Mohammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Indonesia

hattaMohammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Indonesia – Mohammad Hatta merupakan salah satu pemimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia yang seorang wakil presiden yang pertama di Indonesia dan juga pernah menjadi perdana menteri pada tahun 1948 hingga 1950.

Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi, Sumatera, Indonesia. Mohammad Hatta dikenal sebagai seorang proklamator, Mohammad Hatta dan sejumlah orang Indonesia termasuk presiden pertama Indonesia Soekarno berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dari jajahan colonial Belanda.

Mohammad Hatta sering diingat sebagai Bung Hatta (bung merupakan sebuah panggilan yang digunakan untuk menyebut rekan, yang terkenal di awal tahun 1900 dan sekarang masih digunakan oleh orang Indonesia).

Meskipun Mohammad Hatta berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta belajar di Belanda sejak tahun 1921 hingga 1932 masehi. Ditambah lagi, setelah pendidikan awalnya, Mohammad Hatta belajar di sekolah Belanda di nusantara (sekarang Indonesia).

Ketika Mohammad Hatta belajar di Belanda dari tahun 1922 hingga tahun 1932, Mohammad Hatta merupakan presiden perhimpunan Indonesia, sebuah kemajuan, kelompok politik nasionalis didirikan oleh mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Sekembalinya ke Indonesia pada tahun 1932, Mohammad Hatta ditanggkap karena aktivitas politiknya oleh colonial Belanda di tahun 1934 dan dikirim ke tempat konsentrasi yang tidak diketahui Boven Digul di papua nugini barat. Di tahun 1935 Mohammad Hatta dipenjara di pulau Bandanaira dimana Mohammad Hatta berada disana hingga malam invasi Jepang di perang dunia II.

Berbeda dengan Belanda, Jepang secara aktif mempromosikan nasionalisme Indonesia. Mohammad Hatta dan Soekarno berkolaborasi dengan mereka dalam membangun sejumlah organisasi massa Indonesia; di tahun 1943, mereka menolong untuk mengorganisasi pasukan pertahanan sukarela tentara pembela tanah air atau Peta, pasukan tentara Indonesia pertama.

ketika itu menjadi jelas bahwa jepang akan kalah dalam perang, banyak nasionalis mendesak pemberontakan dan kemerdekaan segera, tetapi Mohammad Hatta menasehati untuk sabar hingga mereka yakin bahwa jepang akan dikepung.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Mohammad Hatta dan Soekarno diculik oleh anggota perhimpunan mahasiswa dan mempengaruhi mereka untuk mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia.

Mohammad Hatta menjadi wakil presiden dalam pemerintahan revolusioner. Di tahun 1948, ketika Mohammad Hatta menjadi perdana menteri, Mohammad Hatta memainkan bagian yang penting dalam menekan pemberontakan komunis di Madiun di jawa timur, sebuah ukuran yang mendapatkan perjuangan pemerintah mendapatkan banyak dukungan dari Negara-negara barat.

Mohammad Hatta memimpin delegasi Indonesia di PBB yang mensponsori konferensi Hague di tanggal 23 agustus hingga 2 november 1949, yang memuncak dalam pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia.

Ketika menjadi perdana menteri selama tujuh bulan pertama di tahun 1950, Mohammad Hatta menolong untuk membimbing Negara baru melalui masa krusial dari transisi dari suatu federal menjadi Negara yang bersatu.

Mohammad Hatta menjadi wakil presiden sampai bulan desember 1956, ketika Mohammad Hatta mengundurkan diri karena semakin banyaknya ketidaksepakatan dengan kebijakan presiden sukarno mengenai demokrasi terpimpin.

Pada dasarnya seorang yang moderate, pemimpin yang berorientasi secara administrative, Mohammad Hatta merasa hubungan krisis ekonomi Indonesia terkubur merupakan kepentingan utama dan takut bahwa kebijakan Soekarno akan membuat Indonesia bangkrut.

Mohammad Hatta juga secara konsisten mengkritik kebijakan luar negeri Soekarno yang anti Barat dan anti Malaysia. Setelah turunnya Soekarno, Mohammad Hatta kembali muncul dari pengunduran dirinya untuk menjadi penasehat special bagi presiden Soeharto terhadap permasalahan korupsi pemerintah.

Mohammad Hatta merupakan satu dari pemimpin ekonomi Indonesia, Mohammad Hatta dikenal sebagai bapak pergerakan koperasi Indonesia. Tulisannya berisikan pergerakan kooperatif di Indonesia (1957), Indonesia di antara kekuasaan blok, hubungan luar negeri vol 36 (1958) dan masa lalu dan masa depan (1960).

Mohammad Hatta meninggal pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta kemudian dimakamkan di taman makam umum Tanah Kusir Jakarta. Mohammad Hatta dijadikan sebagai Pahlawan Proklamasi oleh pemerintahan Soeharto di tahun 1986.

Baca juga : Soekarno, Bapak Kemerdekaan Indonesia

Loading…

2 thoughts on “Mohammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Indonesia

  1. Pingback: Pierre Andreas Tendean, Pahlawan nasional Indonesia | Joko Warino Blog

  2. Pingback: Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Pertama Indonesia | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *