Minum Alkohol Baik Untuk Otak? Apa Benar?

Baru-baru ini studi terbaru yang diterbitkan oleh Journal Of Neuroscience tentang konsumsi alkohol mengejutkan semua orang. Sebab, selama ini, penelitian tentang konsumsi alkohol cenderung menunjukkan efek negatifnya.

g 5

Namun, siapa sangka ternyata alkohol bisa bermanfaat juga, khususnya bagi otak.

Studi yang juga dipublikasikan di laman Medical Daily ini menunjukkan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah yang sedikit sehari bisa membantu fungsi otak yang berkaitan dengan ingatan dan pelajaran.

Sebelumnya, studi serupa di tahun 1977 dengan responden sebanyak 365 ribu orang, juga menemukan hasil yang mirip. Orang yang mengkonsumi alkohol secara moderat dengan jumlah minim mengalami penurunan resiko alzheimer dan demensia hingga 23%.

Hal ini juga ditegaskan oleh Edward Neafsey. Ia menyatakan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah ringan membuat sel-sel otak lebih sehat.

Namun, secara berlawanan, ia juga menambahkan bahwa orang yang belum terlanjur menjadi peminum, hal ini tidak dianjurkan untuk mulai meminumnya. Sebab, penelitian ini juga dikhususkan bagi peminum dengan intensitas yang cukup tinggi setiap harinya.

Meski begitu, tetap perlu dicatat bahwa konsumsi alkohol dalam penelitian dan kajian di atas, hanya dalam takaran yang rendah per harinya, yaitu 1 gelas maksimal untuk wanita, dan 2 gelas maksimal untuk laki-laki.

Masalahnya, orang yang mengkonsumsi alkohol biasanya tidak akan berhenti hanya dengan satu atau dua gelas per hari. Inilah yang menjadi masalahnya.

Sebab, konsumsi alkohol dalam jumlah besar dan intensitas yang sering setiap harinya dapat memberatkan kerja organ hati sehingga berpotensi tinggi terkena pengerasan atau sirosis hati, pankreas, dan menurunkan kadar limfosit yang bertanggung jawab sebagai imunitas atau kekebalan tubuh.

Lebih parah lagi, dampak alkohol bagi peminum berat dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan syndrom Wenike-Korsakoff. yaitu, keadaan dimana kemampuan tubuh untuk menyerap tiamin atau vitamin B1 menjadi rusak.

Baca Artikel Lainnya :

Sehingga otomatis, penderitanya kekurangan vitamin B1. Ciri dari penderita syndrom ini antara lain, gerakan mata terganggu, kemampuan mental menurun sehingga cenderung kebingungan, dan pikun, serta mengalami ketidaknormalan dalam berjalan.

Bagaimanapun, terlepas dari semua itu, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan selalu berdampak buruk bagi tubuh kita. Sesuatu yang seharusnya bisa berdampak positif justru berbalik berdampak negatif jika penggunaannya tidak disesuaikan atau cenderung berlebihan.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *