1919 Boeing mulai mendirikan sebuah perusahaan pos udara dimana akhirnya bisa menjual pesawat B-1 rancangannya ke Kanada.

Dilanjutkan pada 30 Juni 1927, Boeing mendirikan perusahaan angkutan penumpang bernama Boeing Air Transport yang akhirnya bisa kita nikmati hingga saat ini produk-produk pesawat rancangannya.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *