Mengenal Unsur Penyusun DNA Anda

Mengenal Unsur Penyusun DNA Anda – Mendengar kata DNA mungkin bukanlah sesuatu yang aneh di telinga kita. Tapi coba anda berpikir kembali, apakah diantara kita ketika menyebutkan kata DNA, kita mengerti dengan betul apa itu DNA. Apa unsur penyusunnya, bagaimana cara DNA terbentuk dan seperti apa bentuk dari DNA ini.

1

Hal terpenting yang harus anda ketahui tentang DNA ini yaitu sebuah hard disk dalam tubuh yang menyimpan semua informasi mengenai tubuh kita. Termasuk juga penyakit apa yang mungkin kita alami dan bagaimana metabolisme tubuh kita. Iya, DNA memang dapat diartikan sebagai penyampai pesan dari sel anak yang akan dihasilkan oleh sel induknya.

Banyak orang mengatakan, secara sederhana, sebenarnya DNA ini isinya adalah protein. Hal ini tidaklah sepenuhnya salah, karena memang penyusun utama dari DNA adalah gula deoksiribosa, fosfat dan basa nitrogen. Pada basa nitrogen ini terdapat dua inti kandungan yang terdiri dari:

  • Purin
  • Pirimidin

Kedua kandungan diatas, pada dasarnya berfungsi untuk menyimpan energi yang dibutuhkan oleh tubuh ini. Bukankah inti sebenarnya dari fungsi DNA adalah pusat kendali dari semua informasi yang dibutuhkan oleh tubuh?

Maka tak heran jika informasi bagaimana seharusnya tubuh mengolah energi, membutuhkan sampai menggunakan energi ini juga disimpan di DNA. Untuk kedua komponen diatas, meskipun sama-sama bagian dari basa nukleat atau basa yang tersimpan di inti sel, tetapi memiliki struktur yang sedikit berbeda.

Jika purin terdiri dari cincin dengan 6 ikatan molekul yang melekat dengan cincin dengan ikatan 5 molekul, maka purimidine lebih sederhana. Yaitu hanya terdiri dari 6 ikatan molekul yang berdiri pada satu cincin saja. Namun meskipun berbeda, dari kedua jenis komponen purin dan pirimidin inilah nantinya akan terbentuk DNA, dan saling melengkapi satu sama lain.

Dimana untuk purin akan terdiri dari dua komponen basa nitrogen yaitu Adenin dan Guanin, sedangkan untuk Pirimidin akan menghasilkan tiga komponen basa nitrogen yaitu, urasil, citosin dan Timin. Dalam pembentukan DNA nantinya, tidak semua komponen purin maupun pirimidin ini akan berada pada satu rantai, melainkan berpasang-pasangan. Jika dalam sebuah rantai terdapat Adenin maka pasangannya adalah Timin, Guanin dengan Citosin. Khusus untuk urasil ini hanya akan ada pada RNA dan berpasangan dengan Adenin sebagai pengganti dari Timin.

Baca Artikel Lainnya :

Secara fungsi, maka Purin dan pirimidine juga memiliki sedikit perbedaan. Seperti diketahui, timin dan juga sitosin merupakan pirimidin dalam urutan DNA. Sedangkan dalam RNA, timin akan diganti oleh pirimidin yang cukup berlimpah di alam yaitu urasil. Ketika kemudian kita mengkombinasikannya dalam sebuah urutan yaitu adenin, guanin, sitosin dan urasil maka terbentuklah sebuah blok molekul RNA yang nantinya akan berfungsi dalam replikasi sel.

Adapun dalam proses metabolisme sel, purin menjalankan beberapa fungsi yang cukup penting. Diantara fungsi purin dalam metabolisme tersebut adalah:

  • Sebagai produksi dan penyimpanan energi dalam sel,
  • Sebagai neurotransmitter kimia adenosin dimana misalnya dalam melakukan pengiriman informasi sel-sel dengan mengikat reseptor membran pada bagian atas atau permukaan membran.

Purin sendiri selain memiliki kontribusi yang positif ternyata juga menjadi sebuah pemicu negatif terhadap munculnya penyakit. Biasanya purin selalu dikaitkan dengan produksi asam urat serta persendian yang menyakitkan. Hal ini disebabkan karena purin tersebut terakumulasi secara cukup signifikan pada bagian persendian tubuh sehingga mengakibatkan pembengkakan yang bisa parah, peradangan serta pasti akan menimbulkan nyeri yang amat sangat.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *