Mengenal Sang Penemu Retsleting, Gideon Sundback

Biografi Penemu Retsleting, Gideon Sundback – Gideon Sundback (Otto Fredrik Gideon Sundback) adalah seorang insinyur listrik berdarah Amerika Swedia. Gideon Sundback ini sering dikaitkan dengan prestasinya melalui penemuan sekaligus dalam pengembangan retsleting/ritsleting/zipper.

Untitled

Otto Fedrick Gideon Sundback sendiri lahir pada 24 April 1880. Gideon Sundback merupakan putra dari Jonas Otto Magnusson Sundback yang merupakan petani kaya. Sedangkan ibunya adalah Kristina Karolina Klasdotter.

Tanpa jasa dari seorang Gideon Sundback, mungkin pakaian yang dikenakan manusia saat ini tidak akan memiliki retsleting canggih layaknya yang dikenakan sekarang ini. Dimana setelah menyelesaikan studinya di Swedia, Sundback memutuskan pindah ke Jerman untuk melanjutkan sekolah di Politeknik Bingen am Rhein.

Menempuh studi di swedia sebagai insinyur dan bekerja di universal fastener

Tepat di tahun 1903, Sundback kemudian mengambil masa ujian insinyurnya. Lantas di tahun 1905, Sundback memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat. Selama berada di Amerika Serikat, seorang Gideon Sundback bekerja di Westinghouse Electric dan juga Manufacturing Company yang berlokasi di Pittsburgh, Pennsylvania.

Satu tahun kemudian Sundback dipekerjakan oleh Universal Fastener Company di wilayah Hoboken, New Jersey. Baru di tahun 1909, Sundback akhirnya menikah dengan Elvira Aronson yang merupakan putri dari manajer pabrik kelahiran Swedia. Sundback selanjutnya dipromosikan untuk menduduki posisi sebagai kepala desainer Universal Fastener.

Mengembangkan perbaikan C-curity dengan Plako

Meskipun memang bukan sebagai pencetus pertama ritsleting, Gideon Sundback sudah berhasil di dalam menghadirkan beberapa kemajuan pada pengembangan ritsleting aantara tahun 1906 hingga 1914. Sundback memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan “Judson C-curity Fastener”. Dimana ketika itu produk perusahaan memang masih merupakan kancing dan kait. Sundback berusaha untuk mengembangkan versi perbaikan C-curity yang dikenal dengan “Plako”.

Pengembangan baru ritsleting modern

Gideon Sundback mencoba meningkatkan elemen pengancing dari empat setiap inci hingga menjadi sepuluh atau sebelas. Kemudian penemuannya memiliki dua baris gigi yang saling berhadapan dan di tarik ke dalam satu bagian menggunakan slider.

Sundback juga meningkatkan pembuka untuk bagian gigi yang dipandu oleh slider. Pada tahun 1914 kemudian Gideon Sundback mengembangkan sebuah versi paling baru dengan kode nama “No Hookless 2”. Pengembangan ini merupakan logam sebuah retsleting modern seperti yang sudah dikenal luas sekarang ini.

Ritsleting mulai dikenal luas dan digunakan dalam industri fashion

Berdasarkan penemuannya inilah Gideon Sundbck dihadiahi dengan hak paten Amerika Serikat yang bernomor 1219881 untuk “Fastener Separable”. Paten ini dikeluarkan di tahun 1917. Resleting atau ritsleting sendiri selanjutnya baru dipopulerkan di tahun 1923 oleh seorang BF Goodrich.

Tentunya setelah ritsleting kala itu dipasang pada produk sepatu boot buatan mereka. 20 tahun kemudian, di industri fashion mulai perlahan menerapkan penggunaan resleting. Lebih tepatnya di masa Perang Dunia II, dimana pada masa itu para tentara mulai memanfaatkan celana panjang sekaligus lengkap dengan baju yang memiliki ritsleting modern.

Sejak saat itulah penggunaan ritsleting atau resleting atau zipper mulai meluas di industri fashion. Hingga sekarang ini resleting menjadi barang yang seakan-akan wajib melengkapi fashion, baik itu untuk pakaian, tas maupun sepatu begitu banyak menggunakan ragam resleting untuk memberikan keamanan maupun mempercantik penampilan produk tersebut.

Tentu saja hal ini tidak terlepas dari jasa seorang Gideon Sundback yang selama ini banyak kalangan yang justru belum pernah sekalipun mengetahui jika beliau merupakan sang pencetus pengembangan ritsleting modern.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *