Mengintip Budaya Mesir Melalui Ragam Kulinernya Ala Orang Indonesia

Mengintip Budaya Mesir Melalui Ragam Kulinernya Ala Orang Indonesia – Bulan Ramadhan di seluruh dunia identik dengan aneka hidangan istimewa.

Sebagian besar tempat makan seperti resto di kota – kota besar berlomba – lomba menyediakan menu spesial khusus Ramadhan. Salah satunya adalah restoran Cinnamon di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta.

eda

Restoran ini khusus menyediakan menu Mesir khusus untuk Ramadhan yang diolah oleh chef profesional dari Indonesia. Untuk bisa mencicipi cita rasa autentik dari sajian khas Mesir yang asli, Mandarin Oriental Hotel pada waktu – waktu tertentu mendatangkan secara langsung koki asal Mesir, salah satunya yang paling sering berkunjung ke sini adalah koki tamu Walaa Abdel Maged Madani.

Sajian menu buatannya selalu menjadi favorit para tamu yang menginap di hotel ini sehingga kedatangan beliau selalu disambut antusias oleh pengunjung.

Tak banyak perbedaan yang disuguhkan di Cinnamon. Untuk hari libur seperti Sabtu dan Minggu, mereka menambahkan menu Asia dan menu tradisional khas Indonesia.

Hanya saja menu Mesir menjadi menu andalan mereka karena mampu menarik banyak pengunjung. Kebanyakan para tamu yang makan di resto tersebut hanya sekedar ingin mencoba saja.

Yang Khas Dari Dapur Mesir

Bumbu khas dapur Mesir menyerupai bumbu India. Kapulaga, kayu manis, bunga lawang, dan zaitun adalah rempah dari Mesir yang paling sering dimanfaatkan untuk bahan penyedap masakan mereka.

Bagi yang suka rasa pedas, anda cocok menyantap beragam sajian dari Mesir yang memang terkenal berasa sangat pedas. Biasanya makanan tradisional Mesir tampil memerah, tapi anda jangan khawatir karena warna merahnya disebabkan oleh pemakaian tomat.

Soal bumbu, orang Mesir memiliki karakter mirip dengan kebiasaan orang India dalam memasak yaitu jeruk lemon, zaitun, peterseli, dan tomat harus selalu ada untuk dipakai sebagai penyedap memasak.

Hal ini tercermin dari banyaknya ragam salad hasil kreasi orang Mesir. Bagi anda para vegetarian, dapat mengambil inspirasi dari koleksi menu vegetarian khas Mesir meskipun beberapa bahan sulit ditemui di sini.

Menu Vegetarian Ala Orang Mesir

Dibagian meja salad Sailendra Restoran Hotel JW Marriot, koki Mohamad Khalaf dan Fawfik Fattah dari JW Marriot Kairo biasa menyajikan dan menyiapkan hoummus, taboulah, babaghanough, dan fattoush yang bumbunya dibawa dan diracik langsung dari Mesir. Hoummus dan babaghanough termasuk memiliki penggemar paling banyak dari Indonesia. Salad macam apakah keduanya ?

Hoummus adalah semacam selai sejenis kacang yang terbuat dari biji – bijian khas Mesir.  Sedangkan babaghanough merupakan irisan terung ungu lengkap dengan baluran minyak zaitun, perasan jeruk lemon, pasta bawang putih, dan tahini.

Rasanya manis dan gurih. Ada pula taboulah yaitu campuran bulgur dan peterseli dengan taburan irisan tomat yang dicincang kasar.

Fattoush merupakan campuran beragam sayuran cincang  seperti paprika hijau, merah, kuning dan oranye dengan tambahan cincangan awang bombay, menurut Khalaf, di Mesir, mereka benar – benar menyukai sayuran yang memiliki rasa unik dan menyengat.

Jika anda ingin sesuatu yang hangat untuk mendorong selera makan, cobalah mencicipi sup lentil.

Sup lentil sangat terkenal di Lebanon, Suriah, dan Jordania. Lentil adalah termasuk biji – bijian yang hanya bisa tumbuh subur di Mesir saja, dimana biji ini harus dimasak dengan cara direbus hingga empuk sebelum diolah menjadi sup dengan campuran beragam bumbu spesial.

Dibutuhkan waktu 35 hingga 40 menit untuk memasaknya, dimana sup lentil biasa disajikan dalam mangkuk saji mungil dengan tetesan minyak zaitun dan potongan jeruk lemon.

Peras jeruk lemonnya hingga mendapatkan rasa yang segar dan sup ini biasa disantap dengan roti pita atau jenis roti lainnya untuk pendamping sup.

Jika anda tertarik untuk mencicipi makanan berat hasil olahan turun – temurun warga Mesir, cobalah berkunjung ke kedua tempat tersebut di atas.

Anda bisa memesan nasi campur ala orang Mesir berupa paduan nasi kebuli yang terbuat dari oriental khalta rice dengan tambahan semangkok sup panas kikil yang dimasak bersama saus tomat, pastilah mampu menggoda selera makan anda.

Baca Artikel Lainnya :

” Aslinya, sup itu bernama fettah with beef head yakni sup olahan daging sapi muda dengan kikilnya yang dimasak dengan racikan bumbu spesial dari Mesir, ” jelas Mohamad Khalaf dari JW Marriot Kairo.

Demikian info dari kami, semoga berguna !

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *