Mesir Kuno, Peradaban Kaya dari  Sungai Nil

Siapa yang takkenal dengan Mesir ? Negara yang terletak di Afrika bagian timur laut itu memang tersohor dengan kekayaan alam dan sejarahnya. Jika kita membicarakan Mesir, tidak lengkap jika tidak membicarakan salah satu sungai terpanjang di dunia, sungai Nil.

Sungai Nil memang sangat kental dengan budaya Mesir. Bagaimana tidak, sungai yang membelah tak kurang dari Sembilan Negara tersebut ternyata berperan penting dalam pembangunan salah satu keajaiban dunia yakni Piramida.

n 45

Sungai Nil disinyalir memberikan peran penting dalam pengantaran batu yang menjadi bahan dasar pembangunan Piramida. Kehebatan sungai yang memiliki panjang 6.853 km tersebut ternyata menjadi magnet bagi masyarakat Mesir pada waktu itu.

Kesuburan tanah di sekitar Sungai Nil sukses menjadi magnet bagi masyarakat Mesir kuno. Bahkan di sepanjang hilir Sungai Nil dijadikan pusat peradaban Mesir Kuno.

Mayoritas masyarakat pada waktu itu memanfaatkan aliran Sungai Nil untuk bertani. Hasil pertanian yang dihasilkan masyarakat Mesir Kuno adalah gandum, sekoiataujamawut. Sekoiataujamawut adalah sejenis padi-padian dan memiliki buah yang keras layaknya jagung.

Peradaban yang lahir dari kesuburan tanah di sekitar Sungai Nil tersebut memiliki tiga sistem kerajaan yakni, kerajaan Mesir Tua, Mesir Tengah, dan Mesir Baru. Piramida lahir pada jaman kerajaan Mesir Tua.

Jaman ini juga dikenal dengan jaman piramida karena beberapa Piramida tersohor dunia, seperti Piramida Sakarah dan Firaun Joser lahir pada jaman ini.

Memasuki jaman kerajaan Mesir Tengah, masyarakat Mesir Kuno mulai diperkenalkan dengan sistem perdagangan. Di bawah kepimpinan Sesotris III, masyarakat Mesir Kuno diperkenalkan dengan perdagangan melalui hubungan dagang dengan beberapa Negara lainnya, seperti Palestina, Syria, dan Pulau Kreta.

Pada jaman tersebut pula, Sesotris III melakukan beberapa terobosan di dunia pertanian seperti, membuka lahan pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk, dan lain-lain.

Sayang, kerajaan Mesir Tengah harus menelan kekalahan usai ditaklukkan oleh Bangsa Hyksos. Jaman yang diperkirakan terjadi pada 1640-1570 SM tersebut bahkan dikenal sebagai masa kehancuran akibat serangan tersebut.

Usai berhasil diduduki oleh Bangsa Hyksos, Mesir memasuki jaman Imperium. Sebutan tersebut lahir bukan tanpa sebab. Pasalnya, pada jaman ini Mesir berhasil merebut beberapa daerah di wilayah Asia Barat, seperti Palestina, Funisia, dan Syria.

Pada jaman Kerajaan Mesir Baru ini pula Mesir sempat dipimpin oleh Ramses II. Di bawah kepimpinan Ramses II, Mesir disuguhkan pembangunan yang cukup fenomenal yakni terusan yang menghubungkan Sungai Nil dengan LautMerah. Namun sayang, terusan tersebut gagal untuk diselesaikan.

Baca Artikel Lainnya :

Di bawah kepimpinan Ramses II, peradaban Mesir Kuno dicap mengalami kemunduran. Pasalnya, Mesir sempat ditaklukkan oleh Assyria pada 670 SM.

Namun Mesir mampu kembali bangkit pada 525 SM dan menjadi bagian imperium Persia. Usai dikuasai Persia, Mesir dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen dengan dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan Ptolemeus yang tersohor adalah Ratu Cleopatra.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *