Mitos Penting Tentang Keguguran

Mitos Penting Tentang Keguguran – Hamil adalah kabar yang paling ditunggu oleh setiap pasangan.

Ketika mengetahui bahwa pasangan tengah hamil, harapan baru akan muncul di tengah-tengah mereka.

Akan tetapi tidak semua yang kita harapkan bisa kita dapatkan. Tak jarang harapan itu tiba-tiba hilang karena suatu alasan. Begitupun juga dengan kehamilan yang ternyata keguguran.

Untitled

Di masyarakat sendiri beredar mitos tentang keguguran yang tak jarang menyeleweng karena tidak sesuai fakta. Nah mitos apa sajakah yang berhubungan dengan keguguran? Berikut ulasannya.

  1. Kesalahan ibu

Banyak yang beranggapan ketika keguguran itu adalah kesalahan ibu yang tidak bisa menjaga kandungannya.

Ada yang bilang ibu terlalu capek bekerja, melakukan aktifitas berat atau karena ibu mengkonsumsi makanan tertentu.

Keguguran terjadi karena adanya kromosom yang abnormal. Hal ini menyebabkan sperma dan sel  telur tidak dapat bersatu dengan baik saat terjadi pembuahan.

Karena ketidaktahuan akan hal ini, akhirnya banyak orang yang mencari-cari alasan yangmenurut mereka paling masuk akal.

  1. Pendarahan berarti keguguran

Beberapa wanita akan mengalami pendarahan atau menemukan bercak darah pada pakaian dalamnya ketika awal-awal masa kehamilan.

Banyak yang mengira hal itu merupakan tanda bahwa ia keguguran. Akan tetapi, persepsi itu salah.

Pendarahan di awal masa kehamilan adalah wajar bagi wanita. Biasanya pandarahan atau bercak tersebut berasal dari jaringan servik atau vagina, bukan dari rahim.

Jika anda mengalami pendarahan saat masa kehamilan, jangan langsung panic dan beranggapan bahwa anda keguguran. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter kandungan anda supaya bisa diperiksa penyebabnya.

  1. Akan terulang kembali

Banyak yang percaya bahwa jika wanita pernah mengalami keguguran, maka hal tersebut akan terulang dikehamilan selanjutnya.

Informasi tersebut tidak benar. wanita yang pernah mengalami keguguran, masih sangat berpeluang untuk bisa hamil kembali dengan sehat.

Jika ada wanita yang mengalami keguguran secara terulang , itu berarti ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Baik masalah medis maupun genetic.

Sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter kandungan anda dan lakukan beberapa tes untuk memeriksa penyebabnya.

Baca Artikel Lainnya :

Resiko keguguran akan meningkat jika wanita hamil pada usia di atas 35 tahun. Pada usia itu, kondisi rahim sudah tidak prima kembali sehingga rawan mengalami gangguan atau keguguran.

Nah itulah beberapa mitos tentang keguguran yang patut kita luruskan. Hamil memang anugerah akan tetapi keguguran bukanlah akhir dari segalanya. Jangan putus asa hanya karena mitos.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *