Meraup Untung dari Budidaya Kroto

Kroto saat ini menjadi sesuatu yang paling diburu para pemancing mania dan pehobi burung. Kroto adalah salah satu pakan yang paling diminati berbagai jenis ikan maupun burung. Maka wajar saja banyak orang yang memburunya.

Seiring jumlah kroto yang semakin sulit didapat dari alam liar, kini banyak pihak yang memulai membudidayakannya. Untungnya pun sangat besar karena budidaya ini tidak membutuhkan lahan yang luas atau biaya yang besar.

q 148

Yang dibutuhkan dalam budidaya ini adalah rak susun sederhana, toples, dan tempat makan dan minum rangrang. Sedang untuk semut rangrang bisa mencari di alam liar atau membeli pada pelaku budidaya kroto yang telah berjalan. Mereka biasanya juga menjual ratu rangrang.

Langkah pertama untuk memulai budidaya kroto bisa dimulai dengan membuat rak budidaya. Bentuknya sangat sederhana, yang penting bisa untuk meletakan toples. Dalam tiap rak bisa diisi hingga belasan toples bila memang rak sengaja dibuat panjang atau lebar.

Rak ini pun bisa disusun hingga beberapa tingkat untuk lebih memaksimalkan jumlah toples yang bisa diletakan dalam rak. Yang penting jarak antara rak satu dengan yang diatasnya ada sekitar 5 hingga 10 centimeter sehingga tidak terlihat sumpek dan memudahkan dalam memantau rangrang.

Rak bisa dibuat dari kayu, besi atau kalau mau mudah bisa pakai pipa peralon. Ukuran bisa disesuaikan dengan lahan yang ada. Yang penting sebelum dibuat baiknya sudah memiliki gambaran luas lahan yang akan digunakan sebagai tempat budidaya.

Pada umumnya rak  budidaya kroto dibuat dengan ukuran tinggi 1.5 meter, panjang 2 meter dan lebar 0.5 meter. Sedang jarak antar rak biasanya 40 centimeter dengan asumsi toples yang digunakan tingginya 30 centimeter. Karena bebannya tidak berat maka untuk alas bisa menggunakan triplek.

Supaya semut tidak berkeliaran kemana-mana baiknya tiap kaki rak direndam dalam wadah yang diisi oli. Dengan demikian dipastikan rangrang tidak akan berkurang.

Rumah semut rangrang paling banyak adalah toples yang bagian tutupnya diberi lubang untuk sirkulasi udara. Ada juga yang menggunakan pipa tapi dirasa kurang efektif. Selain itu lubang tersebut juga digunakan untuk sarana keluar masuk makanan dan minuman.

Ada baiknya untuk semut yang baru dipindahkan dari alam liar ke dalam toples untuk menutup lubang tersebut selama 1 hingga 2 jam. Tujuanya agar rangrang tersebut bisa beradaptasi lebih cepat dalam lingkungan baru.

Dalam budidaya kroto ada dua teknik dalam hal pemberian pakan. Ada yang menyediakan pakan diluar  toples dengan menggunakan nampan. Dengan demikian rangrang akan membawa pakan untuk dibawa ke dalam toples.

Keuntungan pakan diletakan di nampan adalah semut bisa menyesuaikan kebutuhan sehingga tidak terjadi penumpukan di toples. Perlu dijaga nampan ini tidak boleh kosong dan harus selalu dibersihkan. Semut sama halnya seperti binatang yang lain, apabila kelaparan akan berusaha mencari makan ke luar rak.

Namun ada juga yang memberikan pakan dengan memasukan ke dalam toples. Penting untuk diperhatikan kalau memasukan pakan ke dalam toples secukupnya saja. Jangan berlebihan karena akan memberikan dampak buruk kepada koloni yang ada di dalamnya.

Kroto ini bisa dipanen setelah ada telur yang cukup banyak. Masalah waktu relative beda-beda karena tiap koloni memiliki kapasitas produksi yang berbeda-beda.

Baca Artikel Lainnya :

Bagi pemula seringkali bingung cara mengambil kroto diantara ratusan atau mungkin ribuan rangrang. Agar selamat dari gigitan mereka ada baiknya siapkan sarung tangan karet, dan ember 2 buah untuk memisahkan antara kroto dan rangrang. Agar tidak pergi kemana-mana baiknya ember tersebut dilumuri dengan tepung tapioka.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *