Mengenal Usaha Kecil Berjualan Kue Basah Khas Bali Di Pasar Tradisional

Pulau Bali atau lebih populer dengan nama pulau Dewata sejak dulu telah terkenal akan keindahan alamnya sehingga dijuluki surga dunia.

Selain memiliki panorama alam yang cantik luar biasa dengan sawah – sawah yang menguning, lembah dan pantai yang begitu mempesona serta dukungan adat dan kebudayaan maha tinggi, menjadikan pulau ini tepat sebagai tujuan wisata terbesar di dunia.

Apabila anda merasa bosan jalan – jalan ke objek wisata tersebut di atas, kenapa tidak mencoba berkunjung ke pasar – pasar tradisional yang betebaran di pulau Bali.

Karena di sini anda baru bisa menjumpai wisata kuliner yang benar – benar mencerminkan adat dan budaya orang Bali terhadap masakan yang mereka ciptakan adalah kaya akan rempah – rempah dan biasanya suka mencampurnya dengan buah – buahan atau sayur khas Bali seperti labu.

Berdasarkan pengalaman, di bawah ini kami berikan contoh jajanan basah khas orang Bali yang banyak dijual di pasar – pasar tradisional yang memiliki rasa mantap di lidah tetapi berharga murah meriah :

  • Sumping Waluh

h 105

Jajanan ini terbuat dari bahan – bahan yang mudah didapat seperti tepung beras, labu kuning, kelapa setengah muda, gula pasir, garam dan bahan pendukung lainnya kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Rasanya manis dan gurih.

  • Bingka Waluh

h 106

Kue basah ini terbuat dari bahan – bahan yang mudah didapat di sekitar anda seperti kentang dikukus campur dengan tepung terigu, gula pasir, mentega, santan, garam, vanilli, air, telur ayam kampung dikocok dan labu kuning dibuat pasta.

Pengolahannya adalah dipanggang dalam cetakan khusus, rasanya manis dan gurih serta bagus untuk kesehatan anak – anak dan manula.

  • Kue Awug – Awug Tepung Beras Gula Merah

h 107

Awug – awug adalah nama kue yang aslinya berasal dari kota Bandung tapi sudah menyebar ke Bali. Kue ini termasuk ke dalam kategori kue tradisional dan merupakan warisan kuliner turun – temurun dari para tetua jaman dulu.

Terbuat dari komposisi tepung beras yang dikukus setengah matang, lalu dicampur bersama kelapa parut, daun pandan dan gula merah untuk dikukus kembali.

Pengukusan terhadap awug lebih bagus memakai media atau perabot dapur tradisional sehingga citarasa kue semakin mantap dengan aroma kayu bakar yang wangi.

  • Kue Bantal Pisang Enak ala Bali

h 108

Kue ini sama dengan kue nagasari yang didalamnya berisi isian dari buah pisang keprok atau pisang raja. Perbedaannya terletak pada bahan yang digunakan adalah ketan sedangkan nagasari dibuat dari tepung terigu.

  • Kue Laklak khas Bali

h 109

Terbuat dari tepung beras, santan, daun suji, baking powder, garam, kelapa parut, dan dimakan dengan baluran saos gula merah.

Cara membuatnya adalah dicetak dalam cetakan kue Laklak ( berupa wajan yang memiliki ukuran kecil dan bulat sebesar sendok sayur dari tanah liat ), kemudian dipanaskan dan ditutup cetakan, barulah masak hingga matang sempurna.

  • Kue Bapel yang gurih dan manis

h 110

Terbuat dari bahan – bahan yang mudah didapat d sekitar anda seperti telur ayam kampung, gula pasir, tepung terigu, santan kelapa, garam, vanili, dan adonan pengembang berupa ragi, air hangat, tepung terigu, dan gula pasir. Cara membuatnya dipanggang dalam cetakan khusus hingga matang.

Baca Artikel Lainnya :

Hidangkan kue – kue tradisional tersebut di atas dalam kondisi panas atau hangat agar kue ini memiliki struktur yang lebih empuk. Tepat dinikmati dengan secangkir kopi panas.

Sekianlah info mengenai kue basah khas Bali dari kami, semoga berguna dan bermanfaat untuk para pembaca tercinta.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *