Menikmati Kuliner Peranakan Tionghoa Di Encim Sukaria

Menikmati Kuliner Peranakan Tionghoa Di Encim Sukaria – Kota Tangerang merupakan sebuah kota kecil yang menjadi kantong budaya bagi peranakan warga Tionghoa dan berlokasi tidak jauh dari kota Jakarta.

Di kota yang terletak disebelah barat ibu kota negara RI ini terdapat banyak kelenteng besar sebagai tempat peribadatan dari sekelompok masyarakat keturunan Tionghoa. Mereka dikenal dengan sebutan Cina Benteng.

kuliner

Jika suatu hari anda jalan – jalan ke kota Jakarta dan mampir ke Tangerang, anda akan takjub oleh wisata spiritual kelenteng yang dengan mudah anda jumpai dimana-mana di sini.

Selain wisata spiritual, wisata kuliner juga merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik untuk anda jalani saat anda berada di Tangerang dimana ada banyak kesempatan bagi anda untuk mencicipi beragam aneka jenis kuliner peranakan Tionghoa khas kota Tangerang.

Meskipun kota ini terkenal sebagai salah satu kota yang kerap dilalui oleh musim hujan, usahakan membuat agenda pertama ketika anda baru tiba di sana adalah bisa merasakan langsung hidangan sarapan pagi khas warga Tangerang di warung-warung nasi uduk dan lontong sayur Encim Sukaria yang telah tersohor keluar pulau.

Dari banyaknya referensi rumah makan yang tersebar di kota ini, Encim Sukaria adalah menjadi favorit banyak orang yang berdomisili di Tangerang termasuk para pelancong domestik.

Mereka rela melangkahkan kaki untuk sekedar singgah ke warung makan yang berlokasi di jalan K. H Soleh Ali, Kapling.

Dari jalan raya terlihat sebuah papan nama Encim Sukaria dengan jelas dan bisa anda jadikan sebagai panduan untuk menemukan warung makan ini, bagi anda yang datang dari arah Serpong, lurus saja mengikuti jalur utama jalan M.H. Thamrin hingga sampai di jalan Perintis Kemerdekaan.

Sampai di pertigaan jalan Veteran, ambil jalur belok ke kiri, lalu tak jauh dari jalan tikus tersebut, ambil jalur kiri, maka anda akan bertemu dengan jalan K.H. Soleh Ali. Letak warung makan Encim Sukaria adalah sekitar 300 meter disebelah kanan jalan.

Warung makan ini menyajikan menu andalan berupa sajian Nusantara seperti nasi uduk, ketupat sayur, dan nasi ulam. Ada pula camilan ringan seperti kue-kue basah khas kota Betawi yaitu onde-onde dan kue cucur bagi anda yang tidak biasa sarapan berat.

Tidak ada yang spesial dari warung makan ini, penataan interior Encim Sukaria sangat sederhana, hanya terdiri dari kursi dan meja kayu khas desain interior orang Betawi asli untuk anda menikmati sarapan. Warung sudah mulai buka tepat pukul 07.00 WIB, dan langsung diserbu oleh pengunjung.

Menu Andalan Khas Nusantara : Nasi Ulam Yang Pedas Dan Gurih

Karena terlalu banyak koleksi sajian Nusantara, terkadang anda akan merasa kesulitan untuk memilih salah satu buat sarapan pagi dengan memakai menu sederhana ala warung tradisional di sini.

Beraneka aroma sajian yang menggiurkan selera makan anda terhidang untuk segera anda cicipi. Apalagi semua makanan tersebut masih dalam kondisi panas atau hangat.

Salah satu menu sarapan pagi yang khas dan banyak memiliki peminat adalah sepiring nasi ulam.

Namun nasi ulam di sini berbeda dengan nasi ulam khas Betawi yang biasanya terdiri dari nasi putih pulen dengan taburan serundeng yang dimasak memakai rempah-rempah khas Nusantara, nasi ulam Encim Sukaria merupakan nasi putih hangat yang sudah diaduk dan dibumbui dengan kelapa, ditambah kerupuk, taburan kacang kedelai dan kacang tanah yang disangrai.

Juga nasi ulam Encim Sukaria ditambah dengan tumbukan ebi goreng garing dan rempah khas seperti lengkuas dan sereh yang disangrai. Rasanya gurih dan tekstur nasi yang lembut dan masih panas berpadu dengan kacang dan kelapa sangrai serta lauk-pauk lainnya akan memberikan sensasi berbeda saat anda menikmatinya bersama dengan segelas air jeruk lemon panas, teh panas atau secangkir kopi pahit.

Satu porsi nasi ulam Encim Sukaria yang terdiri dari lau-pauk sangat sederhana berupa sayur bihun goreng, daun kemangi segar, ikan laut sambal tomat, irisan telur dadar, siraman semur kentang pedas, ayam goreng dan irisan timun segar dapat anda nikmati dengan harga Rp. 12 ribu per porsi beserta segelas minuman pilihan.

Baca Artikel Lainnya :

Nah, jika anda tertarik untuk mencoba sepiring nasi ulam dan semur kentang pedas atau pada waktu-waktu tertentu diganti dengan menu lontong sayur yang kesohor di kota ini.

Sebaiknya mampirlah ke warung makan tradisional warga peranakan Tionghoa seperti yang dikelola oleh Encim Sukaria sebelum pukul 11.00 WIB agar menu andalan mereka masih tersedia dan anda tidak akan merasa kecewa karena kehabisan sajian khas mereka yang unik, sederhana tapi bercita rasa luar biasa.

 

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *