Metode Budidaya Belut Dalam Tong

Metode Budidaya Belut Dalam Tong – Budidaya belut merupakan salah satu komoditi yang cukup digemari saat ini. Hal tersebut terjadi karena permintaan pasar akan ikan licin ini semakin hari semakin meningkat. Sedangkan penyuplai belut masih terbilang cukup sedikit.

belut6

Peluang tersebutlah yang seharusnya dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mencoba berwirausaha, utamanya dalam bidang pertanian dan peternakan. Budidaya belut selain profitnya tinggi, juga tergolong lumayan mudah dan tentunya murah.

Biaya operasional budidaya belut tak sebanyak budidaya hewan air lainnya. Pemeliharaan dan pengembangbiayakan belut bisa memanfaatkan media kolam dan juga tong atau drum. Jika menggunakan kolam tentunya memerlukan lahan dan biaya tambahan untuk membuat kolam. Namun jika menggunakan tong atau drum, cukup menyediakan tongnya saja.
Sebelum memulai melakukan budidaya belut melalui media tong, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

1. Pemilihan Tong
Tong atau drum yang akan digunakan sebagai media budidaya belut harus terbuat dari bahan yang tidak berkarat, alias tong plastik. Selain itu pilih drum yang tidak bocor dan bersih. Setelah mendapatkan drum yang sesuai, lubangi bagian tengahnya, jangan lupa untuk membuat lubang pembuangannya juga. Usahakan untuk meletakkan tong di tempat yang terhindar dari paparan cahaya matahari secara langsung.

2. Pemilihan Tanah
Setelah tong siap, masukkan tanah ke dalamnya. Tanah yang digunakan usahakan bukan tanah yang berpasir atau tanah yang terlalu liat. Pastikan tanah yang digunakan banyak mengandung unsur hara. Masukkan tanah dalam tong dengan ketinggian 30 sampai 40 cm. Setelah itu tambahkan cairan EM4 sebanyak 4 botol dan aduk sampai rata. Namun jika tanah yang digunakan berasal dari sawah, maka tidak perlu menggunakan EM4.
Selanjutnya tambahkan media bokashi yang terdiri dari jerami padi, pupuk kandang, bekatul, dan potongan batang pisang. Aduk media bokashi dengan tanah hingga tercampur rata. Untuk menyempurnakannya, bisa ditambahkan beberapa tumbuhan air dan ikan kecil.

3. Pemberian Bibit Belut
Apabila media telah siap, bisa langsung ditambahkan bibit belut dalam tong. Untuk satu tong bisa digunakan untuk 2 kg bibit belut.

4. Perawatan Belut
Perawatan belut sendiri terbilang cukup mudah. Pemberian pakan pada belut sebanyak 5 % dari jumlah belut itu sendiri. Makanan belut bisa terdiri dari cacing, ikan-ikan kecil, sampai dengan keong yang dicacah. Pemberian makan pada belut sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Untuk menambah nafsu makan belut, bisa diberikan ramuan yang terbuat dari temulawak yang ditumbuk kemudian direbus. Nah, cairan hasil rebusan tadi kemudian dituangkan dalam tong tempat budidaya belut. Selain itu pembesaran belut juga dapat dibantu dengan bantuan pakan berupa belet.
Hal lain yang harus diperhatikan dalam budidaya belut adalah hama yang dapat menyerang belut. Ada beberapa jenis hama yang biasanya menyerang belut, yakni burung belibis, bebek, sampai dengan berang-berang.

Selain itu kandungan air dalam tong juga harus diperhatikan. Suhu dalam tong juga harus tetap terjaga agar kelangsungan hidup belut bisa berjalan dengan baik. Suhu yang baik untuk budidaya belut berkisar antara 26 sampai 28 derajat celcius. Dan yang terakhir usahakan tempat untuk budidaya belut tetap terjaga dari berbagai macam hama dan ancaman predator belut.

5. Pemanenan Belut
Pemanenan belut bisa dilakukan setelah 3 sampai 4 bulan masa budidaya. Dalam waktu tersebit ukuran belut sudah mencapai standar. Namun hal tersebut bisa saja berubah-ubah tergantung permintaan pasar.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *