Mengenal Sejarah Biologi Sel

Mengenal Sejarah Biologi Sel – Kita tahu bahwa berbagai ilmu tentang sel secara biologi memiliki sejarah tersendiri. Sejarah mengenai biologi sel dimulai sejak adanya penemuan alat yang mampu melihat benda-benda kecil atau biasa disebut dengan mikroskop. Mikroskop merupakan media optik yang sangat populer karena dapat mengamati berbagai macam benda-benda mikro yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung sehingga sangat berperan dalam sejarah biologi sel yang terdapat dalam berbagai makhluk hidup. Penggunaan alat tersebut dimulai sejak tahun 3000 SM oleh Euclid yang mulanya sekedar memanfaatkan sifat dari optik.

a

Pada abad ke 11, Plotemi dan Alhazan menerangkan mengenai berbagai macam sifat-sifat sel. Pada saat itu, pemakaian alat optik belum sampai dijadikan sebagai alat pembesar. Namun di abad ke 16, Leonardo Da Vinci dan Maurolyco berhasil memanfaatkan alat optik untuk melihat dan mengamati benda-benda kecil. Perkembangan ini terus menerus dilakukan dan semakin baik dari waktu ke waktu. Pada tahun 1590, Janssen bersaudara yaitu Zachary dan Fransis Janssen berhasil menemukan apabila dua buah lensa cembung dapat mengamati berbagai benda kecil. Dan inilah prototype dari mikroskop bermula.

Perkembangan alat optik berlanjut di tahun 1610. Pada saat itu, Galileo membuat mikroskop yang sederhana dan terbuat dari beberapa lensa pada tabung timah yang dikombinasikan. Kemudian, penemuan tersebut semakin berkembang di tahun 1632-1723 oleh Antony Van Leeuwnehoek yang membuat mikroskop dapat mengamati benda-benda yang kecil. Penemuan semakin sempurna setelah Robert Hooke menciptakan mikroskop yang sudah disempurnakan dan mampu mengamati benda kecil yang kini kita kenal dengan sebutan sel.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh Robert Hooke, jaringan tumbuhan yang diamati melalui mikroskop mempunyai susunan yang menyerupai sarang lebah. Susunan pada tumbuhan tersebut memiliki lubang yang disebut dengan sel. Masing-masing sel dipisahkan oleh diafragma. Pengamatan ini terus menerus dilakukan hingga akhirnya menemukan titik terang dan semakin sempurna. Bagian lubang yang berhasil diamati tersebut disebut dengan sel yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Kytos yang artinya ruang kosong.

Pada tahun 1839, Schwann mengemukakan bahwa sel yang berhasil diamati melalui mikroskop pada penemuan sebelumnya merupakan sebuah organisme yang menyusun bagian-bagian atau jaringan dari makhluk hidup. Setiap organisme, baik hewan ataupun tumbuhan memiliki berbagai macam sel yang menyusun masing-masing tubuh dari setiap individu tersebut.

Sel-sel yang ada dalam setiap individu sangatlah beragam dan berbeda satu sama lain sehingga memiliki fungsi, tugas dan manfaat yang bervariasi dalam membentuk suatu organisme atau makhluk hidup, baik hewan ataupun tumbuhan. Berdasarkan teori itulah Schwann mendapat julukan sebagai bapak sitology modern yang teorinya melahirkan ilmu-ilmu klasifikasi makhluk hidup yang membedakan protozoa, protoplasma hingga teori DNA, sintesis RNA dan lain sebagainya.

Baca Artikel lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

2 thoughts on “Mengenal Sejarah Biologi Sel

  1. Pingback: Peran dan Fungsi Unsur Nitrogen (N) pada Tanaman | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

  2. Pingback: Fungsi da Gejala Kekurangan Unsur Kalium (K) | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *