Mengenal Pewarna Alami Untuk Kreasi Batik Klasik

Batik merupakan kerajinan seni lukis dengan memakai media kain yang mengandung nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian paling mendasar tentang fashion dan budaya dari Indonesia yang mencerminkan budaya luhur zaman dulu.

i 84

Pada masa lalu, membatik merupakan salah satu mata pencaharian penduduk desa yang berlokasi di sekitar area keraton kerajaan terutama di pulau Jawa dimana ragam corak dan warna batik yang dibuat masih kental dipengaruhi oleh beberapa faktor dari luar.

sebagai contoh adalah kain batik khas Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat batik Jawa, mereka banyak dipengaruhi oleh kehidupan keraton, demikian pula di daerah pesisir seperti Madura banyak dipengaruhi oleh budaya pedagang dan di pulau Bali banyak dipengaruhi oleh agama Hindhu. Maka dari itu masing – masing daerah memiliki ragam corak dan warna yang khas.

Secara tradisional, proses pembuatan batik klasik terbagi atas beberapa persiapan dan tahapan proses antara lain : proses persiapan kain, proses pembuatan motif dengan lilin, proses pencelupan dan proses pelorodan.

Sedangkan dalam pembuatan batik klasik, warna yang diaplikasikan adalah warna – warna dari bahan alami berupa tanaman yang tumbuh subur dan liar di alam tapi mampu menghasilkan warna – warni cantik. Beberapa tanaman yang dimaksud adalah :

1. Tanaman Mengkudu. Pohon Mengkudu termasuk tanaman perdu atau pohon kecil yang mencapai ketinggian sekitar 3 – 8 m.

Mengkudu memiliki daun berukuran besar, bersifat tunggal, dan mengkilap. Buah Mengkudu berbentuk bulat telur dan penuh dengan beberapa benjolan di sekitarnya. Saat buah tersebut berusia muda, mereka memiliki warna hijau muda dan saat matang berwarna kekuningan, lembek dan berair.

Pohon ini memiliki akar tunggang, dimana akar inilah yang dapat menghasilkan warna merah dan bagus digunakan sebagai pewarna alami batik di pulau Jawa.

2. Tanaman Manggis.Tanaman ini merupakan salah satu jenis pohon buah dengan ketinggian pohon bisa mencapai sekitar 15 cm. Batangnya berkayu keras, berbentuk bulat dan tegak, bercabang banyak serta berwarna hijau kotor.

Pohon ini mempunyai daun tunggal berbentuk lonjong dengan ujung – ujung daun agak runcing dengan pangkal daun tumpul serta tepi rata, pertulangan menyirip, panjang sekitar 20 – 25 cm, tebal, dan tangkai silindris berwarna hijau.Memiliki bunga tunggal, berkelamin dua, terletak pada ketiak daun.

Buahnya memiliki bentuk cantik, bulat dengan diameter 2 cm, dan dalam satu buah terdapat 5 – 7 biji. Warna untuk membatik diperoleh dari daun buah Manggis.

3. Tanaman Alpukat. Tanaman ini merupakan pohon yang memiliki buah berbentuk oval dan berbiji tunggal yang ada di dalam rongga daging buahnya.

Pohon Alpukat memiliki daun dengan bentuk cantik yaitu bulat memanjang berwarna hijau terang dengan tepian rata. Daun pohon Alpukat mampu menghasilkan warna – warna hijau kecoklatan yang bagus dimanfaatkan untuk membatik.

4. Tanaman Jati (Tectona Grandis L) merupakan pohon yang mampu hidup panjang hingga berusia 100 tahun, dimana batang pohon ini memiliki ketinggian mencapai 30 – 45 m dari permukaan tanah.

Sebagian dari pohon ini berupa batang saja dengan diameter sekitar 220 cm. Sedangkan daun Jati memiliki bentuk cantik yaitu jantung membulat dengan ujung runcing dan permukaannya berbulu.

Daun Jati yang masih muda berwarna hijau kecoklatan, sedangkan yang berusia tua berwarna hijau tua keabu – abuan. Ketika musim kemarau tiba, tanaman ini mulai menggugurkan daunnya dan akan kembali tumbuh jika memasuki musim penghujan.

Daun Jati muda bagus dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan menghasilkan warna – warna cantik yaitu merah kecoklatan.

5. Tanaman Mangga. Tanaman Mangga merupakan jenis pohon yang hidup subur pada iklim yang agak kering. Tinggi pohon Mangga bisa mencapai lebih dari 40 m tetapi untuk pohon Mangga peliharaan di halaman rumah bisa mencapai ketinggian hanya 10 m.

Batang Mangga tegak, bercabang agak kuat, memiliki daun sangat lebat berbentuk tajuk yang indah menyerupai bangunan kubah, oval dan memanjang. Pohon Mangga memiliki kulit batang yang tebal dan kasar serta bersisik.

Baca Artikel Lainnya :

Kulit batang yang sudah tua pada umumnya berwarna coklat keabuan, kelabu tua hingga hampir hitam. Kulit kayu dan daun pohon Mangga yang sudah tua merupakan bahan penghasil warna hijau alami yang bisa digunakan sebagai pewarna batik.

Demikianlah 5 jenis tanaman di Indonesia yang bisa anda manfaatkan sebagai pewarna alami untuk kreasi batik klasik, dimana diketahui kelebihan dari membatik memanfaatkan bahan pewarna alami adalah menghasilkan kain yang tak mudah luntur. Semoga bermanfaat.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *