Negara Yang Memakai Bahasa Jawa Selain Indonesia

Negara Yang Memakai Bahasa Jawa Selain Indonesia – Mendengar seseorang  berbahasa jawa menandakan orang tersebut berasal dari Indonesia khusus suku Jawa. Namun kenyataannya, kita dapat menemui orang-orang berbahasa Jawa beberapa negara selain Indonesia. Percaya atau tidak, berikut informasi selengkapnya.

Bahasa Jawa Di Negara Malaysia

Untitled

Di negara tetangga ini banyak ditemukan masyarakat suku Jawa bahkan jumlahnya cukup signifikan. Seperti di Selangor dan Johor, masyarakat suku Jawa menempati 20 persen dari total populasi yang ada.

Jumlah ini belum termasuk masyarakat dari Jawa yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. Otomatis bahasa Jawa disana sudah tidak asing lagi.

Menurut sejarahnya, leluhur masyarakat suku Jawa datang ke Malaysia sejak beberapa abad yang lalu. Sampai sekarang, masyarakat suku Jawa di Malaysia sudah menjadi generasi keempat. Di Malaysia sendiri masyarakat suku Jawa biasa dikenal sebagai masyarakat Melayu pribumi.

Menariknya, beberapa masyarakat keturunan suku Jawa menduduki posisi penting di negeri jiran ini.

Bahasa Jawa Di Negara Singapura

Untitled

Negara Singapura dahulunya merupakan bagian Malaysia, yang kemudian memerdekakan diri pada tahun 1963.

Di wilayah Singapura sendiri masyarakat suku Jawa sudah tidak asing lagi karena sudah mendatangi wilayah tersebut sejak tahun 1863 atau bersamaan dengan kedatangannya di wilayah Malaysia.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Jawa Tengah, Di Singapura masyarakat suku Jawa banyak dipekerjakan dibeberapa sektor industri seperti di perkebunan karet, konstruksi jalan raya, dan jalur kereta api.

Bahkan di Singapura terdapat pemukiman masyarakat suku Jawa seperti di daerah Kampong Jawa, di tepi sungai Rochor dan di daerah Kallang Airport Estate.

Bahasa Jawa Di Cocos Island Keling di Australia

Untitled

Cocos (Keling) merupakan wilayah kepulauan dengan luas 14,2 kilometer persegi daratan dan 26 km garis pantai yang masih teritorial Australia. Kepulauan ini merupakan dataran rendah dengan ketinggian maksimal 5 meter mdpl.

Penduduk di pulau ini kebanyakan adalah orang Melayu, dimana mereka menggunakan bahasa melayu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dibuktikan dari slogan kepulauan tertulis dengan bahasa Melayu yang berbunyi “Maju Pulau Kita”.

Dari sebagian orang melayu ini terdapat masyarakat keturunan suku Jawa. Dari sejarahnya, masyarakat suku Jawa ini merupakan generasi para pekerja yang dulunya didatangkan langsung dari Pulau Jawa oleh orang Inggris untuk dipekerjakan di sana.

Tak pelak bahasa dan kebudayaan Jawa masih mengakar sampai generasi yang masih hidup sekarang. Tak heran jika pernah terdapat gambar wayang kulit di perangko nasional Austraia.

Mungkin beberapa dari kita belum banyak mengetahui keberadaan saudara-saudara kita disana. Namun bagi warga melayu Malaysia, hubungan antar mereka cukup intens. Hal ini ditunjukkan dengan penemuan beberapa manuskrip kuno yang berhubungan dengan kebudayaan Melayu. Saat ini kepulauan Cocos terkenal sebagai tujuan wisata di Australia yang kental akan suasana Islaminya.

Bahasa Jawa Di Negara Suriname

Untitled

Apakah Anda pernah mendengan negara Suriname? Ya, Suriname adalah sebuah Negara Republik yang berada di Benua Amerika bagian Selatan. Wilayah Suriname berbentuk persegi panjang dengan 1.600 km.

Dulunya, Suriname lebih dikenal dengan nama Guyana Belanda karena memang negara ini merupakan bekas jajahan Belanda. Sampai pada tahun 1975, negara ini memerdekakan diri dan berganti nama menjadi Suriname.

Sebagai negara bekas jajahan Belanda, yang merupakan negara yang pernah menjajah Indonesia juga, banyak ditemukan masyarakat keturunan Indonesia di Suriname yang juga mayoritas bersuku Jawa.

Sampai saat ini, bahasa Jawa “ngoko” masih digunakan orang-orang suku Jawa disana. Bahkan pernah ada wacana bahasa Jawa menjadi bahasa nasional disana. Akan tetapi karena Suriname terdiri dari beberapa bahasa dari suku lain, mereka sepakat tetap menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa nasionalnya.

Belanda Menggunakan Bahasa Jawa

Untitled

Sebagai negara penjajah Indonesia, banyak warga Indonesia yang mayoritas suku Jawa dikirim kesana untuk dijadikan pekerja. Menariknya, sampai sekarang ini banyak orang asing berminat mempelajari bahasa atau sastra Jawa.

Bahkan Belanda yang pernah menjajah Jawa menjadi destinasi pendidikan sastra dan kebudayaan Jawa. Salah satunya adalah Universiteit Leiden yang merupakan universitas tertua di Belanda. Terdapat sidikitnya 17 ribu mahasiswa yang belajar disana, disana dapat kita temukan naskah-naskah kuno dan sastra kontemporer berbahasa Jawa.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *