Merokok Tingkatkan Resiko Gangguan Pendengaran

Merokok Tingkatkan Resiko Gangguan Pendengaran – Menurut data awal tahun ini, hampir satu milyar penduduk dunia memiliki kebiasaan merokok.

Sementara itu, jumlah perokok pria di Indonesia ternyata menempati peringkat kedua urutan jumlah perokok terbesar di dunia.

sahabatq

Padahal, bahaya merokok telah digembor-gemborkan di mana-mana, pajak telah ditingkatkan untuk meningkatkan harga rokok, serta peringatan bahaya pada kemasan rokok telah dimodifikasi agar lebih efektif.

Namun ternyata, masyarakat Indonesia dan dunia ternyata masih cukup apatis terhadap bahaya merokok seperti penyakit jantung atau paru-paru. Bahkan kini, sebuah riset baru dari University of Manchester di Inggris mengungkap bahwa merokok juga bisa meningkatkan resiko gangguan pendengaran

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Piers Dawes dari Centre for Human Communication and Deafness di University of Manchester ini baru-baru ini menerbitkan hasl temuan mereka di Journal of the Association for Research in Otolaryngology.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisa 164.770 orang dewasa dari Inggris yang berusia antara 40 hingga 69 tahun. Seluruh partisipan meripakan bagian dari UK Biobank- sebuah proyek kesehatan yang meilbatkan lebih dari 500.000 orang dewasa. Para partisipan lalu menjalani tes pendengaran selama 2007 hingga 2010.

Sebagai hasilnya, para ilmuwan mengkalkulasi bahwa perokok memiliki resiko 15,1 % lebih tinggi terkena gangguan pendengaran dibandingkan dengan perokok pasif dan non-perokok.

Sedangkan, perokok pasif memiliki kemungkinan 28% lebih tinggi menderita gangguan pendengaran dibanding dengan non-perokok.

Untuk perokok, tim tersebut juga menemukan bahwa semakin banyak bungkus yang dikonsumsi para partisipan tiap minggunya serta semakin lama mereka merokok, semakin tinggi gangguan pendengaran ini.

Sedangkan, mantan perokok memiliki resiko gangguan pendengaran yang sedikit menurun. Menurut para ilmuwan ini bisa jadi hasil dari gaya hidup lebih sehat yang diadopsi setelah mereka berhenti merokok.

Bagaimana cara merokok meningkatkan resiko gangguan pendengaran? Para peneliti masih belum berhasil mengungkap alasan tepatnya mengapa perokok dan perokok pasif mengalami peningkatan resiko gangguan pendengaran.

Namun, mereka menerangkan bahwa banyak perokok memiliki penyakit jantung, yang bisa jadi mempengaruhi pendengaran mereka.

“Kami tidak yakin apakah racun pada asap tembakau mempengaruhi pendengaran secara langsung, ataukah penyakit kardiovaskuler terkait merokok yang menyebabkan perubahan-perubahan mikrovaskuler yang mempengaruhi pendengaran,” tutur Dr. Dawes.

Saat dimintai penjelasan mengapa perokok pasif nampaknya memiliki resiko gangguan pendengaran yang lebih tinggi dibanding perokok aktif, para peneliti menggarisbawahi bahwa perokok pasif hanya dibandingkan dengan non-perokok, sedangkan perokok aktif dibandingkan dengan non-perokok beserta perokok pasif. Malah, hasil penelitian ini bisa jadi mengecilkan resiko perokok aktif yang sebenarnya.

Berdasarkan pada data WHO tahun 2013, ada sekitar 360 juta penduduk dunia yang terkena gangguan pendengaran. Gangguan ini biasanya dikaitkan dengan usia yang menua atau paparan terhadap suara-suara bising yang setelah bertahun-tahun bisa merusak telinga.

Namun, Dr. Ralp Holme, kepala peneliti biomedis di Action on Hearing Loss di Inggirs- percaya bahwa penemuan terbaru ini mengindikasikan bahwa merokok juga merupakan faktor resiko gangguan pendengaran.

“Gangguan pendengaran seringkali dipandang sebagai konsekuensi tak terhindar dari penuaan, namun riset yang dipublikasikan ini menunjukkan bahwa ini tidak selalu benar.

Berhenti merokok dan melindungi telinga Anda dari suara bising bisa jadi dua langkah yang dilakukan orang-orang hari ini untuk menghindari terjadinya gangguan pendengaran,” terangnya.

Baca Artikel Lainnya :

Ini bukan penelitian pertama kali yang mengaitkan merokok dengan gangguan pendengaran. Sebuah studi pada 2011 lalu dari NYU Langone Medical Center di New York, New Jersey, menemukan bahwa anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki resiko lebih tinggi terserang gangguan pendengaran pada usia remaja mereka nantinya.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *