Mengintip Adat Dan Keunikan Pernikahan Orang Mesir

Mengintip Adat Dan Keunikan Pernikahan Orang Mesir – Apakah anda pernah mendengar tentang pepatah kuno yang menjelaskan bahwa beda suku bangsa maka berbeda pula adat istiadatnya, demikian pula tentang ritual pernikahan.

Di Mesir, pernikahan pada umumnya digambarkan sebagai sesuatu yang bersifat sakral dan terbilang sulit dalam proses pelaksanaannya jika dibandingkan dengan tradisi atau adat perkawinan di Indonesia.

14

Lelaki Mesir yang berniat melamar seorang wanita haruslah memiliki mahar berupa emas perhiasan lengkap mencakup gelang, kalung, cincin, anting, bros atau pendan dan gelang kaki. Mereka menyebut perangkat tersebut dengan istilah “ Syabkah ”.

Beberapa gadis Mesir dari kelas bangsawan biasanya memberikan syarat yang lebih kompleks yaitu mereka minta disediakan kendaraan roda empat sebagai syarat utama melangsungkan pernikahan.

Jadi, untuk mahar kawin, pihak laki – laki Mesir minimal harus menyediakan dana kira – kira Rp 600 juta, barulah kemungkinan lamaran mereka diterima. Sulitnya melangsungkan pernikahan tidak hanya terjadi di Mesir saja, tetapi hampir melannda semua negara – negara Arab.

Sejauh yang diamati oleh pakar sosial, banyak remaja putri maupun kaum laki – laki Mesir baru mampu melangsungkan pernikahan pada usia yang sudah lumayan tua.

Hal ini disebabkan karena sulitnya persyaratan menikah yang wajib dipenuhi dalam tradisi Mesir.

Maka dari itu, saat dijumpai satu pasangan kekasih asli orang Mesir yang berhasil mengatasi ketatnya persyaratan pernikahan, mereka benar – benar merayakannya dengan penuh kemenangan dan sukacita dengan membuat sebuah pesta besar.

Tunangan atau acara pernikahan dalam adat masyarakat Mesir merupakan acara terpenting yang ditunggu – tunggu oleh kedua keluarga besar calon mempelai, handai taulan dan teman – teman hingga para tetangga dan benar – benar menjadikannya sebagai acara yang paling membahagiakan.

Orang Mesir menyebut acara pertunangan dan pernikahan mereka dengan nama “ farah ” yang berarti “ bahagia ”, dimana aura kebahagiaan mereka terpancar disela – sela akan diselenggarakannya pesta besar dengan kesibukan yang paling mengasyikkan untuk diikuti yaitu membeli baju baru untuk persiapan pesta besar nanti.

Setelah akad nikah, kedua mempelai dan rombongan akan naik mobil mewah untuk keliling kompleks tempat mempelai pria tinggal.

Klakson mobil dan sepeda motor yang mengiringi dibunyikan secara bersamaan dan bergantian membentuk irama – irama unik dan keras melambangkan sebuah kebahagiaan baru saja dirasakan, kemudian iring – iringan kedua mempelai akan menuju ke tempat dilaksanakannya pesta pernikahan.

Orang Mesir pada umumnya mengadakan pesta pernikahan di tempat – tempat terbuka, seperti di aula taman kota atau hotel – hotel yang berlokasi di pinggir jalan raya besar, tempat favorit adalah hotel yang berada di sepanjang sungai Nil, merupakan sungai kebanggaan dari rakyat Mesir.

Bagi keluarga bangsawan, mereka menyelenggarakan resepsi pernikahan keluar negeri seperti Jepang atau Hawaii. Perlu diketahui bahwa prosesi pernikahan di Mesir pada umumnya berlangsung pada malam hari, dimulai seusai magrib sampai tengah malam.

Busana yang dikenakan kedua mempelai adalah terdiri dari satu setel saja, terlihat seperti pakaian selayar untuk mempelai wanita dan jas untuk mempelai laki – laki.

Baca Artikel Lainnya :

Membaca ulasan singkat dari kami tersebut di atas, inilah kenyataannya bahwa Allah menciptakan manusia dengan beragam suku dan bangsa yang berbeda – beda, tapi manusia hendaknya harus bisa saling mengenal di luar lingkungan mereka terutama mengetahui budaya dan karakternya.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *