Menilik dan Menelusuri Sejarah Kesenian Wayang

Bangsa Indonesia memiliki beberapa jenis kebudayaan yang menjadi ciri khas bangsa, dan salah satunya ialah kesenian Wayang. Sebagai orang Indonesia Kita tentunya sudah cukup kenal dengan istilah Wayang itu sendiri. Istilah Wayang memiliki beberapa pengertian, pengertian pertama ialah diambil dari kata Ma Hyang yang merupakan sebuah kalimat. Kalimat tersebut memiliki arti sebagai yang maha tinggi, dan bisa diartikan sebagai Tuhan, roh, dan dewa.

fi 61

Pengertian kedua diambil dari Bahasa Jawa, yakni kata bayangan, yang memang sesuai dengan kondisi kesenian wayang itu sendiri. Pasalnya menikmati kesenian wayang dilakukan hanya dengan melihat bayangannya dan dijalankan oleh seorang Dalang.

Dalang memiliki tugas yang sangat penting, yakni menjadi penggerak dan isi suara tokoh, pencetus alur cerita, dan lain sebagainya dalam watu kali pementasan. Dalang sendiri juga diambil dari satu kalimat atau dua kata yakni Ngudhal Piwulang, Ngudhal adalah menyebarkan, sementara untuk Piwulang adalah ilmu.

Sejarah Keberadaan Wayang Kulit

Perlu diakui dan disadari bahwa asal muasal kesenian wayang masih sulit untuk ditentukan, sebab tidak adanya dukungan bukti konkret. Kesenian wayang sendiri diketahui mulai dikenal oleh masyarakat ketika kebudayaan agama Hindu dan Budha masuk ke nusantara.

Hal inilah yang menjadikan terbentuknya sebuah hipotesa bahwa wayang berasal dari Tiongkok atau India. Keduanya memiliki kebudayaan yang serupa yakni seni pertunjukan menggunakan boneka namun yang disaksikan adalah bayangannya.

Meski begitu ada beberapa catatan sejarah yang bisa membuktikan bahwa kesenian wayang adalah khas bangsa, sebab merupakan perkembangan dari kesenian boneka tradisional. Catatan yang bisa menguatkan salah satunya ialah catatan sejarah ditemukannya prasasti Si Galigi Mawayang. Prasasti tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 930 masehi dan menjadi bukti bahwa kesenian wayang sudah ada sebelum bangsa India dan Tiongkok masuk ke nusantara.

Hingga sekarang belum ditemukan lagi adanya bukti sejarah yang mampu mengungkapkan sejarah asal dari kesenian wayang kulit. Sebagian besar memiliki anggapan yang sama dari ditemukannya prasasti tersebut sehingga merupakan kesenian lokal khas.

Bukti tersebut kemudian menjadikan UNESCO pada tahun 2003 menjadikan kesenian wayang sebagai karya budaya Indonesia. Meskipun tidak ada lagi literatur tambahan yang bisa menguatkan bahwa kesenian wayang memang berasal dari penduduk asli Indonesia.

Wayang kulit yang Kita kenal dan bisa dijumpai sekarang memiliki jenis yang berbeda-beda, dan berasal dari daerah yang berlainan. Salah satunya ialah wayang kulit Gagrag Banyumasan, yang merupakan wayang kulit dengan bentuk fisik dan cerita khas dari Banyumas.

Semua cerita dalam pewayangan adalah nyaris sama dengan tokoh yang tidak berbeda jauh. Diambil dari cerita yang tercantum dalam kitab Budha dan Hindhu Kita mengenal tokoh Punakawan, dan lain sebagainya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *