Musik Rakyat Indonesia, Dangdut

Di Indonesia banyak jenis aliran musik dan salah satunya adalah dangdut. Musik yang identik dengan alunan yang mendayu dan dikenal juga sebagai musik rakyat ini hampir sama dengan musik dari India. Dangdut merupakan gabungan dari musik Malay, Arab dan Hindustani.

fu 53

Unsur Arab didapat ketika pedagang Gujarat berdagang di Indonesia dan musik dangdut mulai dikenal tahun 1968. Dari Qasidah yang dibawa saudagar Arab dan Gujarat tahun 900-1200 dan saudagar Persia 1300-1900, masyarakat Indonesia menikmati dan memadukan dengan unsur musik lainnya.

1870, alat musik Gambus, berbentuk seperti gitar namun suara rendah, dari Arab dikenal di Indonesia. Para musisi Arab menggunakan alat musik tersebut sebagai iringan ketika mendendangkan musik (1887-1888). Awal abad ke-20, lagu dengan iringan musik dari gambus terkenal di kalangan Arab-Indonesia dan akhirnya Syech Albar, ayah dari Ahmad Albar, memutuskan membuat orkes gambus di Surabaya. Hingga akhirnya, Syeh Albar rekaman dengan piringan hitam dan terjual cepat di Singapura dan Malaysia (1930).

1940, musik Melayu Deli masuk ke Sumatra Utara dan diprakarsai Muhammad Mashabi dan Husein Bawafie. Jenis musik tersebut terus berkembang dan kemudian dibentuk orkes Melayu. 1950, Edmundos Ros, Perez Prado, Xavier Cugat, Los Panchos membawa masuk musik baru yaitu musik Amerika Latin dan menarik perhatian masyarakat Indonesia. Dari musik tersebut, acuan bermusik berubah walaupun tetap terasa gaya Melayu.

Saat Melayu Deli masuk, beberapa orang bereksperimen dengan aliran musik di Indonesia misalnya dengan menggabungkan musik India. Perkembangan politik anti-barat dari Ir. Soekarno membuat perkembangan musik menjadi pesat misalnya seperti lagu Seroja dari Said Effendi dan beberapa penulis lagu terkenal seperti Husein Bawafie.

1968, dangdut mulai muncul dengan tokoh yang memperkenalkannya adalah Rhoma Irama dengan Soneta Group sehingga ia dikenal dengan Raja Dangdut. 2 tahun setelahnya, Mansyur S.A Rafiq, Munchsin Alatas muncul mendendangkan musik dangdut. 1970, dangdut menjadi lebih modern karena pengaruh budaya barat misalnya dengan penambahan gitar, perkusi, organ dan di tahun 1970an juga terdapat pengaruh musik rock dalam permainan gitar untuk mengiringi musik dangdut dan membuat medan perang antara dangdut dan rock.

Sehingga, terdapat duel antara Soneta Group dan God Bless dan memisahkan dangdut dengan musik melayu. Akhir 1970an, terdapat dangdut humor dari PSP (Pancaran Sinar Petromaks) dengan gaya melayu deli. Lalu muncul PMR (Pengantar Minum Racun) di paruh akhir dekade 1980 dan PHB (Pemuda Harapan Bangsa) tahun 2000an.

Tahun 2000, muncul genre dangdut lainnya yaitu dangdut koplo dan tahun 2002 genre ini mulai dikenal dan menjadi favorit serta sukses yang dibuktikan dengan banyaknya VCD bajakan. Jenis musik dangdut koplo ini menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat bawah karena harga VCD original memiliki harga yang mahal. Salah satu fenomenanya adalah goyang ngebor dari Inul Daratista.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *