Mengenal Sistem Reproduksi Bakteri

Mengenal Sistem Reproduksi Bakteri – Tentu Anda sudah mengetahui tentang pengertian dari bakteri bukan? Dan sekarang Kita akan membahas reproduksi dari bakteri ini. Bakteri sendiri mampu berkembang biak dengan cara aseksual atau membelah diri. Pembelahan diri ini akan terjadi jika bakteri berada pada lingkungan yang sesuai dan tepat. Proses pembelahannya terjadi dengan biner melintang. Pembelahan ini ialah pembelahan yang akan di awali dengan adanya dinding melintang yang akan memisahkan sebuah sel bakteri hingga menjadi dua sel anak. Dua sel ini akan memiliki bentuk serta ukuran yang sama, atau sering disebut dengan identik.

a

Reproduksi pada bakteri ini mampu berlangsung dengan cepat. Pada keadaan yang optimal, beberapa bakteri bahkan mampu membelah diri setiap 20 menit. Sehingga tidak dapat di pungkiri, jika hanya dalam waktu satu jam, bakteri ini mampu berkembang menjadi berjuta-juta sel. Namun ketika kondisi yang cenderung kurang menguntungkan, sel-sel ini mampu mempertahankan diri dengan cara pembentukan spora. Namun ada pula bakteri yang bisa mati dikarenakan perubahan dari lingkungan. Contohnya ketika ada kenaikan suhu yang mendadak, kekeringan, serta adanya zat yang dapat membunuh bakteri seperti desinfektan.

Pada ilustrasi perkembangbiakan, yang dilakukan dengan cara biner melintang, cara ini akan melalui segudang proses dari mulai sel induk yang hanya satu, kemudian akan mengalami pemanjangan sel, pemanjangan sel ini akan terus berkembang menjadi invaginasi dinding sel atau septum dan akan melakukan distribusi bahan nucleus. Setelah distribusi bahan berakhir, ia akan mengalami pembentukan dinding sel serta penyebaran bahan nucleus yang terorganisasi di dalam dua sel, dua sel ini akan menjadi dua sel yang baru, dan hal tersebut akan terjadi secara terus menerus. Tak ayal jumlah bakteri ini hingga berjuta-juta.

Tidak seperti makhluk hidup eukarot, bakteri ini tidak melakukan aktifitas pembiakan seksual seperti yang sebenarnya, hal ini dikarenakan bakteri tidak memiliki penyatuan sel kelamin. Namun, bakteri juga terjadi pertukaran genetik oleh sel pasangannya. Oleh sebab itu, perkembangbiakan yang terjadi dengan cara tersebut disebut dengan perkembangbiakan paraseksual. Perkembangan ini di bagi menjadi tiga macam cara, yakni konjugasi, transduksi, serta transformasi.

  1. Konjugasi, ialah penggabungan yang dilakukan antara DNA pemberi serta penerima yang dilakukan dengan ara kontak langsung. Untuk memasukkan DNA yang berasal dari sel pemberi pada sel penerima harus ada hubungan langsung,
  2. Transduksi, ialah pemindahan DNA yang berasal dari sel pemberi kepada sel penerima dengan cara perantaraan virus. Di dalam hal ini, protein yang berfungsi untuk cangkang akan digunakan sebagai pembungkus serta pembawa DNA menuju sel penerima,
  3. Transformasi, ialah pemindahan potongan dari materi genetik dari luar yang akan menuju ke sel penerima. Di dalam hal ini tidak akan terjadi kontak langsung bakteri pemberi serta penerima.

Baca Artikel Lainnya :

2 thoughts on “Mengenal Sistem Reproduksi Bakteri

  1. Pingback: Mengenal Cara Kerja dari Enzim Pencernaan | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

  2. Pingback: Jenis-jenis dan Klasifikasi Filum Annelida | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *