Mengenal Usaha Batik Tiga Negeri Yang Eksotik

Konon menurut para pembatik dari lingkungan keraton, air yang mengalir pada sungai – sungai di masing – masing daerah sebagai pusat membatik adalah memiliki pengaruh besar terhadap kerapian dan kecantikan kain batik yang dihasilkan karena faktor pewarnaan yang dicampur memakai air sungai tersebut, dan menurut pakar batik.

j 17

hal ini masuk akal karena kandungan mineral pada air tanah yang mengalir melalui sungai – sungai tersebut berbeda menurut letak geografisnya. Sehingga kondisi ini akan menghasilkan kain batik sesuai dengan selera si pencipta yang didukung oleh masyarakat luas sebagai calon pembeli.

Contohnya adalah kain batik yang dibuat di daerah Lasem dengan memakai warna – warna merah yang khas, seperti merah darah, seiring dengan perkembangan zaman dunia perbatikan di Indonesia, kain batik Lasem dikembangkan ke daerah Pekalongan dan dibatik dengan menambahkan warna – warna biru dan terakhir adalah kain – kain tersebut diwarnai coklat sogan yang mencerminkan keindahan kota Solo.

Melihat setumpuk koleksi kain batik Lasem di pasar – pasar grosir, mengingatkan anda terhadap kerumitan dalam membuat sepotong batik tulis tersebut yang ternyata erat hubungannya dengan sejarah motif Batik Tiga Negeri atau lebih populer dengan nama kain batik Lasem.

Motif Batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan Solo, dimana pada jaman kolonial dulu, wilayah ini memiliki otonomi sendiri yang disebut dengan istilah negeri.

Dilihat dari perpaduan motifnya yang khas mencerminkan masing – masing daerah adalah masih wajar dan biasa untuk anda nilai, tetapi yang menyebabkan batik ini mampu dicap sebagai kain batik yang banyak mengandung nilai seni tinggi adalah prosesnya yang masih mempertahankan cara – cara tradisional peninggalan nenek moyang mereka pada zaman dulu menyebabkan batik Lasem rata – rata mempunyai nila jual cukup tinggi.

Diakui, koleksi kain batik Tiga Negeri atau batik Lasem di daerah aslinya rata – rata sangat bagus mulai dari jenis kainnya hingga motif yang ditulis adalah motif – motif favorit seperti motif kuno adalah batik tulis yang proses pembuatannya masih menerapkan teknik kuno sampai kepada batik Lasem motif kontemporer merupakan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa.

Di sini anda akan kesulitan membedakan antara feodalisme dalam sejarah batik Lasem karena siapa saja dapat memakai motif apa saja, kapan saja, dimana saja dan untuk beragam keperluan.

Baca Artikel Lainnya :

Berbeda dengan perbandingan kultur batik Yogyakarta dan Surakarta yang biasanya memiliki aturan pemisah jelas dan tegas antara batik keraton dan batik di luar keraton.

Membaca sekilas info di atas tentang batik Tiga Negeri, disadari atau tidak, keunikan budaya batik pada suatu daerah ternyata memegang peranan penting terhadap kemajuan bisnis UKM pembatikan khas suatu daerah sehingga menjadi sukses dan diharapkan mampu meraup keuntungan dalam jumlah yang layak.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *