Mohammad Yamin, Seorang Politikus Indonesia

m. yaminBiografi Mohammad Yamin, Seorang Nasionalis Indonesia – Mohammad Yamin lahir pada tahun 1903 di Talawi, Sawahlunto di tanah kelahiran Minangkabau, Sumatera, Indonesia.

Mohammad Yamin merupakan anak sari Tuanku Oesman Gelar Baginda Khatib yang hidup dari tahun 1856 hingga 1924. Ayah Mohammad Yamin memilki lima orang istri dan memiliki 16 orang anak.

Anak Oesman yang terkenal selain Mohammad Yamin adalah Mohammad Yaman Rajo Endah yang merupakan anak tertua yang seorang pengajar. Selain itu, Achmad Djamaluddin yang merupakan seorang jurnalis yang kemudian menambah ke namanya nom de plume, Adinegoro. Ramana Oesman yang hidup dari tahun 1924 hingga 1992, yang merupakan sebuah pemula kesatuan diplomatik Indonesia.

Di tahun 1937, Mohammad Yamin menikahi seorang wanita bernama Siti Sundari yang merupakan anak dari seorang bangsawan dari Surakarta, Jawa Tengah. Dari pernikahan ini, mereka memiliki seorang anak laki-laki Dang Rahadian Sinayangsih Yamin panggilannya Dian.

Di tahun 1969, anaknya Dian menikahi Gusti Raden Ayu Retno Satuti yang merupakan anak perempuan tertua dari Sultan Mangkunegara VIII yang merupakan sultan Surakarta. Mohammad Yamin merupakan seorang sejarawan, penyair, dramawan dan juga seorang politikus.

Mohammad Yamin mengenyam pendidikan di AMS (Algemene Middelbare School) di Yogyakarta, mengambil jurusan sejarah dan bahasa – timur termasuk bahasa Malaysia, Jawa dan Sansekerta. Mohammad Yamin mendapatkan gelar doctor nya dalam bidang hukum (meester in de rechten) di tahun 1932.

Mohammad Yamin bekerja di Jakarta sampai tahun 1942 khususnya dalam hukum pribari. Karir politik Mohammad Yamin dimulai di awal dan Mohammad Yamin aktif dalam pergerakan nasionalis.

Di tahun 1928, Mohammad Yamin berpartisipasi dalam kongres pemuda Indonesia ke dua, yang mana mengangkat Sumpah Pemuda. Melalui organisasi Indonesia Muda, Mohammad Yamin menjadi seorang pendukung aktif untuk Malaysia bergabung dengan Indonesia dan mempersatukan bahasa.

Mohammad Yamin memulai karir kesusastraannya sebagai seorang penulis di tahun 1920an ketika puisi Indonesia ditandai oleh romantisme intense. Mohammad Yamin merupakan seorang pionir dalam bentuk seni tersebut.

Mohammad Yamin aktif dalam Jong Sumatranen Bond dalam satu forum yang membuatnya berhubungan baik dengan Mohammad Hatta yang menjadi wakil presiden Indonesia pertama.

Di awal aktivitas politiknya, Mohammad Yamin menasehati pendirian non-kooperatif partai Indonesia (PARTINDO) melawan administrasi colonial Belanda, menolak semua ajakan untuk bergabung dengan pelayanan sipil. Mohammad Yamin mendapatkan penghasian melalui menulis dan menjadi jurnalis. Mohammad Yamin menjabat dalam beberapa kabinet.

Mohammad Yamin meninggal pada tanggal 17 Oktober 1962 di Jakarta. Mohammad Yamin dimakamkan dengan penghormatan penuh nasional di samping ayahnya di pemakaman keluarga di Talawi, pulau Sumatera.

Pemula dari gagasan signifikan, Mohammad Yamin mendominasi sejarah politik Indonesia modern dan kebudayaan. Gagasannya berkontribusi pada kebangkitan dan gelora politik dalam kebanggaan nasional Indonesia.

Kontibusi Mohammad Yamin terhadap pengembangan politik, pendidikan dan kebudayaan Indonesia diakui di tahun-tahun setelah kematiannya. Mohammad Yamin diakui dengan satu kehormatan tertinggi di Indonesia sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia.

Baca juga : Douwes Dekker, Seorang Nasionalis Indonesia

Loading...

One thought on “Mohammad Yamin, Seorang Politikus Indonesia

  1. Pingback: Mohammad Narsir, Seorang Politikus Indonesia | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *