Mengetahui Awal Mula Dibangunnya Gedung Sate

Gedung Sate menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung, dan dibangun pada masa pendudukan Belanda di tanah air. Gedung berwarna putih ini memiliki keunikan berupa adanya ornamen berbentuk tusukan sate di bagian atapnya. Maka tidak mengherankan apabila gedung yang memiliki nilai sejarah ini kemudian disebut sebagai Gedung Sate. Termasuk ke dalam bangunan bersejarah yang masih terawat dengan baik, dan sekarang digunakan sebagai gedung pemerintahan.

fi 32

Awal Mula Berdirinya Gedung Sate

Gedung Sate dibangun pertama kali pada tahun 1920 yang merupakan peristiwa peletakan batu dasar bangunan dan dikeluarkan surat pengesahan pembangunan gedung. Pembangunan Gedung Sate tepatnya terjadi pada tanggal 27 Juli 1920 yang awal mulanya diberi nama Gouvernemens Bedrijven (GB). Pembangunan gedung ini pada masa itu membutuhkan 2.000 tenaga kerja, yang terdiri dari 150 orang keturunan Tiongkok. Orang Tiongkok ini dalam pembangunan tersebut memiliki tugas untuk membuat beberapa ornamen ukiran untuk detail budaya.

Sementara tenaga kerja yang tersisa atau sekitar 1.850 orang merupakan penduduk pribumi Indonesia yang sudah berpengalaman dalam membangun sebuah bangunan. Hampir semua tenaga kerja yang dipilih untuk proses pembangunan pernah terlibat dalam pembangunan ITB dan juga Gedong Papak. Pembangunan Gedung Sate sendiri membutuhkan waktu selama 4 tahun dan setelah beberapa tahun kemudian gedung tersebut diresmikan untuk dibuka dan digunakan sesuai tujuan awal pembangunan.

Tepatnya pada September 1942 Gedung Sate resmi dibuka, dan di dalamnya digunakan untuk beberapa keperluan. Ada ruangan khusus yang digunakan sebagai kantor pos, ada yang difungsikan sebagai ruang penerimaan telegram, telepon, dan lain sebagainya. Intinya gedung ini dibangun untuk dijadikan sebagai gedung administrasi penerimaan segala bentuk informasi.

Sejak selesai dibangun dan hingga sekarang arsitektur bangunan gedung ini selalu mendapatkan pujian. Hal ini karena arsitektur yang dimiliki berbeda dari jenis bangunan lain yang dibangun pada masa yang sama.

Hal tersebut bisa terjadi mungkin karena perancang tidak hanya dilakukan oleh satu orang dengan satu pemikiran. Pembangunannya memuat ide dari arsitektur Jerman yang terdiri dari beberapa orang dalam satu tim pembangunan. Didukung pula atau disempurnakan oleh arsitektur terkemuka yang berasal dari negara Belanda yang juga terdiri dari beberapa orang. Maka gedung satu ini tidak memiliki gaya arsitektur tetap karena merupakan percampuran antara arsitektur dari negara yang berlainan.

Seiring berjalannya waktu penggunaan atau fungsi dari Gedung Sate mengalami perubahan karena adanya perubahan kepemimpinan. Sempat pada tahun 1980 gedung satu ini dikenal sebagai Gedung Gubernur karena menjadi dinas Gubernur yang menjabat waktu itu. Sekarang ini Gedung Sate difungsikan sebagai gedung pemerintahan utama di provinsi Jawa Barat. Sehingga menjadi pusat pengolahan materi pemerintahan bagi masyarakat di Jawa Barat.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *