Mengenal Sejarah Manusia Purba di Indonesia

Belajar mengenai sejarah tentunya tak terlepas dari asal usul manusia. Dari pandangan islam sebenarnya manusia berasal dari nenek moyang paling lampau yaitu Adam dan Hawa, mereka merupakan pasangan suami istri yang diturunkan dari surga dan dipisahkan, hingga berabad-abad kemudian saling bertemu dan menghasilkan banyak sekali keturunan.

fi 7

Hanya saja yang membedakan antara manusia zaman dahulu dan sekarang ini adalah dari segi fisik maupun usia, kita cukup mengenal sebuah study yang mengatakan bahwa manusia purba tak sama dengan manusia saat ini.

Bahkan teori Darwin menyebutkan bahwa sebenarnya nenek moyang dari manusia adalah monyet, karena berbagai macam evolusi dan kemampuan untuk bertahan hidupnya kini kita bisa menjumpai manusia dalam bentuk yang sekarang ini. Lalu bagaimana dengan sejarah manusia purba yang ada di Indonesia sendiri. Jika melihat dari berbagai fosil manusia purba yang ditemukan sebenarnya asal usul manusia purba yang ada di Indonesia dengan negara lain tak jauh berbeda, hanya saja mungkin dari segi rasa ada sedikit karakteristik khusus.

Dimulai dari era paleolithikum atau yang dikenal dengan nama batu tua, di kala itu sebenarnya adalah masa-masa homo erectus, jika Anda melihat di beberapa catatan sejarah maka akan tampak karakteristik yang tak jauh berbeda dengan mamalia berbulu layaknya kera, di kala ini satu yang ditemukan adalah cangkang kerang, mereka memperkirakan bahwa sebenarnya manusia sudah mulai beradaptasi menggunakan benda-benda tajam.

Hal ini terus berlanjut dan arkeolog mulai menemukan kembali perkakas yang digunakan untuk hidup saat ini yaitu terbuat dari batu asah, hal ini membuktikan kehidupan manusia purba sudah mengalami kemajuan dari yang dulunya mengandalkan apa yang berasal dari alam namun saat ini mulai berpindah membuat perkakas dengan kemampuan mereka sendiri. Era kemudian berganti lagi menuju megalithikum atau batu besar, disini manusia purba sudah mulai beradap tasi dengan membuat tempat tinggal dengan mengandalkan batu.

Ada beberapa tempat yang menurut arkeolog sebenarnya merupakan peninggalan di zaman megalithikum seperti punden berundak yang ada di jawa, sumatera, sulawesi bahkan sunda kecil. Masa tersebut mulai berakhir setelah ditemukan teknik penggunaan dong son atau yang dikenal dengan perunggu, adanya ritual-ritual tertentu yang sebenarnya mulai mengubah arah pandang manusia purba yang dulunya tak mengerti mengenai kepercayaan sekarang ini memiliki pandangan religi sendiri.

Alat yang terbuat dari perunggu ini beberapa digunakan untuk menyembelih hewan seperti kerbau, jadi sekarang konsumsi tak hanya sebatas buah dan biji saja, mereka juga mengerti cara mengonsumsi daging dengan benar. Cara hidup manusia zaman dulu memang sangat unik, namun inilah nenek moyang kita. Bagaimanapun tak akan terbentuk kehidupan semacam ini jika tak diawali dari cara bertahan hidup di era dulu.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *