Menjaga Kebersihan Untuk Hindari Hepatitis A

Menjaga Kebersihan Untuk Hindari Hepatitis A – Beberapa bulan lalu, kita dihebohkan dengan suatu peristiwa yang digolongkan sebagai Kejadian Luar Biasa yang terjadi di Bogor.

Tepatnya yang menimpa 28 mahasiswa Bogor. Mereka terjangkit virus Hepatitis A, atau sering disebut VHA. Yang lebih menghebohkan adalah, ada seorang mahasiswa diantaranya yang meninggal dunia. Pasalnya, kematian akibat hepatitis A sangat jarang terjadi.

Untitled

Menurut Prof Maria Inge Lusida MD, Ph. D., seorang direktur Institute of Tropical Disease Unair, yang juga peneliti khusus bidang hepatitis, sebaiknya virus hepatitis A yang menghebohkan di Bogor, diidentifikasi lagi sampai tingkat molekuler.

Tujuannya adalah untuk mengetahui jenis strain virus hepatitis A di Bogor tersebut. Sebab, dketahui berdasarkan penelitian Prof. Inge dengan beberapa peneliti Unair lainnya berkoordinasi dengan Universitas Kobe, Jepang setahun yang lalu, bahwa kebanyakan strain virus yang menyebar di Indonesia berasal dari genotipe IA.

Dengan mengetahui hal tersebut, juga akan mudah dilacak perjalanan virus tersebut. Maksudnya, karena genotipe hepatitis A di Indonesia tergolong IA, maka kalau sampai identifikasi molekuler menunjukkan bahwa virus tersebut bukan termasuk ke dalam golongan IA, bisa jadi virus tersebut berasal dari luar.

Kalau sudah tahu hal itu, penanganan pasti akan lebih mudah dan tersistematis. Juga bisa dilakukan langkah preventif atau pencegahan supaya tidak banyak yang terkena dampak dari virus ini.

Virus hepatitis A memiliki beberapa variasi, dikutip dari salah satu penelitian Guru Besar bidang Mikrobiologi fakultas Kedokteran Unair, variasi dari virus hepatitis A tersebut diantaranya genotipe IA, IIA, IIIA, IB, IIB, dan IIIB. Untuk genotipe IA—termasuk Indonesia—menyebar di Amerika, Rusia, Jepang, dan Filipina. Sedangkan genotipe IIIA menyebar di Norwegia, Jepang, India, dan Korea.

Supaya terhindar dari risiko terjangkit virus VHA, setiap orang perlu melakukan langkah preventif.

Menjaga kebersihan lingkungan misalnya, sebab lingkungan yang kurang higienis atau yang memiliki sanitasi kurang baik bisa mempermudah penularan virus hepatitis A. Prof. Inge memberi saran agar setiap warga yang tinggal di daerah endemis, seperti Indonesia perlu melakukan vaksinasi.

Virus hepatitis menyebar melalui perantara makanan dan saluran pencernaan. Sekolah, asrama, dan pesantren adalah contoh sasaran empuk tempat perkembangbiakan yang cocok bagi virus ini.

Besar kemungkinan virus hanya berasal dari satu sumber tertentu. Misalnya kantin sekolah. Untuk mengetahui inilah, perlu diteliti sampai bagian molekulernya.

Baca Artikel Lainnya :

Untuk itu, semua pihak yang memungkinkan terkait, perlu diperiksa secara detail. Kalau kantin, ya, pihak seperti pelayan dan chefnya perlu diperiksa. Imbuh, profesor yang telah mempublikasikan 43 judul penelitian tersebut.

Profesor Inge juga turut terlibat dalam menangani kasus kematian mahasiswi karena VHA. Beliau menambahkan bahwa keadaan dasar tubuh yang sedang kurang baik bisa menjadi sasaran empuk, sehingga semakin mudah bagi virus ini untuk berkembang dalam tubuh manusia.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *