Mitos-mitos Tentang Kanker Payudara

Mitos-mitos Tentang Kanker Payudara – Kanker payudara adalah sebuah penyakit yang mengancam kaum wanita pada rentang usia yang luas. Namun sayangnya, ada banyak mitos tentang kanker payudara yang mengaburkan penjelasan dan peringatan sebenarnya mengenai penyakit ini.

1

Nah, agar Anda tidak terjebak dengan mitos-mitos tentang kanker payudara tersebut, berikut kami kupas mengenai beberapa di antaranya:

Mitos 1: Bra berkawat sebabkan kanker payudara.

Menurut dokter bedah payudara ahli Kandace McGuire, MD dari e Breast Cancer Program di Magee Women’s Hospital Pittsburgh, mitos ini jelas-jelas tidak benar. Menurutnya, mitos ini berdasarkan pada teori lama bahwa bra berpenyangga akan mengurangi pengeringan limfatis dan meningkatkan resiko kanker payudara. “Ini tidak berdasarkan data apapun.” sanggahnya.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention pada September 2104 lalu adalah riset pertama yang menggunakan desain ilmiah untuk menginvestigasi apakah kebiasaan menggunakan bra mempengaruhi resiko kanker payudara pada wanita pasca monopause.

Di antara faktor-faktor yang diteliti oleh para ilmuwan termasul jenis bra (termasuk berkawat/berpenyangga) dan kebiasaan harian atau sepanjang hidup dalam memakai bra. Kesimpulan mereka: tidak ada bukti yang mengaitkan bra dengan resiko kanker.

Mitos 2: Antiperspirant sebabkan kanker payudara.

Sebenarnya, tidak ada penelitian yang menunjukkan kaitan antara antiperspirant dan kanker payudara. Ada dua asal mula yang kemungkinan menyebabkan mitos ini:

Sebab pertama: paraben. Kandungan kimia ini biasa digunakan pada deodoran dan antiperspirant serta beberapa produk lain. Kandungan ini bisa meningkatkan level estrogen yang terkait dengan resiko kanker payudara.

Namun, menurut McGuire, tidak ada kaitan yang membuat antiperspirant bisa dipastikan menyebabkan kanker payudara. Jika Anda khawatir, Anda bisa mengecek daftar kandungan yang berada di balik kemasan produk-produk tersebut: methylparaben, propylparaben, butylparaben, atau benzylparaben. Namun, banyak merk antiperspiran tidak lagi menggunakan bahan-bahan itu.

Penyebab kedua: persiapan jelang tes mammogram. Antiperspiran mengandung sejumlah alumunium yang mungkin muncul pada mammogram sebagai hasil positif yang sebenarnya salah. “Satu hal yang penting bagi wanita adalah jika mereka akan melakukan tes mammogram, jangan pernah menggunakan antiperspiran,” saran McGuire.

Sebagai kesimpulan, Institut Kanker Nasional Amerika tidak menyerukan pembatasan penggunaan antiperspirant, namun menyatakan bahwa lebih banyak riset diperlukan pada area ini.

Mitos 3: Radiasi tes skrining sebabkan kanker payudara.

Walaupun mammogram memancarkan sejumlah radiasi, namun dosisnya jauh lebih sedikit dibanding dengan radiasi pada tes standar sinar X dada. “Radiasinya berada pada level begitu rendah yang tidak akan meningkatkan resiko kanker,” terang McGuire.

Wanita juga harus mengerti bahwa MRI yang biasa digunakan untuk memindai kanker payudara pada beberapa wanita bahkan tidak mengandung radiasi sama sekali.

Mitos 4: Paparan terhadap udara sebabkan kanker menyebar.

Beberapa pasien mengkhawatirkan bahwa memotong kanker dan menyebabkannya terpapar udara membuat kanker tersebar. Hal ini juga merupakan sesuatu yang tidak benar. Pasien umumnya khawatir karena kanker memang memiliki potensi untuk menyebar (hal ini dinamai metastasis). Namun, penyebarannya jelas-jelas tidak disebabkan karena ahli bedah memotong tumor untuk melakukan biopsi atau untuk membuangnya.

Mitos 5: Kanker payudara hanya terjadi pada yang punya sejarah keluarga.

Wanita yang keluarganya secara turun-temurun tidak pernah memiliki catatan kanker payudara biasanya terkejut ketika tahu dirinya terserang penyakit ini. Memang, sejarah keluarga adalah faktor besar, namun ini bukanlah satu-satunya faktor. Menurut McGuire, hanya sekitar sepuluh persen pasien payudara yang terserang penyakit itu karena sejarah keluarga.

Mitos 6: Kanker payudara hanya terjadi pada wanita berumur lebih lanjut.

Usia yang meningkat memang merupakan faktor resiko pada kanker payudara, sehingga semakin tua Anda, semakin mungkin Anda terserang penyakit ini. Namun, ini bukan berarti bahwa wanita-wanita berusia muda tidak rentan terserang penyakit ini. Faktanya, kanker payudara bisa didiagnosa pada wanita berusia berapa pun.

Itulah beberapa mitos tentang kanker payudara. Dengan memilah mitos dan mengetahui fakta-fakta ini, Anda akan lebih mudah mengurangi resiko terserang kanker ini.

Baca Juga :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

2 thoughts on “Mitos-mitos Tentang Kanker Payudara

  1. Pingback: HIV : Penyakit Mematikan dan Pencegahannya | Joko Warino Blog

  2. Pingback: 6 Makanan Yang Harus di Hindari Penderita Kanker Payudara | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *